alexametrics
27 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Bawaslu Segera Tertibkan APK

SIDOARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo bakal segera menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK). Hal itu setelah didistribusikannya APK dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo kepada pasangan calon (paslon).

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid menguraikan, tujuan penertiban adalah agar masyarakat tidak dibingungkan dengan banyaknya APK yang beredar di Sidoarjo. Utamanya sejumlah APK lama atau belum resmi. “Hari ini (kemarin, Red) kami koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Sesegera mungkin akan kami tertibkan,” katanya.

Pihak yang dilibatkan, lanjut Haidar, adalah satpol PP dan bisa dimungkinkan bantuan dari petugas Dishub karena memiliki crane. Bantuan personel dan peralatan akan sangat membantu kerja Bawaslu dalam membersihkan sejumlah APK di beberapa sudut Sidoarjo.

Haidar juga menguraikan, sebelum melakukan penertiban ini pihaknya juga telah berkomunikasi dengan para paslon Pilkada Sidoarjo. Dalam beberapa kali pertemuan, Bawaslu juga telah menyampaikan soal penertiban tersebut.

Dalam kesempatan itu, Haidar juga mengungkapkan jika fokus petugas tidak hanya APK lama. Melainkan juga sejumlah APK yang dinilai melanggar ketentuan.

Misalnya saja sejumlah tempat yang dilarang untuk dipasangi APK. Tempat tempat itu di antaranya rumah ibadah beserta halaman, tempat pendidikan beserta halaman, instansi pemerintah hingga rumah sakit.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Senin (26/10) sore, KPU telah menuntaskan pekerjaanya dalam memfasilitasi APK kepada paslon. Berbagai APK yang selesai dicetak telah diserahkan kepada paslon. Rincianya satu paslon mendapat 5 buah baliho, 698 spanduk, 360 umbul-umbul, 348.368 lembar selebaran, 348.368 lembar brosur, 8.741 lembar pamflet, dan 8.741 lembar poster. (son/nis)

SIDOARJO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sidoarjo bakal segera menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK). Hal itu setelah didistribusikannya APK dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo kepada pasangan calon (paslon).

Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid menguraikan, tujuan penertiban adalah agar masyarakat tidak dibingungkan dengan banyaknya APK yang beredar di Sidoarjo. Utamanya sejumlah APK lama atau belum resmi. “Hari ini (kemarin, Red) kami koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Sesegera mungkin akan kami tertibkan,” katanya.

Pihak yang dilibatkan, lanjut Haidar, adalah satpol PP dan bisa dimungkinkan bantuan dari petugas Dishub karena memiliki crane. Bantuan personel dan peralatan akan sangat membantu kerja Bawaslu dalam membersihkan sejumlah APK di beberapa sudut Sidoarjo.

Haidar juga menguraikan, sebelum melakukan penertiban ini pihaknya juga telah berkomunikasi dengan para paslon Pilkada Sidoarjo. Dalam beberapa kali pertemuan, Bawaslu juga telah menyampaikan soal penertiban tersebut.

Dalam kesempatan itu, Haidar juga mengungkapkan jika fokus petugas tidak hanya APK lama. Melainkan juga sejumlah APK yang dinilai melanggar ketentuan.

Misalnya saja sejumlah tempat yang dilarang untuk dipasangi APK. Tempat tempat itu di antaranya rumah ibadah beserta halaman, tempat pendidikan beserta halaman, instansi pemerintah hingga rumah sakit.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Senin (26/10) sore, KPU telah menuntaskan pekerjaanya dalam memfasilitasi APK kepada paslon. Berbagai APK yang selesai dicetak telah diserahkan kepada paslon. Rincianya satu paslon mendapat 5 buah baliho, 698 spanduk, 360 umbul-umbul, 348.368 lembar selebaran, 348.368 lembar brosur, 8.741 lembar pamflet, dan 8.741 lembar poster. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/