alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Kelana-Astutik Petakan Masalah dan Siapkan Solusi Pemulihan Ekonomi

SIDOARJO – Pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang sisi kesehatan. Tetapi juga membuat goyah berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi.

Ribuan orang kehilangan pekerjaan sehingga menambah jumlah pengangguran yang sudah ada.

Problem seperti inilah yang akan dihadapi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih hasil pilkada 9 Desember mendatang.

“Pemulihan ekonomi, salah satu prioritas kami. Ini akan sejalan dengan penanganan sisi kesehatannya,” kata Calon Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto menjelaskan program yang akan dijalankannya.

Kelana yang berpasangan dengan tokoh Muslimat Jawa Timur Dwi Astutik mengaku telah memetakan sektor ekonomi yang terdampak Covid-19, sekaligus menyiapkan solusinya.

Di antaranya, sektor perdagangan dan industri yang juga memerlukan pemulihan segera. Sekitar 18 persen masyarakat bertumpu pada sektor perdagangan, seperti toko, pasar, mal dan pelaku UMKM.

Sementara sektor industri menyerap paling banyak tenaga kerja. Selain sektor lainnya, yang diyakini akan pulih bila sektor perdagangan dan industri bisa berjalan normal kembali.

Menurut Kelana, membantu UMKM agar bangkit kembali sangat penting untuk membuat ekonomi Sidoarjo menggeliat. Apalagi, Sidoarjo memiliki UMKM mencapai sekitar 200 ribu dan tersebar di 18 kecamatan yang ada.

Pelaku UMKM akan diberi pelatihan agar bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi yang membuat interaksi sosial secara fisik menjadi terbatas. Sistem digitalisasi akan menjadi program yang akan dijalankan untuk para pelaku UMKM. Baik mulai proses produksi, packaging hingga promosi dan pemasaran.

“Pemanfaatan teknologi IT akan menjadi solusi dalam melakukan penguatan UMKM,” tegas Kelana.

Menurutnya, sektor industri juga memberikan kontribusi besar bagi upaya pemulihan ekonomi Sidoarjo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Oktober 2019 di Sidoarjo ada 961 industri besar dan sedang dengan pekerja 164.650 orang.

“Kami akan bantu dengan memberikan insentif dan fasilitas-fasilitas lain agar mereka tetap bisa beroperasi,” ujar Kelana yang juga menjadi pengusaha sukses itu. (far/vga)

SIDOARJO – Pandemi Covid-19 bukan hanya menyerang sisi kesehatan. Tetapi juga membuat goyah berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi.

Ribuan orang kehilangan pekerjaan sehingga menambah jumlah pengangguran yang sudah ada.

Problem seperti inilah yang akan dihadapi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terpilih hasil pilkada 9 Desember mendatang.

“Pemulihan ekonomi, salah satu prioritas kami. Ini akan sejalan dengan penanganan sisi kesehatannya,” kata Calon Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto menjelaskan program yang akan dijalankannya.

Kelana yang berpasangan dengan tokoh Muslimat Jawa Timur Dwi Astutik mengaku telah memetakan sektor ekonomi yang terdampak Covid-19, sekaligus menyiapkan solusinya.

Di antaranya, sektor perdagangan dan industri yang juga memerlukan pemulihan segera. Sekitar 18 persen masyarakat bertumpu pada sektor perdagangan, seperti toko, pasar, mal dan pelaku UMKM.

Sementara sektor industri menyerap paling banyak tenaga kerja. Selain sektor lainnya, yang diyakini akan pulih bila sektor perdagangan dan industri bisa berjalan normal kembali.

Menurut Kelana, membantu UMKM agar bangkit kembali sangat penting untuk membuat ekonomi Sidoarjo menggeliat. Apalagi, Sidoarjo memiliki UMKM mencapai sekitar 200 ribu dan tersebar di 18 kecamatan yang ada.

Pelaku UMKM akan diberi pelatihan agar bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi yang membuat interaksi sosial secara fisik menjadi terbatas. Sistem digitalisasi akan menjadi program yang akan dijalankan untuk para pelaku UMKM. Baik mulai proses produksi, packaging hingga promosi dan pemasaran.

“Pemanfaatan teknologi IT akan menjadi solusi dalam melakukan penguatan UMKM,” tegas Kelana.

Menurutnya, sektor industri juga memberikan kontribusi besar bagi upaya pemulihan ekonomi Sidoarjo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Oktober 2019 di Sidoarjo ada 961 industri besar dan sedang dengan pekerja 164.650 orang.

“Kami akan bantu dengan memberikan insentif dan fasilitas-fasilitas lain agar mereka tetap bisa beroperasi,” ujar Kelana yang juga menjadi pengusaha sukses itu. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/