alexametrics
28 C
Sidoarjo
Tuesday, 21 September 2021

Tidak Ada Laporan KIPI Vaksin Covid, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

SIDOARJO – Program vaksinasi mulai dijalankan pemerintah kepada tenaga
kesehatan setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksinasi pertama kali, Rabu (13/1) lalu. Hal ini jadi tonggak upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi rakyat Indonesia, serta mengurangi laju penularan Covid-19 yang menimbulkan kesakitan dan kematian bagi rakyat Indonesia.

Masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi serta tidak mengkhawatirkan
dampak serius dari vaksin Covid-19. “Alhamdulillah sampai saat ini (15/1) belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang terjadi. Jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa
masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan. Nanti laporan dicatat dan akan ditindaklanjuti Komisi Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan komite independen dalam mengkaji hal ini,” terang Prof. DR. Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Prof. Hindra mengatakan KIPI merupakan dampak alamiah dari produk vaksin. “Vaksin ini merupakan produk biologis, sehingga pada waktu dimasukkan ke dalam tubuh maka reaksi alamiahnya adalah memang menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, pegal, bahkan menimbulkan demam, namun data menunjukkan gejala-gejala tadi
jumlahnya kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Hindra Irawan menyampaikan rasa syukurnya karena program vaksinasi telah Berjalan. “Kita patut bersyukur kepada Allah S.W.T, selain kita berikhtiar menjalankan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta melakukan 3T: tes, telusur, dan tindak lanjut, untungnya para ahli mencari upaya tambahan berupa vaksinasi untuk mencegah
dan memberikan kekebalan dan sudah terbukti vaksin berhasil mengeradikasi penyakit cacar, mengeliminasi campak, dan tetanus neonatorum serta penyakit menular lainnya,” ungkapnya.

Prof. Hindra juga meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 sudah teruji keamanan dan efikasinya. “Vaksin ini sudah kita uji baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan hasilnya telah kita peroleh sehingga memberikan tambahan perlindungan yang cukup bagi kita dan melengkapi usahausaha pencegahan yang kita lakukan,” jelas Prof. Hindra.

Menanggapi banyaknya masyarakat yang masih khawatir dengan efek dari vaksin, Prof. Hindra punya pendapatnya sendiri. “Saya kira masyarakat takut divaksinasi karena ada berita tidak benar terkait vaksin Covid-19 ini. Masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir dan jangan mudah percaya berita-berita hoaks yang beredar. Terutama berita terkait vaksin yang mampu berdampak serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak mungkin memberikan izin penggunaan apabila vaksin Covid-19 terbukti tidak aman,” pungkasnya. (ers/opi)

SIDOARJO – Program vaksinasi mulai dijalankan pemerintah kepada tenaga
kesehatan setelah Presiden Joko Widodo mendapatkan vaksinasi pertama kali, Rabu (13/1) lalu. Hal ini jadi tonggak upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi rakyat Indonesia, serta mengurangi laju penularan Covid-19 yang menimbulkan kesakitan dan kematian bagi rakyat Indonesia.

Masyarakat juga diimbau untuk berpartisipasi serta tidak mengkhawatirkan
dampak serius dari vaksin Covid-19. “Alhamdulillah sampai saat ini (15/1) belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang terjadi. Jadi apabila ada kejadian yang tidak diinginkan atau kejadian luar biasa
masyarakat harus melapor ke fasilitas kesehatan. Nanti laporan dicatat dan akan ditindaklanjuti Komisi Daerah dan Komisi Nasional KIPI yang merupakan komite independen dalam mengkaji hal ini,” terang Prof. DR. Dr. Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).

Prof. Hindra mengatakan KIPI merupakan dampak alamiah dari produk vaksin. “Vaksin ini merupakan produk biologis, sehingga pada waktu dimasukkan ke dalam tubuh maka reaksi alamiahnya adalah memang menimbulkan reaksi lokal di tempat suntikan berupa kemerahan, pegal, bahkan menimbulkan demam, namun data menunjukkan gejala-gejala tadi
jumlahnya kurang dari 1 persen dan bisa hilang dengan sendirinya,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Hindra Irawan menyampaikan rasa syukurnya karena program vaksinasi telah Berjalan. “Kita patut bersyukur kepada Allah S.W.T, selain kita berikhtiar menjalankan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta melakukan 3T: tes, telusur, dan tindak lanjut, untungnya para ahli mencari upaya tambahan berupa vaksinasi untuk mencegah
dan memberikan kekebalan dan sudah terbukti vaksin berhasil mengeradikasi penyakit cacar, mengeliminasi campak, dan tetanus neonatorum serta penyakit menular lainnya,” ungkapnya.

Prof. Hindra juga meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 sudah teruji keamanan dan efikasinya. “Vaksin ini sudah kita uji baik di luar negeri maupun di dalam negeri dan hasilnya telah kita peroleh sehingga memberikan tambahan perlindungan yang cukup bagi kita dan melengkapi usahausaha pencegahan yang kita lakukan,” jelas Prof. Hindra.

Menanggapi banyaknya masyarakat yang masih khawatir dengan efek dari vaksin, Prof. Hindra punya pendapatnya sendiri. “Saya kira masyarakat takut divaksinasi karena ada berita tidak benar terkait vaksin Covid-19 ini. Masyarakat sebetulnya tidak perlu khawatir dan jangan mudah percaya berita-berita hoaks yang beredar. Terutama berita terkait vaksin yang mampu berdampak serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan tidak mungkin memberikan izin penggunaan apabila vaksin Covid-19 terbukti tidak aman,” pungkasnya. (ers/opi)


Berita HITS

Berita Terbaru

Trending Tags