alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Siswa KKO Sidoarjo Ditargetkan Dongkrak Prestasi di Porprov 2024

SIDOARJO – Terobosan dilakukan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo dalam menyiapkan atlet di masa mendatang. Salah satunya dengan membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 Kelas Khusus Olahraga (KKO) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).

“KKO kami buka di SMPN 2 Sidoarjo dan SMP PGRI 9 Sidoarjo masing-masing satu kelas dengan jumlah siswa masing-masing 32 siswa. Jadi nanti kami akan memiliki 64 siswa pada tahun pertama KKO ini, ” kata Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi.

Menurutnya, pada tahap awal ini membuka cabang olahraga (cabor) individual. Cabor di SMPN 2 Sidoarjo yakni renang, panahan, sepatu roda dan catur sedang SMP PGRI 9 cabornya, atletik, catur dan pentaque.

“Kita pilih cabor individual dulu, karena nomornya banyak, sehingga peluang mendapat medali juga akan cukup banyak,” jelasnya.

Seiring mulai dibukanya KKO, Djoko berharap pada Porprov Jatim 2024, Sidoarjo bisa merebut juara umum.

“Harapan saya pada Porprov mendatang (Porprov Jatim 2024, Red) kita juara umum. Ini kita kan sudah membibit atlet selama tiga tahun, mudah-mudahan atlet yang kita bibit kelak bisa jadi,” harapnya.

Rencananya KKO ini akan dilakukan kontinyu setiap tahun. Sehingga tiap tahun akan ada 64 siswa yang merupakan calon atlet.

Terkait pembiayaan, dia menyebut siswa-siswa tersebut tidak mendapat beasiswa.

“Mereka tidak mendapat beasiswa, namun kebutuhan latihan, tanding, tryout termasuk nutrisi dari kita. Biasanya kalau latihan ikut klub, anak-anak yang datang ke klub, tapi kalau di sini pelatih yang datang,” paparnya.

Dia menjelaskan, selain pertimbangan akademik, juga pertimbangan prestasi dan tes keberbakatan untuk perekrutan siswa. Bahkan, siswa bisa memilih cabor yang disukai tidak terpaku pada prestasi cabor yang sudah diraihnya.

“Misal ada siswa ingin masuk KKO cabor renang, padahal dia punya prestasi di pencak silat atau karate atau sepak bola, boleh saja. Jadi tidak memandang prestasi olahraga tertentu. Bahkan prestasi itu tidak harus juara. Cuma nanti kalau sudah masuk KKO, selama satu tahun mereka harus berada di cabor yang dipilih tersebut, tidak boleh pindah, agar terdeteksi bakatnya dimana,” terangnya. (son/vga)

 

SIDOARJO – Terobosan dilakukan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo dalam menyiapkan atlet di masa mendatang. Salah satunya dengan membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 Kelas Khusus Olahraga (KKO) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).

“KKO kami buka di SMPN 2 Sidoarjo dan SMP PGRI 9 Sidoarjo masing-masing satu kelas dengan jumlah siswa masing-masing 32 siswa. Jadi nanti kami akan memiliki 64 siswa pada tahun pertama KKO ini, ” kata Kepala Disporapar Sidoarjo Djoko Supriyadi.

Menurutnya, pada tahap awal ini membuka cabang olahraga (cabor) individual. Cabor di SMPN 2 Sidoarjo yakni renang, panahan, sepatu roda dan catur sedang SMP PGRI 9 cabornya, atletik, catur dan pentaque.

“Kita pilih cabor individual dulu, karena nomornya banyak, sehingga peluang mendapat medali juga akan cukup banyak,” jelasnya.

Seiring mulai dibukanya KKO, Djoko berharap pada Porprov Jatim 2024, Sidoarjo bisa merebut juara umum.

“Harapan saya pada Porprov mendatang (Porprov Jatim 2024, Red) kita juara umum. Ini kita kan sudah membibit atlet selama tiga tahun, mudah-mudahan atlet yang kita bibit kelak bisa jadi,” harapnya.

Rencananya KKO ini akan dilakukan kontinyu setiap tahun. Sehingga tiap tahun akan ada 64 siswa yang merupakan calon atlet.

Terkait pembiayaan, dia menyebut siswa-siswa tersebut tidak mendapat beasiswa.

“Mereka tidak mendapat beasiswa, namun kebutuhan latihan, tanding, tryout termasuk nutrisi dari kita. Biasanya kalau latihan ikut klub, anak-anak yang datang ke klub, tapi kalau di sini pelatih yang datang,” paparnya.

Dia menjelaskan, selain pertimbangan akademik, juga pertimbangan prestasi dan tes keberbakatan untuk perekrutan siswa. Bahkan, siswa bisa memilih cabor yang disukai tidak terpaku pada prestasi cabor yang sudah diraihnya.

“Misal ada siswa ingin masuk KKO cabor renang, padahal dia punya prestasi di pencak silat atau karate atau sepak bola, boleh saja. Jadi tidak memandang prestasi olahraga tertentu. Bahkan prestasi itu tidak harus juara. Cuma nanti kalau sudah masuk KKO, selama satu tahun mereka harus berada di cabor yang dipilih tersebut, tidak boleh pindah, agar terdeteksi bakatnya dimana,” terangnya. (son/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/