alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Apresiasi Perjuangan Nakes, Masyarakat Diminta Patuhi Prokes

SIDOARJO – Tenaga kesehatan (nakes) adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya risiko besar terpapar langsung dengan virus Covid-19.

Maka tak heran jika tidak sedikit nakes yang meninggal di masa pandemi, demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Karena itu, layak jika dikatakan nakes sebagai pahlawan pandemi Covid-19. Perjuangan dan dedikasinya perlu diapresiasi.

Dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Rabu (10/11), Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan Diono Susilo menyatakan, pahlawan selama ini identik dengan militer, tapi ternyata nakes juga menjadi pahlawan di masa pandemi. “Pemerintah juga melihat para nakes memberikan yang terbaik meski nyawa sendiri dalam ancaman,” tuturnya.

Kepada para pahlawan ini, ujarnya, apresiasi diberikan pemerintah di antaranya berupa tanda kehormatan, peluang beasiswa maupun dukungan finansial seperti dalam bentuk santunan kematian bagi mereka yang gugur dalam bertugas pelayanan Covid-19, serta insentif.

Pada awal masa pandemi, katanya, banyak nakes yang gugur disebabkan faktor ketidaktahuan. Dimana masyarakat sering kurang jujur terkait gejala yang dialami atau kontak eratnya. “Akibatnya nakes ikut terpapar. Selain itu juga faktor lokasi pekerjaan dan kelelahan,” lanjutnya.

Seiring waktu, situasi lebih terjaga sehingga Diono berharap dengan pembelajaran tersebut, risiko gugurnya nakes karena bertugas dapat ditekan sekecil mungkin. Saat ini, meski pandemi telah melandai berkat kerja sama semua elemen, Diono menyebutkan pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Prokes adalah kunci keselamatan kita semua. Kalau kita sehat, ekonomi juga sehat,” tandasnya.

Upaya pemantauan juga masih tetap dilakukan di seluruh wilayah, sehingga dapat dilakukan tindakan apabila terjadi pergerakan kasus. Penegakan hukum, menurutnya, juga dapat dilakukan untuk menindak pelanggaran, agar masyarakat lebih berhati-hati.

Pandemi Covid-19, kata Diono, seharusnya membuat masyarakat lebih sadar bahwa kesehatan itu mutlak diperlukan. Dalam momentum ini, peran Posyandu dalam sosialisasi hidup sehat dinilai sangat bermanfaat. Begitu pula peran Nakes di sektor layanan primer, sekunder, dan tersier untuk menyampaikan gerakan hidup sehat dan pola hidup sehat. “Kita lakukan sosialisasi hidup sehat agar masyarakat selalu sadar bahwa sehat itu mahal harganya dan berdampak pada ekonomi, baik individu maupun negara,” ungkap Diono.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional Harif Fadhillah menyatakan bahwa seharusnya dalam masa pandemi ini, semua pihak dapat saling merawat. Perawat memberikan perawatan kesehatan kepada masyarakat sesuai kompetensinya. “Sedangkan masyarakat juga merawat motivasi sehingga semua dapat bertahan melawan pandemi,” kata Harif.

Ia menuturkan, pengalaman paling mendalam dalam tugas pelayanan Covid-19 adalah ketika harus merawat teman sejawat yang kritis hingga berhasil sembuh. Menurutnya, dalam bertugas, kekuatan team work sangat membantu guna saling membangkitkan semangat. “Kebersamaan itu digunakan sebagai motivasi, bahwa meski tugas sangat berat, tapi harus dilalui dengan keceriaan dan potensi masing-masing dalam upaya mempertahankan semangat,” ungkap Harif. (ebi/opi)

SIDOARJO – Tenaga kesehatan (nakes) adalah salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di saat pandemi. Selain dituntut waktu dan energi, pekerjaan ini juga punya risiko besar terpapar langsung dengan virus Covid-19.

Maka tak heran jika tidak sedikit nakes yang meninggal di masa pandemi, demi menyelamatkan banyak nyawa lainnya. Karena itu, layak jika dikatakan nakes sebagai pahlawan pandemi Covid-19. Perjuangan dan dedikasinya perlu diapresiasi.

Dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Rabu (10/11), Kepala Pusat Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM (PPSDM) Kesehatan Diono Susilo menyatakan, pahlawan selama ini identik dengan militer, tapi ternyata nakes juga menjadi pahlawan di masa pandemi. “Pemerintah juga melihat para nakes memberikan yang terbaik meski nyawa sendiri dalam ancaman,” tuturnya.

Kepada para pahlawan ini, ujarnya, apresiasi diberikan pemerintah di antaranya berupa tanda kehormatan, peluang beasiswa maupun dukungan finansial seperti dalam bentuk santunan kematian bagi mereka yang gugur dalam bertugas pelayanan Covid-19, serta insentif.

Pada awal masa pandemi, katanya, banyak nakes yang gugur disebabkan faktor ketidaktahuan. Dimana masyarakat sering kurang jujur terkait gejala yang dialami atau kontak eratnya. “Akibatnya nakes ikut terpapar. Selain itu juga faktor lokasi pekerjaan dan kelelahan,” lanjutnya.

Seiring waktu, situasi lebih terjaga sehingga Diono berharap dengan pembelajaran tersebut, risiko gugurnya nakes karena bertugas dapat ditekan sekecil mungkin. Saat ini, meski pandemi telah melandai berkat kerja sama semua elemen, Diono menyebutkan pihaknya terus berupaya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. “Prokes adalah kunci keselamatan kita semua. Kalau kita sehat, ekonomi juga sehat,” tandasnya.

Upaya pemantauan juga masih tetap dilakukan di seluruh wilayah, sehingga dapat dilakukan tindakan apabila terjadi pergerakan kasus. Penegakan hukum, menurutnya, juga dapat dilakukan untuk menindak pelanggaran, agar masyarakat lebih berhati-hati.

Pandemi Covid-19, kata Diono, seharusnya membuat masyarakat lebih sadar bahwa kesehatan itu mutlak diperlukan. Dalam momentum ini, peran Posyandu dalam sosialisasi hidup sehat dinilai sangat bermanfaat. Begitu pula peran Nakes di sektor layanan primer, sekunder, dan tersier untuk menyampaikan gerakan hidup sehat dan pola hidup sehat. “Kita lakukan sosialisasi hidup sehat agar masyarakat selalu sadar bahwa sehat itu mahal harganya dan berdampak pada ekonomi, baik individu maupun negara,” ungkap Diono.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional Harif Fadhillah menyatakan bahwa seharusnya dalam masa pandemi ini, semua pihak dapat saling merawat. Perawat memberikan perawatan kesehatan kepada masyarakat sesuai kompetensinya. “Sedangkan masyarakat juga merawat motivasi sehingga semua dapat bertahan melawan pandemi,” kata Harif.

Ia menuturkan, pengalaman paling mendalam dalam tugas pelayanan Covid-19 adalah ketika harus merawat teman sejawat yang kritis hingga berhasil sembuh. Menurutnya, dalam bertugas, kekuatan team work sangat membantu guna saling membangkitkan semangat. “Kebersamaan itu digunakan sebagai motivasi, bahwa meski tugas sangat berat, tapi harus dilalui dengan keceriaan dan potensi masing-masing dalam upaya mempertahankan semangat,” ungkap Harif. (ebi/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/