alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Angka Kematian Ibu Hamil di Sidoarjo Ditargetkan Menurun

SIDOARJO – Angka Kematian Ibu (AKI) hamil ditargetkan terus menurun setiap tahun. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk nenurunkan angka tersebut. Termasuk sosialisasi yang masif kepada ibu hamil terutama di trimester pertama. Namun karena adanya pandemi, sosialisasi sempat terhenti.

Menurut data, pada 2020 AKI mencapai 53,1 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka tersebut turun menjadi 52,4 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2021.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan, tahun ini targetnya 51,8 per 100 ribu kelahiran hidup. Untuk bisa mencapai target tersebut, sejumlah pelayanan kesehatan untuk ibu hamil harus ditingkatkan.

Komisi D meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) agar bisa lebih menggalakkan lagi kegiatan sosialisasi. Serta memaksimalkan program-program kesehatan yang ada.

“Galakkan lagi program posyandu, tambah sosialisasi kesehatan reproduksi,” katanya.

Sebab menurut dia, tindakan pencegahan tidak hanya dilakukan saat sudah hamil. Tetapi bisa dimulai sejak persiapan sebelum hamil. Ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Mulai dari asupan makanan bernutrisi, berolahraga, cukup tidur, hingga sistem imun yang kuat.

Dalam hal perencanaan dan persiapan kehamilan, masyarakat bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan termasuk bidan. “Semua tenaga kesehatan, termasuk bidan juga harus siap melayani masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Stariawarman mengatakan, seluruh bidan sudah ditugaskan untuk memantau kondisi ibu hamil di wilayahnya masing-masing. Juga menjamin kecukupan gizinya agar kehamilan berjalan baik.

Termasuk ketika ada ibu hamil yang pindah wilayah, pindah bidan dan sebagainya, kondisinya juga harus terus dipantau. “Dengan begitu, harapannya, AKI di tahun ini dan seterusnya bisa terus menurun,” ujarnya. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Angka Kematian Ibu (AKI) hamil ditargetkan terus menurun setiap tahun. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk nenurunkan angka tersebut. Termasuk sosialisasi yang masif kepada ibu hamil terutama di trimester pertama. Namun karena adanya pandemi, sosialisasi sempat terhenti.

Menurut data, pada 2020 AKI mencapai 53,1 per 100 ribu kelahiran hidup. Angka tersebut turun menjadi 52,4 per 100 ribu kelahiran hidup pada 2021.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mengatakan, tahun ini targetnya 51,8 per 100 ribu kelahiran hidup. Untuk bisa mencapai target tersebut, sejumlah pelayanan kesehatan untuk ibu hamil harus ditingkatkan.

Komisi D meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) agar bisa lebih menggalakkan lagi kegiatan sosialisasi. Serta memaksimalkan program-program kesehatan yang ada.

“Galakkan lagi program posyandu, tambah sosialisasi kesehatan reproduksi,” katanya.

Sebab menurut dia, tindakan pencegahan tidak hanya dilakukan saat sudah hamil. Tetapi bisa dimulai sejak persiapan sebelum hamil. Ada sejumlah hal yang perlu dilakukan. Mulai dari asupan makanan bernutrisi, berolahraga, cukup tidur, hingga sistem imun yang kuat.

Dalam hal perencanaan dan persiapan kehamilan, masyarakat bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan termasuk bidan. “Semua tenaga kesehatan, termasuk bidan juga harus siap melayani masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sidoarjo drg Syaf Stariawarman mengatakan, seluruh bidan sudah ditugaskan untuk memantau kondisi ibu hamil di wilayahnya masing-masing. Juga menjamin kecukupan gizinya agar kehamilan berjalan baik.

Termasuk ketika ada ibu hamil yang pindah wilayah, pindah bidan dan sebagainya, kondisinya juga harus terus dipantau. “Dengan begitu, harapannya, AKI di tahun ini dan seterusnya bisa terus menurun,” ujarnya. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/