alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Kemendagri Bahas Strategi Percepatan Pembangunan Kawasan Metropolitan

BADUNG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) melaksanakan kegiatan Integrated Technology Event (ITE) 2021 Hybrid Forum di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (29/9). Kegiatan tersebut selaras dengan Program Nasional Pengelolaan Kota Cerdas di Wilayah Metropolitan.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Integrated Development Strategies for Metropolitan Areas” tersebut, dibahas seputar strategi terpadu dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan metropolitan. Beberapa poin pembahasan di antaranya terkait perencanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penyelarasan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi dan antar stakeholder lainnya.

Forum secara resmi dibuka Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran handbook Penyelenggaraan Kota Cerdas, aplikasi re-tiket dan web Global Open Innovation.

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Terlebih, untuk RPJMN 2020-2024, diprioritaskan pada pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.

“Peran Kemendagri dalam pengembangan Wilayah Metropolitan adalah dalam pelaksanaan perjanjian kerja sama daerah dalam penyelesaian permasalahan pelayanan publik,” katanya.

Safrizal menambahkan, Kemendagri senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi, termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

“Kami juga mendorong tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan publik,” ujar Safrizal.

Di akhir sambutan, Safrizal berharap pembangunan Wilayah Metropolitan dapat menjadi akselerator terwujudnya suatu perkotaan yang kompak, nyaman, efisien, berkelanjutan, yang memenuhi aspek keadilan, kemanfaatan, dan keterjangkauan bagi seluruh warganya. (eas/opi)

 

BADUNG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) melaksanakan kegiatan Integrated Technology Event (ITE) 2021 Hybrid Forum di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (29/9). Kegiatan tersebut selaras dengan Program Nasional Pengelolaan Kota Cerdas di Wilayah Metropolitan.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Integrated Development Strategies for Metropolitan Areas” tersebut, dibahas seputar strategi terpadu dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan metropolitan. Beberapa poin pembahasan di antaranya terkait perencanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penyelarasan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi dan antar stakeholder lainnya.

Forum secara resmi dibuka Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran handbook Penyelenggaraan Kota Cerdas, aplikasi re-tiket dan web Global Open Innovation.

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Terlebih, untuk RPJMN 2020-2024, diprioritaskan pada pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar.

“Peran Kemendagri dalam pengembangan Wilayah Metropolitan adalah dalam pelaksanaan perjanjian kerja sama daerah dalam penyelesaian permasalahan pelayanan publik,” katanya.

Safrizal menambahkan, Kemendagri senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi, termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

“Kami juga mendorong tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan publik,” ujar Safrizal.

Di akhir sambutan, Safrizal berharap pembangunan Wilayah Metropolitan dapat menjadi akselerator terwujudnya suatu perkotaan yang kompak, nyaman, efisien, berkelanjutan, yang memenuhi aspek keadilan, kemanfaatan, dan keterjangkauan bagi seluruh warganya. (eas/opi)

 

Most Read

Berita Terbaru


/