alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Blusukan Ke Sawah Desa Kandangan, BHS Ingin Sejahterakan Petani

SIDOARJO – Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus blusukan menyapa kelompok masyarakat di Sidoarjo. Jumat (30/10), BHS menyempatkan diri menyambangi kelompok tani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung.

Dengan sabar, politikus yang pernah duduk di kursi DPR RI periode 2014-2019 itu mendengarkan curhatan dari para petani. Ia pun tak segan duduk bersama membaur dengan petani dan buruh tani ditempat itu.

Sebagai bentuk kepeduliannya dengan petani, BHS juga bakal memberikan sejumlah program pendampingan jika mendapat kesempatan memimpin Sidoarjo. “Petani adalah pejuang pangan, tidak ada petani maka akan kelaparan semua,” terangnya.

Gagasan pertama yang disampaikan adalah soal pembenahan irigasi atau pengairan. Karena persoalan itu sudah menjadi permasalahan klasik bagi para petani. Termasuk soal ketersediaan pupuk subsidi yang juga butuh pendampingan dari pemerintah daerah.

Berikutnya adalah permasalahan hama tikus yang juga menjadi keluhan petani Desa Kandangan. “Petani panen satu hektare bisa kurang dari 6 ton karena hama. Padahal normalnya bisa sampai 8-10 ton,” sambungnya.

Menurut BHS, produk pertanian Sidoarjo harus mampu mensuplay kebutuhan seluruh warga Sidoarjo. Karena itulah pihaknya akan membantu memasarkan produk-produk pertanian Sidoarjo. “Jadi ekonomi rakyat tidak lari ke mana-mana,” sambungnya.

Bahkan, BHS juga punya gagasan untuk memberikan asuransi kepada petani. Hal itu sebagai jaminan jika ada kegagalan panen. “Lumayan dapat Rp 6 juta per hektare jika gagal panen, itu membuat petani tidak terlalu merugi,” imbuhnya.

Di samping itu, BHS juga berkeinginan untuk mengangkat harkat hidup petani. Caranya adalah melibatkan para petani sebagai guru pengajar di sekolah-sekolah. “Ekskul bertani menjadi wajib, nanti para petani yang akan mengajarkan cara bertani yang baik. Sehingga muncul petani-petani baru di generasi yang akan datang,” sambungnya.

Gagasan dari paslon nomor urut 01 itupun disambut baik para petani. “Progam dari pak BHS ini cocok untuk petani,” kata Sulton, salah satu perwakilan petani.

Dalam kunjunganya di Kecamatan Krembung, BHS juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tali tampar yang ada di Desa Wonomlati. Menurutnya, tampar menjadi salah satu kebutuhan pokok industri maritim. Seharusnya bisa berkembang pesat karena Sidoarjo juga memiliki wilayah maritim cukup panjang.

DIALOG: BHS saat mengunjungi UMKM tali tampar Desa Wonomlati, Krembung. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

BHS memiliki gagasan untuk mengembangkan industri maritim di wilayah timur Sidoarjo. Salah satunya dengan menyediakan lahan bagi pengusaha tali tampar. “Sehingga lebih cepat, lebih mudah dan tentu lebih aman,” terangnya.

Diketahui, BHS sendiri maju dalam Pilkada Sidoarjo bersama wakilnya M.Taufiqulbar. Paslon nomor urut 01 itu diusung oleh lima partai politik. Yakni Gerindra, Golkar, PKS, PKS, Demokrat dan PPP. (son/opi)

SIDOARJO – Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus blusukan menyapa kelompok masyarakat di Sidoarjo. Jumat (30/10), BHS menyempatkan diri menyambangi kelompok tani Desa Kandangan, Kecamatan Krembung.

Dengan sabar, politikus yang pernah duduk di kursi DPR RI periode 2014-2019 itu mendengarkan curhatan dari para petani. Ia pun tak segan duduk bersama membaur dengan petani dan buruh tani ditempat itu.

Sebagai bentuk kepeduliannya dengan petani, BHS juga bakal memberikan sejumlah program pendampingan jika mendapat kesempatan memimpin Sidoarjo. “Petani adalah pejuang pangan, tidak ada petani maka akan kelaparan semua,” terangnya.

Gagasan pertama yang disampaikan adalah soal pembenahan irigasi atau pengairan. Karena persoalan itu sudah menjadi permasalahan klasik bagi para petani. Termasuk soal ketersediaan pupuk subsidi yang juga butuh pendampingan dari pemerintah daerah.

Berikutnya adalah permasalahan hama tikus yang juga menjadi keluhan petani Desa Kandangan. “Petani panen satu hektare bisa kurang dari 6 ton karena hama. Padahal normalnya bisa sampai 8-10 ton,” sambungnya.

Menurut BHS, produk pertanian Sidoarjo harus mampu mensuplay kebutuhan seluruh warga Sidoarjo. Karena itulah pihaknya akan membantu memasarkan produk-produk pertanian Sidoarjo. “Jadi ekonomi rakyat tidak lari ke mana-mana,” sambungnya.

Bahkan, BHS juga punya gagasan untuk memberikan asuransi kepada petani. Hal itu sebagai jaminan jika ada kegagalan panen. “Lumayan dapat Rp 6 juta per hektare jika gagal panen, itu membuat petani tidak terlalu merugi,” imbuhnya.

Di samping itu, BHS juga berkeinginan untuk mengangkat harkat hidup petani. Caranya adalah melibatkan para petani sebagai guru pengajar di sekolah-sekolah. “Ekskul bertani menjadi wajib, nanti para petani yang akan mengajarkan cara bertani yang baik. Sehingga muncul petani-petani baru di generasi yang akan datang,” sambungnya.

Gagasan dari paslon nomor urut 01 itupun disambut baik para petani. “Progam dari pak BHS ini cocok untuk petani,” kata Sulton, salah satu perwakilan petani.

Dalam kunjunganya di Kecamatan Krembung, BHS juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tali tampar yang ada di Desa Wonomlati. Menurutnya, tampar menjadi salah satu kebutuhan pokok industri maritim. Seharusnya bisa berkembang pesat karena Sidoarjo juga memiliki wilayah maritim cukup panjang.

DIALOG: BHS saat mengunjungi UMKM tali tampar Desa Wonomlati, Krembung. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

BHS memiliki gagasan untuk mengembangkan industri maritim di wilayah timur Sidoarjo. Salah satunya dengan menyediakan lahan bagi pengusaha tali tampar. “Sehingga lebih cepat, lebih mudah dan tentu lebih aman,” terangnya.

Diketahui, BHS sendiri maju dalam Pilkada Sidoarjo bersama wakilnya M.Taufiqulbar. Paslon nomor urut 01 itu diusung oleh lima partai politik. Yakni Gerindra, Golkar, PKS, PKS, Demokrat dan PPP. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/