alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

IDAI Siagakan Relawan Dokter Spesialis Anak di Semeru

SIDOARJO – Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengirimkan sejumlah dokter spesialis anak yang tergabung dalam Satgas Bencana IDAI untuk membantu para tenaga kesehatan di wilayah bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang.

Ketua Umum IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) mengatakan, Tim Relawan Satgas Bencana IDAI dan anggota IDAI di wilayah terdekat sudah melakukan penyisiran awal untuk memetakan kondisi kesehatan. Mereka juga melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Semeru, khususnya anak-anak.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, fasilitas kesehatan setempat, serta IDI Cabang dan badan penanganan bencana di wilayah tersebut agar dapat memaksimalkan potensi bantuan dari Relawan Satgas Bencana IDAI,” ungkap dr. Piprim dalam keterangan resminya, Senin (6/12).

Tim Satgas Bencana IDAI dibagi menjadi dua ke area terdampak di Lumajang yaitu di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Dr Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A (K), Ketua Satgas Bencana IDAI yang memimpin penyisiran di Kecamatan Pronojiwo memaparkan, alur rujukan korban bencana di wilayah tersebut dibantu oleh pemerintah kabupaten dan Pemerintah Kota Malang. Pada saat penyisiran di wilayah tersebut melalui empat titik pengungsian yaitu Kantor Desa Oro-Oro Ombo, SDN 2 dan SDN 4 Oro-Oro Ombo, serta Masjid Oro-Oro Ombo, belum ditemukan korban dewasa dan anak yang mengalami luka bakar. “Keempat titik pengungsian tersebut menampung pengungsi dari desa terdampak yaitu Desa Supit Urang,” kata dr. Kadafi.

Dalam penyisiran awal di wilayah Kecamatan Pronojiwo tersebut, dr. Kadafi bersama anggota IDAI Malang dr Daendy Nova, Sp.A juga membagikan 2.500 masker medis melalui Puskesmas setempat. Bantuan itu diberikan langsung ke posko kesehatan sambil melakukan pengecekan kesehatan pada pengungsi di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil penyisiran, dr. Kadafi mencatat bahwa wilayah tersebut saat ini membutuhkan bantuan air bersih dikarenakan pemadaman listrik sehingga warga kesulitan mengakses air bersih. Selain itu bantuan pembalut wanita dan selimut untuk semua usia juga dibutuhkan.

Sementara dari sisi makanan, dr. Khadafi merekomendasikan bagi masyarakat yang hendak memberikan bantuan sebaiknya tidak dominan memberikan mi instan karena membutuhkan air bersih yang mana masih menjadi kendala utama di wilayah tersebut. “Dapur umum darurat yang dibangun di SDN 02 Oro-Oro Ombo saat ini menjadi titik utama distribusi makanan siap makan bagi para pengungsi,” sambungnya.

Sementara itu, dr Muhammad Reza, M. Biomed, Sp.A (K) dari Satgas Bencana IDAI yang juga anggota IDAI Probolinggo bertugas menyusur wilayah Kecamatan Candipuro Lumajang. Ia berkoordinasi dengan IDI Lumajang untuk melakukan pelayanan kesehatan segera bagi korban bencana.

Di wilayah Kabupaten Lumajang ini terdapat tujuh posko pengungsian terpusat milik pemerintah kabupaten, dan empat posko pengungsian di wilayah kisaran Candipuro. Sementara pusat penyaluran bantuan logistik berada di pendopo bupati dan Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang sebagai koordinator penerimaan dan penyaluran logistik, bantuan alat kesehatan dan obat-obatan terpusat di Dinas Kesehatan Lumajang.

“Rata-rata posko pengungsian di kisaran Candipuro berisi 40 hingga 60 anak-anak, dimana dari total seluruh pengungsian di Candipuro, 40 persen di antaranya adalah balita,” ungkap dr. Reza.

Untuk wilayah Candipuro, seluruh korban bencana yang membutuhkan tatalaksana spesialistik akan dirujuk ke RSUD Pasirian sebagai yang paling terdekat, RS Bhayangkara dan RSUD Haryoto di Lumajang. Hingga saat ini, dr Reza telah menemukan dua remaja dengan luka bakar tingkat sedang di RSUD Pasirian, belum dijumpai adanya pasien trauma inhalan, atau kondisi infeksi lainnya dampak langsung dari erupsi. (ers/opi)

 

SIDOARJO – Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengirimkan sejumlah dokter spesialis anak yang tergabung dalam Satgas Bencana IDAI untuk membantu para tenaga kesehatan di wilayah bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang.

