alexametrics
31 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Laboratorium PCR Di Kontainer Segera Dibongkar

SIDOARJO – Laboratorium mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk pemeriksaan sampel swab yang tersimpan dalam kontainer di kawasan di GOR Delta, bakal segera dibongkar. Mengingat sejak Maret Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) menghentikan pemeriksanaan swab secara cuma-cuma. Kini tidak ada aktivitas sama sekali disana.

Sebelum resmi berhenti, lab tersebut juga pernah berhenti operasional pada November 2020. Lalu kembali aktif dua pekan kemudian. Hingga akhirnya BNPB pada Maret tidak lagi menanggung biaya uji swab gratis itu.

Padahal sejak mulai beroperasi Juni 2020, lab ini membantu mempercepat keluarnya hasil tracing. Sehingga masyarakat Sidoarjo tidak perlu menunggu lama karena antrean panjang dari lab di Surabaya.

Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah menjelaskan tidak hanya di Sidoarjo, bantuan mesin PCR dari BNPB didaerah lain sudah nonaktif.

Kemudian lanjutnya, di tiga rumah sakit rujukan yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar dan RS Mitra Keluarga Waru sudah memiliki mesin PCR sendiri. “Itu diperuntukkan khusus bagi pemeriksaan pasien Covid-19 yang dirawat di sana,” katanya.

Bagi RS rujukan Covid-19 lainnya, uji swab dikirim ke RSUD dr. Soetomo atau Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). “Tidak banyak. Sehari hanya dua sampai empat sampel saja,” imbuhnya.

Sebab saat ini situasi Covid-19 sangat melandai. Kasus konfirmasi positif 12 orang per hari.

Sementara untuk tracing bagi keluarga yang kontak erat dengan penderita Covid-19, tidak perlu menjalani pemeriksaan swab PCR.

Cukup dengan rapid antigen yang keakuratannya mendekati 100 persen. Itupun bisa dilakukan di puskesmas. (rpp/opi)

 

SIDOARJO – Laboratorium mesin polymerase chain reaction (PCR) untuk pemeriksaan sampel swab yang tersimpan dalam kontainer di kawasan di GOR Delta, bakal segera dibongkar. Mengingat sejak Maret Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) menghentikan pemeriksanaan swab secara cuma-cuma. Kini tidak ada aktivitas sama sekali disana.

Sebelum resmi berhenti, lab tersebut juga pernah berhenti operasional pada November 2020. Lalu kembali aktif dua pekan kemudian. Hingga akhirnya BNPB pada Maret tidak lagi menanggung biaya uji swab gratis itu.

Padahal sejak mulai beroperasi Juni 2020, lab ini membantu mempercepat keluarnya hasil tracing. Sehingga masyarakat Sidoarjo tidak perlu menunggu lama karena antrean panjang dari lab di Surabaya.

Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sidoarjo Muhammad Atho’illah menjelaskan tidak hanya di Sidoarjo, bantuan mesin PCR dari BNPB didaerah lain sudah nonaktif.

Kemudian lanjutnya, di tiga rumah sakit rujukan yakni RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar dan RS Mitra Keluarga Waru sudah memiliki mesin PCR sendiri. “Itu diperuntukkan khusus bagi pemeriksaan pasien Covid-19 yang dirawat di sana,” katanya.

Bagi RS rujukan Covid-19 lainnya, uji swab dikirim ke RSUD dr. Soetomo atau Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK). “Tidak banyak. Sehari hanya dua sampai empat sampel saja,” imbuhnya.

Sebab saat ini situasi Covid-19 sangat melandai. Kasus konfirmasi positif 12 orang per hari.

Sementara untuk tracing bagi keluarga yang kontak erat dengan penderita Covid-19, tidak perlu menjalani pemeriksaan swab PCR.

Cukup dengan rapid antigen yang keakuratannya mendekati 100 persen. Itupun bisa dilakukan di puskesmas. (rpp/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/