alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Pilkada Sidoarjo Resmi Tanpa Calon Perseorangan

SIDOARJO – Pilkada Sidoarjo 2020 yang digelar Desember mendatang, dipastikan tidak akan diikuti oleh calon perseorangan. Karena pasangan Agung Sudiyono-Sugeng Hariyadi tidak mengirimkan perbaikan berkas dukungan hingga detik terakhir ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo.

KPU sejatinya masih memberi waktu kepada satu-satunya calon perseorangan itu untuk mengirim berkas perbaikan, walaupun Agung sudah mengungkapkan pengunduran diri. Namun hingga detik terakhir Senin (27/7), Agung-Sugeng maupun timnya tak nampak mendatangi kantor KPU yang ada di Jalan Raya Cemengkalang itu.

Alhasil, KPU secara resmi memutuskan bahwa pasangan Agung-Sugeng dinyatakan tidak melanjutkan pesta demokrasi lima tahunan itu. “Kemarin kami tunggu sampai pukul 24.00 dan tidak menyerahkan. Maka statusnya sesuai sipol adalah batal menyerahkan,” terang Ketua KPU Sidoarjo M.Iskak, Selasa (28/7).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, berkas dukungan Agung Sugeng dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 62.993 berkas dari hasil verifikasi faktual KPU. Sesuai ketentuan, Agung-Sugeng harus menyerahkan perkas perbaikan sebanyak dua kali lipat. Yakni mencapai 125.986 berkas. “Karena tidak datang untuk melakukan perbaikan, maka tidak ada berkas yang harus kita perbaiki, baik itu untuk Verifikasi administrasi ataupun faktual,” ucap Iskak.

Berbagai sorotan juga sempat mencuat terkait verifikasi faktual maupun administrasi berkas dukungan itu. Yakni ditemukannya berkas dukungan dengan status pekerjaan yang tidak semestinya memberikan dukukan. Yaitu ASN, TNI-Polri, hingga perangkat desa dan penyelenggara pemilu. (son/opi)

SIDOARJO – Pilkada Sidoarjo 2020 yang digelar Desember mendatang, dipastikan tidak akan diikuti oleh calon perseorangan. Karena pasangan Agung Sudiyono-Sugeng Hariyadi tidak mengirimkan perbaikan berkas dukungan hingga detik terakhir ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo.

KPU sejatinya masih memberi waktu kepada satu-satunya calon perseorangan itu untuk mengirim berkas perbaikan, walaupun Agung sudah mengungkapkan pengunduran diri. Namun hingga detik terakhir Senin (27/7), Agung-Sugeng maupun timnya tak nampak mendatangi kantor KPU yang ada di Jalan Raya Cemengkalang itu.

Alhasil, KPU secara resmi memutuskan bahwa pasangan Agung-Sugeng dinyatakan tidak melanjutkan pesta demokrasi lima tahunan itu. “Kemarin kami tunggu sampai pukul 24.00 dan tidak menyerahkan. Maka statusnya sesuai sipol adalah batal menyerahkan,” terang Ketua KPU Sidoarjo M.Iskak, Selasa (28/7).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, berkas dukungan Agung Sugeng dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 62.993 berkas dari hasil verifikasi faktual KPU. Sesuai ketentuan, Agung-Sugeng harus menyerahkan perkas perbaikan sebanyak dua kali lipat. Yakni mencapai 125.986 berkas. “Karena tidak datang untuk melakukan perbaikan, maka tidak ada berkas yang harus kita perbaiki, baik itu untuk Verifikasi administrasi ataupun faktual,” ucap Iskak.

Berbagai sorotan juga sempat mencuat terkait verifikasi faktual maupun administrasi berkas dukungan itu. Yakni ditemukannya berkas dukungan dengan status pekerjaan yang tidak semestinya memberikan dukukan. Yaitu ASN, TNI-Polri, hingga perangkat desa dan penyelenggara pemilu. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/