alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Derita Spina Bifida dan Hidrosefalus, Pemkab Tanggung Biaya Pengobatan Nayla 

SIDOARJO – Nayla, bayi asal Desa Gedangrowo RT 2/RW 3 Kecamatan Prambon menderita penyakit spina bifida atau kelainan bawaan pada tabung saraf tulang belakang. Bayi beruisa 3 bulan itu juga divonis menderita hidrosefalus. Yakni, menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak.

Bayi yang lahir Oktober 2021 itu hanya bisa terbaring lemah. Evita Nuriana, sang ibunda menceritakan segala upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan anaknya tersebut. Termasuk membawa berobat ke RSUD dr Soetomo.

“Tiga bulan lamanya anak saya dirawat di RSUD dr Soetomo. Sudah dioperasi juga, namun pascaoperasi luka di punggungnya kembali terbuka,” ujar Evita.

Mendengar kabar itu, Wakil Bupati Subandi mengunjungi rumah Nayla bersama Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman serta Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Asrofi, Jumat (7/1).

Kedatangannya untuk memastikan pengobatan Nayla berjalan lancar. Sekaligus memberikan semangat kepada orang tuanya bagi untuk kesembuhan buah hatinya.

Subandi meminta Dinas Kesehatan memeriksa kondisi Nayla setiap hari dan mendampingi pengobatan Nayla sampai tuntas. “Senin (10/1) besok, Dinas Kesehatan Sidoarjo dimintanya untuk membawa Nayla ke RSUD dr Soetomo,” ucapnya.

Seluruh akomodasi akan ditanggung Pemkab Sidoarjo. Menurutnya, hal seperti ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menegaskan, Nayla pernah dirawat di RSUD Sidoarjo. Pada proses pengobatan selanjutnya, Nayla dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Setelah beberapa bulan dirawat, pihak keluarga memutuskan untuk merawat Nayla di rumah.

Namun menurut Syaf, pihak rumah sakit dr Soetomo memang sudah memperbolehkan Nayla pulang dan dilanjutkan layanan kontrol rawat jalan.

“Setelah kami kroscek ini memang bukan pulang paksa, namun sudah boleh pulang dengan layanan kontrol rawat jalan, jadi hari Senin besok rawat jalan di sana, kontrol, mudah-mudahan kalau itu bisa dilakukan dengan rawat jalan jadi tidak perlu rawat inap,” ujarnya. (rpp/vga)

SIDOARJO – Nayla, bayi asal Desa Gedangrowo RT 2/RW 3 Kecamatan Prambon menderita penyakit spina bifida atau kelainan bawaan pada tabung saraf tulang belakang. Bayi beruisa 3 bulan itu juga divonis menderita hidrosefalus. Yakni, menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak.

Bayi yang lahir Oktober 2021 itu hanya bisa terbaring lemah. Evita Nuriana, sang ibunda menceritakan segala upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan anaknya tersebut. Termasuk membawa berobat ke RSUD dr Soetomo.

“Tiga bulan lamanya anak saya dirawat di RSUD dr Soetomo. Sudah dioperasi juga, namun pascaoperasi luka di punggungnya kembali terbuka,” ujar Evita.

Mendengar kabar itu, Wakil Bupati Subandi mengunjungi rumah Nayla bersama Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman serta Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Asrofi, Jumat (7/1).

Kedatangannya untuk memastikan pengobatan Nayla berjalan lancar. Sekaligus memberikan semangat kepada orang tuanya bagi untuk kesembuhan buah hatinya.

Subandi meminta Dinas Kesehatan memeriksa kondisi Nayla setiap hari dan mendampingi pengobatan Nayla sampai tuntas. “Senin (10/1) besok, Dinas Kesehatan Sidoarjo dimintanya untuk membawa Nayla ke RSUD dr Soetomo,” ucapnya.

Seluruh akomodasi akan ditanggung Pemkab Sidoarjo. Menurutnya, hal seperti ini menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menegaskan, Nayla pernah dirawat di RSUD Sidoarjo. Pada proses pengobatan selanjutnya, Nayla dirujuk ke RSUD dr Soetomo. Setelah beberapa bulan dirawat, pihak keluarga memutuskan untuk merawat Nayla di rumah.

Namun menurut Syaf, pihak rumah sakit dr Soetomo memang sudah memperbolehkan Nayla pulang dan dilanjutkan layanan kontrol rawat jalan.

“Setelah kami kroscek ini memang bukan pulang paksa, namun sudah boleh pulang dengan layanan kontrol rawat jalan, jadi hari Senin besok rawat jalan di sana, kontrol, mudah-mudahan kalau itu bisa dilakukan dengan rawat jalan jadi tidak perlu rawat inap,” ujarnya. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/