alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Ini Jenis Stok Vaksin yang Akhirnya Tiba di Dinkes

SIDOARJO – Stok vaksin Covid-19 untuk Sidoarjo akhirnya tiba di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (3/8). Dalam distribusi kali ini jenis vaksin yang dikirimkan dari Dinkes Provinsi Jawa Timur beragam. Jenisnya ada empat.

Yakni, vaksin Sinovac buatan Tiongkok, AstraZeneca buatan Inggris, Moderna buatan Amerika Serikat serta vaksin Sinopharm khusus untuk penyandang disabilitas.

Kepada Radar Sidoarjo Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman merinci jenis vaksin yang datang. Yakni 1.170 vial vaksin Moderna, Sinovac 480 vial, AstraZeneca 1400 vial dan vaksin Sinopharm sebanyak 467 vial. Tenaga kesehatan yang berisiko tinggi tertular Covid-19 nantinya akan diutamakan untuk mendapatkan vaksin lagi.

“Vaksin Moderna siap diberikan untuk tenaga kesehatan mulai Kamis (5/8). Nanti akan dibagi ke puskesmas dan rumah sakit serta shelter vaksinasi seperti di stadion Gelora Delta untuk tenaga kesehatan dari klinik-klinik. Sementara itu pemberian vaksinasi bagi disabilitas akan kita susun jadwalnya,” tegas Syaf Satriawarman.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, kebutuhan vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang datang bakal diprioritaskan untuk penyuntikan dosis kedua.

“Contoh Sinovac suntik lagi 28 hari toleransi maksimal pemberian dosis kedua, 14 hari. Total 42 hari. Yang mendekati 42 hari ini yang kita dahulukan,” jelasnya.

Saat ini, vaksin di beberapa puskesmas dan RSUD Sidoarjo banyak yang kosong. Karena dari pusat distribusinya agak terhambat. Seperti di RSUD Sidoarjo pada Selasa (3/8) seharusnya ada 230 warga yang menerima suntikan dosis kedua vaksin Sinovac. Dan akhirnya ditunda.

Ketua vaksinasi Prima Dessy mengatakan, pemberitahuan penundaan tersebut sudah diinformasikan melalui nomor telepon yang bersangkutan.

“Masih ada beberapa orang yang kesini (RSUD, Red). Tapi sedikit karena sudah kami umumkan di medsos, kami share sebagai status WhatsApp, termasuk chat pribadi. Tapi memang masih ada yang kelolosan. Misal ketika kita hubungi tidak bisa, tidak diangkat,” jabarnya. (rpp/vga)

 

SIDOARJO – Stok vaksin Covid-19 untuk Sidoarjo akhirnya tiba di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Selasa (3/8). Dalam distribusi kali ini jenis vaksin yang dikirimkan dari Dinkes Provinsi Jawa Timur beragam. Jenisnya ada empat.

Yakni, vaksin Sinovac buatan Tiongkok, AstraZeneca buatan Inggris, Moderna buatan Amerika Serikat serta vaksin Sinopharm khusus untuk penyandang disabilitas.

Kepada Radar Sidoarjo Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman merinci jenis vaksin yang datang. Yakni 1.170 vial vaksin Moderna, Sinovac 480 vial, AstraZeneca 1400 vial dan vaksin Sinopharm sebanyak 467 vial. Tenaga kesehatan yang berisiko tinggi tertular Covid-19 nantinya akan diutamakan untuk mendapatkan vaksin lagi.

“Vaksin Moderna siap diberikan untuk tenaga kesehatan mulai Kamis (5/8). Nanti akan dibagi ke puskesmas dan rumah sakit serta shelter vaksinasi seperti di stadion Gelora Delta untuk tenaga kesehatan dari klinik-klinik. Sementara itu pemberian vaksinasi bagi disabilitas akan kita susun jadwalnya,” tegas Syaf Satriawarman.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudhlor mengatakan, kebutuhan vaksin Sinovac dan AstraZeneca yang datang bakal diprioritaskan untuk penyuntikan dosis kedua.

“Contoh Sinovac suntik lagi 28 hari toleransi maksimal pemberian dosis kedua, 14 hari. Total 42 hari. Yang mendekati 42 hari ini yang kita dahulukan,” jelasnya.

Saat ini, vaksin di beberapa puskesmas dan RSUD Sidoarjo banyak yang kosong. Karena dari pusat distribusinya agak terhambat. Seperti di RSUD Sidoarjo pada Selasa (3/8) seharusnya ada 230 warga yang menerima suntikan dosis kedua vaksin Sinovac. Dan akhirnya ditunda.

Ketua vaksinasi Prima Dessy mengatakan, pemberitahuan penundaan tersebut sudah diinformasikan melalui nomor telepon yang bersangkutan.

“Masih ada beberapa orang yang kesini (RSUD, Red). Tapi sedikit karena sudah kami umumkan di medsos, kami share sebagai status WhatsApp, termasuk chat pribadi. Tapi memang masih ada yang kelolosan. Misal ketika kita hubungi tidak bisa, tidak diangkat,” jabarnya. (rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/