alexametrics
29 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Musim Demam Berdarah, Stok Darah Menipis, PMI Butuh Banyak Pendonor

SIDOARJO – Stok darah yang dimiliki Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo tengah kritis, Rabu (5/1). Dengan kondisi tersebut, UTD PMI Sidoarjo membutuhkan banyak relawan kemanusiaan yang bersedia mendonorkan darah mereka.

Manajer Kualitas UTD PMI Sidoarjo Muhammad Asiq Yusak menjelaskan, stok darah yang paling kritis adalah komponen darah trombosit. Hanya tersisa 7 kantong saja. Trombosit golongan darah AB bahkan sudah kosong. 1 kantong golongan darah A, 4 kantong golongan darah B dan 2 kantong untuk golongan O.

Sedangkan komponen darah whole blood (WB) 82 kantong. Dengan rincian 17 kantong untuk golongan darah A, 16 kantong golongan darah B. Kemudian O sebanyak 33 kantong dan AB 16 kantong. Sementara itu komponen darah packed red Cell (PRC) ada stok 217 kantong untuk semua golongan darah.

Asiq menjabarkan, kritisnya stok darah yang dialami UTD PMI dikarenakan sehari sebelumnya mereka mendapatkan banyak permintaan kantong darah dari rumah sakit di Sidoarjo dan sekitarnya. Jumlahnya hampir 200 kantong dalam sehari.

“Jika permintaan terulang, ratusan kantong darah, besok tidak ada lagi stok,” jelasnya.

Ia menjelaskan, komponen trombosit banyak dibutuhkan masyarakat belakangan ini. Bahkan sejak Senin (3/1) kondisinya kritis. Hanya 16 kantong. Padahal sebelumnya Jumat (31/12) masih ada 100 kantong.

“Saat ini musim demam berdarah, pasien butuh transfusi trombosit untuk penyembuhan. Permintaan per hari cukup banyak 40-50 kantong,” jelasnya.

Mengatasi krisis stok darah ini, maka dari itu ia mengajak masyarakat luas berpartisipasi mendonorkan darahnya. Sebab, selama pandemi ini pihak UTD PMI cukup kesulitan mendapatkan pendonor.

“Kami ingin mengetuk hati masyarakat agar bersedia melakukan hal yang sama demi kemanusiaan,” ajaknya.

Asiq menambah, sebetulnya tidak ada yang perlu ditakutkan masyarakat untuk melakukan donor darah di tengah pandemi. Justru hal tersebut dapat membantu seseorang mengecek kondisi kesehatannya.

“Sebenarnya tidak menakutkan untuk donor darah, karena bisa membuat sehat. Karena kita bisa tahu kondisi badan kita melalui pengecekan kesehatan,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Stok darah yang dimiliki Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sidoarjo tengah kritis, Rabu (5/1). Dengan kondisi tersebut, UTD PMI Sidoarjo membutuhkan banyak relawan kemanusiaan yang bersedia mendonorkan darah mereka.

Manajer Kualitas UTD PMI Sidoarjo Muhammad Asiq Yusak menjelaskan, stok darah yang paling kritis adalah komponen darah trombosit. Hanya tersisa 7 kantong saja. Trombosit golongan darah AB bahkan sudah kosong. 1 kantong golongan darah A, 4 kantong golongan darah B dan 2 kantong untuk golongan O.

Sedangkan komponen darah whole blood (WB) 82 kantong. Dengan rincian 17 kantong untuk golongan darah A, 16 kantong golongan darah B. Kemudian O sebanyak 33 kantong dan AB 16 kantong. Sementara itu komponen darah packed red Cell (PRC) ada stok 217 kantong untuk semua golongan darah.

Asiq menjabarkan, kritisnya stok darah yang dialami UTD PMI dikarenakan sehari sebelumnya mereka mendapatkan banyak permintaan kantong darah dari rumah sakit di Sidoarjo dan sekitarnya. Jumlahnya hampir 200 kantong dalam sehari.

“Jika permintaan terulang, ratusan kantong darah, besok tidak ada lagi stok,” jelasnya.

Ia menjelaskan, komponen trombosit banyak dibutuhkan masyarakat belakangan ini. Bahkan sejak Senin (3/1) kondisinya kritis. Hanya 16 kantong. Padahal sebelumnya Jumat (31/12) masih ada 100 kantong.

“Saat ini musim demam berdarah, pasien butuh transfusi trombosit untuk penyembuhan. Permintaan per hari cukup banyak 40-50 kantong,” jelasnya.

Mengatasi krisis stok darah ini, maka dari itu ia mengajak masyarakat luas berpartisipasi mendonorkan darahnya. Sebab, selama pandemi ini pihak UTD PMI cukup kesulitan mendapatkan pendonor.

“Kami ingin mengetuk hati masyarakat agar bersedia melakukan hal yang sama demi kemanusiaan,” ajaknya.

Asiq menambah, sebetulnya tidak ada yang perlu ditakutkan masyarakat untuk melakukan donor darah di tengah pandemi. Justru hal tersebut dapat membantu seseorang mengecek kondisi kesehatannya.

“Sebenarnya tidak menakutkan untuk donor darah, karena bisa membuat sehat. Karena kita bisa tahu kondisi badan kita melalui pengecekan kesehatan,” pungkasnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/