alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Protokol Kesehatan Harus Jadi Budaya

SIDOARJO – Panitia Kerja (Panja) DPRD Sidoarjo meminta Pemkab tidak kendor untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu mengingat makin naiknya penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.

Naiknya kasus Covid-19 itu terlihat dari makin penuhnya Bed Occupancy Rate (BOR) untuk perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit. Tanggal 20 Juni tercatat dari 663 bed di ruang isolasi yang dimiliki, sudah penuh 82 persen. Senin (21/6), juga telah dinambah untuk ruang isolasi sehingga totalnya mencapai 825 bed dengan keterisian 70 persen.

Menanggapi hal itu, anggota Panitia Kerja (Panja) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengungkapkan jika peningkatan kasus Covid -19 juga disebabkan salah satunya masyarakat yang kurang tertib terhadap prokes. “Di lapangan memang masyarakat agak abai prokes,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta pemkab untuk terus bergerak mensosialisasikan pentingnya prokes hingga ke RT maupun RW. “Harus bisa jadi budaya. Jangan hanya tertib ketika ada operasi saja,” imbuhnya.

Masih soal naiknya kasus Covid, Bangun juga mengungkapkan jika Pemkab juga cukup mampu untuk menambah ruang isolasi. Hal itu karena ketersediaannya anggaran untuk pos penanggulangan pandemi Covid-19. “Pemkab juga sudah merefokusing Rp 92 miliar untuk penanganan Covid,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengungkapkan, jika pihaknya juga mengakui terkait peningkatan Covid tersebut. Karena itu ia juga sudah memerintahkan untuk penambahan ruang isolasi. Yakni dengan menambah ruang di hotel yang sudah biasa dipakai isolasi dan menambah hotel lain yang bisa untuk isolasi. “Karena secara anggaran lebih murah daripada menggunakan Mall Pelayanan Publik (MPP),” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar tetap tertib untuk menjaga protokol kesehatan. Hal itu juga untuk menjaga potensi penyebaran varian baru Covid-19. (son/opi)

SIDOARJO – Panitia Kerja (Panja) DPRD Sidoarjo meminta Pemkab tidak kendor untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes). Hal itu mengingat makin naiknya penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.

Naiknya kasus Covid-19 itu terlihat dari makin penuhnya Bed Occupancy Rate (BOR) untuk perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit. Tanggal 20 Juni tercatat dari 663 bed di ruang isolasi yang dimiliki, sudah penuh 82 persen. Senin (21/6), juga telah dinambah untuk ruang isolasi sehingga totalnya mencapai 825 bed dengan keterisian 70 persen.

Menanggapi hal itu, anggota Panitia Kerja (Panja) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengungkapkan jika peningkatan kasus Covid -19 juga disebabkan salah satunya masyarakat yang kurang tertib terhadap prokes. “Di lapangan memang masyarakat agak abai prokes,” katanya.

Karena itu, pihaknya meminta pemkab untuk terus bergerak mensosialisasikan pentingnya prokes hingga ke RT maupun RW. “Harus bisa jadi budaya. Jangan hanya tertib ketika ada operasi saja,” imbuhnya.

Masih soal naiknya kasus Covid, Bangun juga mengungkapkan jika Pemkab juga cukup mampu untuk menambah ruang isolasi. Hal itu karena ketersediaannya anggaran untuk pos penanggulangan pandemi Covid-19. “Pemkab juga sudah merefokusing Rp 92 miliar untuk penanganan Covid,” sambungnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengungkapkan, jika pihaknya juga mengakui terkait peningkatan Covid tersebut. Karena itu ia juga sudah memerintahkan untuk penambahan ruang isolasi. Yakni dengan menambah ruang di hotel yang sudah biasa dipakai isolasi dan menambah hotel lain yang bisa untuk isolasi. “Karena secara anggaran lebih murah daripada menggunakan Mall Pelayanan Publik (MPP),” tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat agar tetap tertib untuk menjaga protokol kesehatan. Hal itu juga untuk menjaga potensi penyebaran varian baru Covid-19. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/