alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Vaksinasi di Sidoarjo Tunggu BPOM

SIDOARJO – Vaksinasi virus corona jenis baru (Covid-19) sudah ditunggu masyarakat. Kabupaten/kota di Jawa Timur kini tengah menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum vaksin mulai diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menjelaskan pemerintah masih dalam tahap mengawal keputusan BPOM. “Baru setelah itu menyurati kabupaten kota untuk mengambil sesuai jatah distribusi. Layaknya saat mengambil vaksin bulanan untuk DPT dan vaksin lain ke provinsi. Mungkin seperti itu,” katanya.

Dari jatah 9.291 dosis vaksin virus corona ini, Syaf mengatakan pendistribusian dilakukan bertahap. Diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan dan vaksinasi dua hingga tiga bulan mendatang.

Kemudian untuk penyimpanan, seperti yang ada sekarang, kulkas penyimpanan tersedia dua unit di Dinkes Sidoarjo. “Karena pemerintah belum bisa menyediakan kulkas. Ada sebagian yang harus kita beli kulkasnya,” sambungnya.

Yang sudah direncanakan melalui APBD Sidoarjo. Kebutuhan akan tempat penyimpanan itu sudah dianggarkan di APBD Rp 3 miliar sebanyak 17 unit untuk puskesmas. Sebab, penyimpanan vaksin Covid-19 tidak bisa dicampur dengan jenis vaksin lain.

Begitu vaksin datang, Syaf menegaskan yang pertama akan di vaksinasi memang untuk nakes yang sudah terdaftar.

Kabupaten Sidoarjo sudah memiliki 118 vaksinator yang tersertifikasi di setiap puskesmas. Satu puskesmas memiliki 2 hingga 4 vaksinator tersebut. Selain itu tenaga vaksinator ahli juga tersedia di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Delta. (rpp/vga)

SIDOARJO – Vaksinasi virus corona jenis baru (Covid-19) sudah ditunggu masyarakat. Kabupaten/kota di Jawa Timur kini tengah menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum vaksin mulai diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menjelaskan pemerintah masih dalam tahap mengawal keputusan BPOM. “Baru setelah itu menyurati kabupaten kota untuk mengambil sesuai jatah distribusi. Layaknya saat mengambil vaksin bulanan untuk DPT dan vaksin lain ke provinsi. Mungkin seperti itu,” katanya.

Dari jatah 9.291 dosis vaksin virus corona ini, Syaf mengatakan pendistribusian dilakukan bertahap. Diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikan dan vaksinasi dua hingga tiga bulan mendatang.

Kemudian untuk penyimpanan, seperti yang ada sekarang, kulkas penyimpanan tersedia dua unit di Dinkes Sidoarjo. “Karena pemerintah belum bisa menyediakan kulkas. Ada sebagian yang harus kita beli kulkasnya,” sambungnya.

Yang sudah direncanakan melalui APBD Sidoarjo. Kebutuhan akan tempat penyimpanan itu sudah dianggarkan di APBD Rp 3 miliar sebanyak 17 unit untuk puskesmas. Sebab, penyimpanan vaksin Covid-19 tidak bisa dicampur dengan jenis vaksin lain.

Begitu vaksin datang, Syaf menegaskan yang pertama akan di vaksinasi memang untuk nakes yang sudah terdaftar.

Kabupaten Sidoarjo sudah memiliki 118 vaksinator yang tersertifikasi di setiap puskesmas. Satu puskesmas memiliki 2 hingga 4 vaksinator tersebut. Selain itu tenaga vaksinator ahli juga tersedia di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Delta. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/