alexametrics
28 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Mimik Idayana Lunasi Tunggakan BPJS Anak Penderita Usus di Luar Tubuh 

SIDOARJO – Simpati berdatangan kepada Achmad Rizal Kurdianto. Bocah 5 tahun itu menderita gastroschisis atau usus berada di luar tubuh.

Kamis (17/2), anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana mendatangi rumahnya di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin sekitar pukul 09.00.

Politikus Gerindra ini sangat terenyuh melihat kondisi bocah TK tersebut. Apalagi selama ini, Rizal tidak mendapatkan pengobatan.

“Saya mendengar bahwa ibu Rizal tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan selama 2,5 tahun. Saya akan selesaikan dulu tunggakan BPJS tersebut agar kepesertaannya aktif kembali,” katanya.

Mimik berharap, sebelum menjalani operasi, Rizal menjalani kembali check up yang sempat terhenti karena ketiadaan biaya. Dia bersedia menyediakan mobil ambulans untuk sarana transportasi Rizal ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Informasi dari sang ibu, Rizal sudah cukup umur untuk menjalani operasi karena usianya telah lebih 5 tahun. Semoga operasi bisa digelar segera sehingga Rizal bisa tumbuh sehat seperti anak lain,” harap Mimik.

Rizal lahir dari pasangan Ahmad Kurdi, 46, dan Eny Sofiyah, 43, warga Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin. Eny, sang ibu dengan menangis menceritakan, ia melahirkan putra keduanya tersebut pada 25 Januari 2017 di sebuah rumah sakit swasta di Sidoarjo.

“Saya tidak pernah membayangkan kondisi anak saya seperti itu. Tapi ya apa, ini kehendak Gusti (Allah, Red),” ucapnya.

Seminggu setelah dilahirkan, Eny membawa Rizal berobat ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Namun dokter mengatakan, operasi baru bisa dilaksanakan saat usia Rizal mencapai umur lima tahun,” jelasnya. Selama menunggu usia matang, Rizal diwajibkan kontrol ke rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini. Namun, karena tidak ada biaya, Eny menghentikan check up anaknya.

Saat ini, Rizal dan kakaknya Rizky, 20, tinggal bersama sang ibu dan neneknya si rumah sederhana di RT 17/RW V, Desa Kesensari, Kecamatan Tanggulangin. Sementara sang ayah pulang ke Lamongan. Untuk hidup sehari-hari, Eny bekerja serabutan. Apa saja dia kerjakan. Sesekali, pesanan membuat tas datang. Namum itupun tidak rutin ada. (son/vga)

SIDOARJO – Simpati berdatangan kepada Achmad Rizal Kurdianto. Bocah 5 tahun itu menderita gastroschisis atau usus berada di luar tubuh.

Kamis (17/2), anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana mendatangi rumahnya di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin sekitar pukul 09.00.

Politikus Gerindra ini sangat terenyuh melihat kondisi bocah TK tersebut. Apalagi selama ini, Rizal tidak mendapatkan pengobatan.

“Saya mendengar bahwa ibu Rizal tidak mampu membayar iuran BPJS Kesehatan selama 2,5 tahun. Saya akan selesaikan dulu tunggakan BPJS tersebut agar kepesertaannya aktif kembali,” katanya.

Mimik berharap, sebelum menjalani operasi, Rizal menjalani kembali check up yang sempat terhenti karena ketiadaan biaya. Dia bersedia menyediakan mobil ambulans untuk sarana transportasi Rizal ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Informasi dari sang ibu, Rizal sudah cukup umur untuk menjalani operasi karena usianya telah lebih 5 tahun. Semoga operasi bisa digelar segera sehingga Rizal bisa tumbuh sehat seperti anak lain,” harap Mimik.

Rizal lahir dari pasangan Ahmad Kurdi, 46, dan Eny Sofiyah, 43, warga Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin. Eny, sang ibu dengan menangis menceritakan, ia melahirkan putra keduanya tersebut pada 25 Januari 2017 di sebuah rumah sakit swasta di Sidoarjo.

“Saya tidak pernah membayangkan kondisi anak saya seperti itu. Tapi ya apa, ini kehendak Gusti (Allah, Red),” ucapnya.

Seminggu setelah dilahirkan, Eny membawa Rizal berobat ke RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Namun dokter mengatakan, operasi baru bisa dilaksanakan saat usia Rizal mencapai umur lima tahun,” jelasnya. Selama menunggu usia matang, Rizal diwajibkan kontrol ke rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini. Namun, karena tidak ada biaya, Eny menghentikan check up anaknya.

Saat ini, Rizal dan kakaknya Rizky, 20, tinggal bersama sang ibu dan neneknya si rumah sederhana di RT 17/RW V, Desa Kesensari, Kecamatan Tanggulangin. Sementara sang ayah pulang ke Lamongan. Untuk hidup sehari-hari, Eny bekerja serabutan. Apa saja dia kerjakan. Sesekali, pesanan membuat tas datang. Namum itupun tidak rutin ada. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/