alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Kurang Imunisasi, Kucuran DID Sidoarjo Terkikis

SIDOARJO – Kucuran Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Sidoarjo berkurang drastis. Salah satunya karena faktor skor imunisasi balita yang rendah. DPRD Sidoarjo juga menyayangkan perihal tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso menguraikan, ada beberapa indikator di Dinas Kesehatan yang belum memenuhi passing grade. Hal itu yang menjadi salah satu sebab kucuran dana DID dari APBN tidak mengalir ke Sidoarjo.

Diantaranya belanja modal kesehatan yang hanya mencapai skor 45. Kemudian balita mendapat imunisasi lengkap hanya mencapai skor 50. “Persalinan di fasilitas kesehatan skornya juga baru 75,” katanya.

Secara makro Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, M.Rojik menguraikan jika di tahun 2021 ini mendapat kucuran DID dari pusat hanya sebesar Rp 18,19 miliar. ” Padahal tahun 2020 mencapai Rp 61,8 miliar,” katanya.

Rendahnya kucuran DID yang diterima tentunya sangat disayangkan. Padahal dana itu juga sangat membantu untuk pembangunan dan operasional pemerintahan daerah. Diharapkan Pemkab Sidoarjo termasuk dinas terkait dapat meningkatkan kualitas di 2021 ini.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman menguraikan, kecilnya pelaksanaan imunisasi juga bukan tanpa sebab. Kondisi pandemi Covid 19 juga memberikan efek kecilnya pelaksanaan imunisasi di daerah. “Angkanya (imunisasi, Red) kecil karena banyak fokus untuk kegiatan vaksinasi juga,” katanya.

Selepas penanggulangan Covid -19, dinas Kesehatan juga akan meningkatkan layanan. Termasuk program pelayanan kesehatan terkait imunisasi ataupun persalinan warga di faskes. (son/opi)

SIDOARJO – Kucuran Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Sidoarjo berkurang drastis. Salah satunya karena faktor skor imunisasi balita yang rendah. DPRD Sidoarjo juga menyayangkan perihal tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso menguraikan, ada beberapa indikator di Dinas Kesehatan yang belum memenuhi passing grade. Hal itu yang menjadi salah satu sebab kucuran dana DID dari APBN tidak mengalir ke Sidoarjo.

Diantaranya belanja modal kesehatan yang hanya mencapai skor 45. Kemudian balita mendapat imunisasi lengkap hanya mencapai skor 50. “Persalinan di fasilitas kesehatan skornya juga baru 75,” katanya.

Secara makro Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, M.Rojik menguraikan jika di tahun 2021 ini mendapat kucuran DID dari pusat hanya sebesar Rp 18,19 miliar. ” Padahal tahun 2020 mencapai Rp 61,8 miliar,” katanya.

Rendahnya kucuran DID yang diterima tentunya sangat disayangkan. Padahal dana itu juga sangat membantu untuk pembangunan dan operasional pemerintahan daerah. Diharapkan Pemkab Sidoarjo termasuk dinas terkait dapat meningkatkan kualitas di 2021 ini.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Syaf Satriawarman menguraikan, kecilnya pelaksanaan imunisasi juga bukan tanpa sebab. Kondisi pandemi Covid 19 juga memberikan efek kecilnya pelaksanaan imunisasi di daerah. “Angkanya (imunisasi, Red) kecil karena banyak fokus untuk kegiatan vaksinasi juga,” katanya.

Selepas penanggulangan Covid -19, dinas Kesehatan juga akan meningkatkan layanan. Termasuk program pelayanan kesehatan terkait imunisasi ataupun persalinan warga di faskes. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/