alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Silpa Diprediksi Tak Sampai Rp 1 T, Lebih Kecil Dibandingkan 2019

SIDOARJO – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 diprediksi tidak akan sebesar tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 diketahui Silpa Sidoarjo sebesar Rp 1,12 triliun. Tahun ini Silpa diprediksi di bawah angka Rp 1 triliun. “Paling tidak, Silpa Rp 900 miliar,” kata Penjabat (PJ) Bupati Sidoarjo Hudiyono, Minggu (27/12).

Dia mengaku, seperti tahun 2019, pada tahun 2020 masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang penyerapan anggarannya masih rendah. Seperti dari Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA). “Namun di sisi lain serapan dari OPD-OPD lain, mulai semakin besar,” urainya.

Mumpung masih ada waktu sebelum tutup tahun anggaran 2020, Hudiyono meminta semua OPD terus diberi semangat agar meningkatkan daya serap anggarannya. Daya serap OPD menurutnya sudah berada pada angka 87 persen. Namun, berapa angka pasti rata-ratanya nanti sampai akhir tahun akan disimpulkan oleh Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo.

Untuk itu, bulan ini dia punya solusi supaya para OPD sudah mulai mengajukan usulan pengadaannya. Agar pada Januari 2021, kegiatan lelang sudah bisa berjalan. “Karena masyarakat itu menunggu-nunggu pembangunan dari pemerintah,” ujarnya.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo Joko Santosa, menyampaikan pada pelaporan serapan anggaran pada 4 Desember lalu, serapan anggaran di OPD nya sudah mencapai 83, 47 persen. “Sampai akhir Desember 2020, sudah bisa diatas 90 persen,” ujar Joko.

Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi, juga menyampaikan, sampai 6 Desember angka serapan anggaran di OPD nya sudah sebesar 86,6 persen. Sampai 31 Desember, dia memprediksi akan bisa berada pada angka 90 persen.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo juga diprediksi pada 31 Desember angka serapan anggarannya bisa mencapai 91 persen. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB, sementara ini angka serapan anggarannya juga sudah sebesar 80 persen.

Sementara itu, Dikbud Sidoarjo yang pada tahun anggaran 2019 lalu, termasuk 3 besar OPD yang serapannya rendah, pada tahun anggaran 2020 ini, menurut Kepala Dikbud Sidoarjo, Asrofi, serapan anggarannya sudah berada pada angka 85 persen. Diprediksi pada akhir Desember nanti akan bisa mencapai angka 95 persen. (rpp/nis)

SIDOARJO – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2020 diprediksi tidak akan sebesar tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 diketahui Silpa Sidoarjo sebesar Rp 1,12 triliun. Tahun ini Silpa diprediksi di bawah angka Rp 1 triliun. “Paling tidak, Silpa Rp 900 miliar,” kata Penjabat (PJ) Bupati Sidoarjo Hudiyono, Minggu (27/12).

Dia mengaku, seperti tahun 2019, pada tahun 2020 masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang penyerapan anggarannya masih rendah. Seperti dari Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA). “Namun di sisi lain serapan dari OPD-OPD lain, mulai semakin besar,” urainya.

Mumpung masih ada waktu sebelum tutup tahun anggaran 2020, Hudiyono meminta semua OPD terus diberi semangat agar meningkatkan daya serap anggarannya. Daya serap OPD menurutnya sudah berada pada angka 87 persen. Namun, berapa angka pasti rata-ratanya nanti sampai akhir tahun akan disimpulkan oleh Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sidoarjo.

Untuk itu, bulan ini dia punya solusi supaya para OPD sudah mulai mengajukan usulan pengadaannya. Agar pada Januari 2021, kegiatan lelang sudah bisa berjalan. “Karena masyarakat itu menunggu-nunggu pembangunan dari pemerintah,” ujarnya.

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Sidoarjo Joko Santosa, menyampaikan pada pelaporan serapan anggaran pada 4 Desember lalu, serapan anggaran di OPD nya sudah mencapai 83, 47 persen. “Sampai akhir Desember 2020, sudah bisa diatas 90 persen,” ujar Joko.

Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Tirto Adi, juga menyampaikan, sampai 6 Desember angka serapan anggaran di OPD nya sudah sebesar 86,6 persen. Sampai 31 Desember, dia memprediksi akan bisa berada pada angka 90 persen.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo juga diprediksi pada 31 Desember angka serapan anggarannya bisa mencapai 91 persen. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB, sementara ini angka serapan anggarannya juga sudah sebesar 80 persen.

Sementara itu, Dikbud Sidoarjo yang pada tahun anggaran 2019 lalu, termasuk 3 besar OPD yang serapannya rendah, pada tahun anggaran 2020 ini, menurut Kepala Dikbud Sidoarjo, Asrofi, serapan anggarannya sudah berada pada angka 85 persen. Diprediksi pada akhir Desember nanti akan bisa mencapai angka 95 persen. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/