alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Baru Terealisasi 28 Persen, Genjot Imunisasi PCV untuk Bayi

SIDOARJO – Imunisasi Pneumokokus Konjugasi Vaksin (PCV) sudah dimasukkan sebagai imunisasi rutin sejak Juni lalu. Sasaran penerima vaksin PCV adalah bayi usia 2 bulan dosis pertama. Selanjutnya dilengkapi dengan dosis kedua pada usia 3 bulan, dan dosis ketiga lanjutan pada usia 12 bulan.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, ada 17.716 bayi yang menjadi sasaran imunisasi PCV. Hingga September lalu baru 5.066 bayi atau sekitar 28,6 persen yang sudah mendapatkan imunisasi tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo Atho’ Ilah mengatakan, pihaknya kini sedang menggenjot imunisasi PCV. Sebelumnya memang sempat terhambat oleh adanya PPKM. Sehingga kader Posyandu tidak bisa bekerja secara maksimal.

Untuk bisa mendapat imunisasi PCV, orang tua dapat mendatangi puskesmas, posyandu, rumah sakit daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Cukup membawa buku imunisasi dan datang ke puskesmas terdekat.

“Nanti ada penjelasan dan jadwal. Biaya imunisasi gratis,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, imunisasi PCV sangat perlu dilakukan agar anak-anak terhindar dari pneumonia. Jika dibiarkan, bakteri pneumokokus bisa menyebar dan memicu beragam komplikasi pada bagian kepala bayi.

Imunisasi PCV sebenarnya sudah lama ada di rumah sakit. Namun biayanya cukup mahal. Sejak Juni lalu pemerintah menyiapkan imunisasi PCV untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai di delapan kota/kabupaten di Jawa Timur dan enam kota/kab di Jawa Barat.

“Rencananya pada 2022 dijadikan imunisasi wajib untuk seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Imunisasi Pneumokokus Konjugasi Vaksin (PCV) sudah dimasukkan sebagai imunisasi rutin sejak Juni lalu. Sasaran penerima vaksin PCV adalah bayi usia 2 bulan dosis pertama. Selanjutnya dilengkapi dengan dosis kedua pada usia 3 bulan, dan dosis ketiga lanjutan pada usia 12 bulan.

Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, ada 17.716 bayi yang menjadi sasaran imunisasi PCV. Hingga September lalu baru 5.066 bayi atau sekitar 28,6 persen yang sudah mendapatkan imunisasi tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo Atho’ Ilah mengatakan, pihaknya kini sedang menggenjot imunisasi PCV. Sebelumnya memang sempat terhambat oleh adanya PPKM. Sehingga kader Posyandu tidak bisa bekerja secara maksimal.

Untuk bisa mendapat imunisasi PCV, orang tua dapat mendatangi puskesmas, posyandu, rumah sakit daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Cukup membawa buku imunisasi dan datang ke puskesmas terdekat.

“Nanti ada penjelasan dan jadwal. Biaya imunisasi gratis,” katanya.

Selama pandemi Covid-19, imunisasi PCV sangat perlu dilakukan agar anak-anak terhindar dari pneumonia. Jika dibiarkan, bakteri pneumokokus bisa menyebar dan memicu beragam komplikasi pada bagian kepala bayi.

Imunisasi PCV sebenarnya sudah lama ada di rumah sakit. Namun biayanya cukup mahal. Sejak Juni lalu pemerintah menyiapkan imunisasi PCV untuk seluruh wilayah Indonesia. Dimulai di delapan kota/kabupaten di Jawa Timur dan enam kota/kab di Jawa Barat.

“Rencananya pada 2022 dijadikan imunisasi wajib untuk seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/