alexametrics
24 C
Sidoarjo
Sunday, 22 May 2022

Paslon Wajib Daftarkan Akun Medsos, Untuk Kebutuhan Kampanye

SIDOARJO – Pendaftaran bakal calon dalam Pilkada 2020 tinggal menghitung hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan agar selain mendaftar, paslon juga tidak lupa mendaftarkan akun media sosial kampanye.

Media sosial (medsos) memang menjadi salah satu media alternatif kampanye yang cukup diminati. Untuk memudahkan pemantauan, KPU memberikan ketentuan agar media sosial yang digunakan bakal calon untuk di daftarkan. “Akunnya memang harus didaftarkan. Karena nanti kami akan melakukan verifikasi terkait konten yang disampaikan,” terang Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak

Menurut Iskak, apabila dalam suatu konten yang didaftarkan mengandung ujaran kebencian, politik SARA, maka hal tersebut akan dilimpahkan dan diproses oleh Bawaslu. Hal itu guna mengidentifikasi adanya kemungkinan pelanggaran dalam kampanye.

Terkait akun medsos official pribadi paslon, apabila ada unsur mempromosikan diri, menurut Iskak hal tersebut bukanlah suatu masalah bagi KPU. Untuk pendaftaran akun medsos kampanye paslon tersebut bisa dilakukan setelah penetapan calon. “Yang mendaftarkan nantinya ialah liaison officer (LO) sebagai perwakilan dari paslon,” sambungnya.

Pada ajang pemilu sebelumnya, ada batasan jumlah akun yang didaftarkan tiap paslon. Namun untuk pemilu kali ini, pihaknya masih menunggu turunnya Peraturan KPU yang mengatur kegiatan kampanye yang baru. “Kalau dulu batasannya hanya lima akun dari semua medsos. Tapi kita masih tunggu PKPU kampanyenya dulu,” urainya.

Diharapkan seluruh bakal calon bisa memahami kondisi saat ini. Sehingga dapat terselenggara pemilu yang damai. (son/nis)

SIDOARJO – Pendaftaran bakal calon dalam Pilkada 2020 tinggal menghitung hari. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengingatkan agar selain mendaftar, paslon juga tidak lupa mendaftarkan akun media sosial kampanye.

Media sosial (medsos) memang menjadi salah satu media alternatif kampanye yang cukup diminati. Untuk memudahkan pemantauan, KPU memberikan ketentuan agar media sosial yang digunakan bakal calon untuk di daftarkan. “Akunnya memang harus didaftarkan. Karena nanti kami akan melakukan verifikasi terkait konten yang disampaikan,” terang Ketua KPU Sidoarjo, M Iskak

Menurut Iskak, apabila dalam suatu konten yang didaftarkan mengandung ujaran kebencian, politik SARA, maka hal tersebut akan dilimpahkan dan diproses oleh Bawaslu. Hal itu guna mengidentifikasi adanya kemungkinan pelanggaran dalam kampanye.

Terkait akun medsos official pribadi paslon, apabila ada unsur mempromosikan diri, menurut Iskak hal tersebut bukanlah suatu masalah bagi KPU. Untuk pendaftaran akun medsos kampanye paslon tersebut bisa dilakukan setelah penetapan calon. “Yang mendaftarkan nantinya ialah liaison officer (LO) sebagai perwakilan dari paslon,” sambungnya.

Pada ajang pemilu sebelumnya, ada batasan jumlah akun yang didaftarkan tiap paslon. Namun untuk pemilu kali ini, pihaknya masih menunggu turunnya Peraturan KPU yang mengatur kegiatan kampanye yang baru. “Kalau dulu batasannya hanya lima akun dari semua medsos. Tapi kita masih tunggu PKPU kampanyenya dulu,” urainya.

Diharapkan seluruh bakal calon bisa memahami kondisi saat ini. Sehingga dapat terselenggara pemilu yang damai. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/