Ketua Umum IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A (K) mengatakan, Tim Relawan Satgas Bencana IDAI dan anggota IDAI di wilayah terdekat sudah melakukan penyisiran awal untuk memetakan kondisi kesehatan. Mereka juga melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Semeru, khususnya anak-anak.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, fasilitas kesehatan setempat, serta IDI Cabang dan badan penanganan bencana di wilayah tersebut agar dapat memaksimalkan potensi bantuan dari Relawan Satgas Bencana IDAI,” ungkap dr. Piprim dalam keterangan resminya, Senin (6/12).

Tim Satgas Bencana IDAI dibagi menjadi dua ke area terdampak di Lumajang yaitu di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Dr Kurniawan Taufiq Kadafi, Sp.A (K), Ketua Satgas Bencana IDAI yang memimpin penyisiran di Kecamatan Pronojiwo memaparkan, alur rujukan korban bencana di wilayah tersebut dibantu oleh pemerintah kabupaten dan Pemerintah Kota Malang. Pada saat penyisiran di wilayah tersebut melalui empat titik pengungsian yaitu Kantor Desa Oro-Oro Ombo, SDN 2 dan SDN 4 Oro-Oro Ombo, serta Masjid Oro-Oro Ombo, belum ditemukan korban dewasa dan anak yang mengalami luka bakar. “Keempat titik pengungsian tersebut menampung pengungsi dari desa terdampak yaitu Desa Supit Urang,” kata dr. Kadafi.

Dalam penyisiran awal di wilayah Kecamatan Pronojiwo tersebut, dr. Kadafi bersama anggota IDAI Malang dr Daendy Nova, Sp.A juga membagikan 2.500 masker medis melalui Puskesmas setempat. Bantuan itu diberikan langsung ke posko kesehatan sambil melakukan pengecekan kesehatan pada pengungsi di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil penyisiran, dr. Kadafi mencatat bahwa wilayah tersebut saat ini membutuhkan bantuan air bersih dikarenakan pemadaman listrik sehingga warga kesulitan mengakses air bersih. Selain itu bantuan pembalut wanita dan selimut untuk semua usia juga dibutuhkan.

Sementara dari sisi makanan, dr. Khadafi merekomendasikan bagi masyarakat yang hendak memberikan bantuan sebaiknya tidak dominan memberikan mi instan karena membutuhkan air bersih yang mana masih menjadi kendala utama di wilayah tersebut. “Dapur umum darurat yang dibangun di SDN 02 Oro-Oro Ombo saat ini menjadi titik utama distribusi makanan siap makan bagi para pengungsi,” sambungnya.

Sementara itu, dr Muhammad Reza, M. Biomed, Sp.A (K) dari Satgas Bencana IDAI yang juga anggota IDAI Probolinggo bertugas menyusur wilayah Kecamatan Candipuro Lumajang. Ia berkoordinasi dengan IDI Lumajang untuk melakukan pelayanan kesehatan segera bagi korban bencana.

Di wilayah Kabupaten Lumajang ini terdapat tujuh posko pengungsian terpusat milik pemerintah kabupaten, dan empat posko pengungsian di wilayah kisaran Candipuro. Sementara pusat penyaluran bantuan logistik berada di pendopo bupati dan Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang sebagai koordinator penerimaan dan penyaluran logistik, bantuan alat kesehatan dan obat-obatan terpusat di Dinas Kesehatan Lumajang.

“Rata-rata posko pengungsian di kisaran Candipuro berisi 40 hingga 60 anak-anak, dimana dari total seluruh pengungsian di Candipuro, 40 persen di antaranya adalah balita,” ungkap dr. Reza.

Untuk wilayah Candipuro, seluruh korban bencana yang membutuhkan tatalaksana spesialistik akan dirujuk ke RSUD Pasirian sebagai yang paling terdekat, RS Bhayangkara dan RSUD Haryoto di Lumajang. Hingga saat ini, dr Reza telah menemukan dua remaja dengan luka bakar tingkat sedang di RSUD Pasirian, belum dijumpai adanya pasien trauma inhalan, atau kondisi infeksi lainnya dampak langsung dari erupsi. (ers/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/