alexametrics
28 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Kader Terbaik Akan Mendapat Rekom DPP PKB

SIDOARJO – Rekomendasi calon bupati (cabup) dan wakil bupati (cawabup) dari PKB untuk Pilkada Sidoarjo 2020, kini, tinggal menunggu waktu. Dua pasangan cabup dan cawabup, yakni Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi, menjadi dua kandidat yang akan dipilih oleh DPP PKB untuk bertarung pada pilkada 9 Desember.

Sejak Pilkada 2000, PKB selalu berjaya. Saat itu Win Hendrarso yang menjabat sebagai Sekda Sidoarjo maju digandengkan dengan Saiful Ilah, seorang pengusaha tambak dan pabrik. Abah Ipul panggilan akrabnya saat itu menjabat sebagai bendahara DPC PKB Sidoarjo.

Lima tahun berselang duet pasangan bupati dan wakil bupati tersebut diusung lagi oleh PKB dan kembali menang di pilkada. Abah Ipul juga sudah menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo.

Di Pilkada 2010, berbekal pengalaman dua periode menjadi wabup, Abah Ipul percaya diri untuk maju menjadi cabup. Dia kemudian dipasangkan dengan MG Hadi Sujipto (Pak Cip) untuk ikut dalam pertarungan pesta demokrasi di Kota Delta. Rekam jejak Pak Cip di birokrat kala itu sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo.

Saat Pilkada 2015, setelah Pak Cip memutuskan maju cabup, Abah Ipul dipasangkan dengan kader mudanya, Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) yang saat itu menjadi Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo. Sebelumnya, Cak Nur terpilih sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo selama tiga periode.

Pasangan Abah Ipul-Cak Nur akhirnya menang telak. Nah, tongkat estafet kepemimpinan dari PKB, kini, banyak ditunggu. Siapa yang layak memegang rekom untuk maju melalui tiket partai pimpinan Abdul Muhaimin Iskandar itu.

Pasangan Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah (Mas Iin-Bunda Ainun) sudah berpengalaman bekerja sama selama lima tahun. Keduanya menjabat sebagai pimpinan Fraksi PKB DPRD Sidoarjo periode 2014-2019. Mas Iin sebagai ketua dan Bunda Ainun jadi bendahara .

Di usia 43 tahun, Mas Iin juga sudah kenyang pengalaman. Dia pernah menempuh studi Ilmu Hukum di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Studi Planning and Design dan Property and Construction di Universitas Melbourne, Australia. Mas Iin juga bekerja sebagai direktur di beberapa perusahaan.

Politisi PKB ini memulai karir di pemerintahan sebagai caleg DPRD Sidoarjo. Dia kemudian terpilih dua kali meski bukan di daerah pemilihan (dapil) tempat domisilinya dan menjadi ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo selama dua periode tersebut. Sekarang Mas Iin menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur itu juga aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan. Di antaranya menjadi Ketua Majelis Pemuda Indonesia KNPI Sidoarjo, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka, Wakil Ketua Askab PSSI Sidoarjo, dan Ketua Dewan Pembina BPC Hipmi Sidoarjo.

Sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat, Mas Iin menginisiasi SidoarjoBisa.id dan Pesona-Desa. Sidoarjo Bisa untuk media promosi UMKM dan ekonomi kreatif, sedangkan Pesona Desa sebagai media promosi sekaligus etalase potensi semua desa di Sidoarjo. Program Pesona Desa juga mendapat apresiasi dari Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Sedangkan Bunda Ainun, juga sudah berpengalaman di dunia pendidikan. Dia menjadi pendidik/guru dan setelah menjadi ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, dia turut mengelola sekolah MI, MTs, dan MA NU Pucang Sidoarjo. Selain itu, Bunda Ainun juga menjadi pengelola Rumah Sakit (RS) Islam Siti Hajar Sidoarjo. Menjadi pegiat UKM kerajinan tas Tanggulangin, juga sudah lama digelutinya.

Bunda Ainun menjadi anggota DPRD Sidoarjo selama dua periode. Dia pernah duduk di Komisi A (bidang pemerintahan dan hukum), dan Komisi D (bidang kesra). Perempuan murah senyum itu juga pernah menjadi Ketua Badan Kehormatan dan bendahara Fraksi PKB DPRD Sidoarjo.

SERASI: Ahmad Muhdlor Ali-Subandi. (ISTIMEWA)

Sementara itu, Ahmad Muhdlor Ali yang lahir pada 11 Februari 1991, kini, menjadi Direktur Pendidikan Yayasan Bumi Shalawat Progresif di Sidoarjo. Gus Muhdlor, sapaannya, merupakan alumni SMAN 4 Sidoarjo dan FISIP Unair. Dia juga menjabat sebagai wakil sekretaris GP Ansor Sidoarjo sejak tahun 2015. Gus Muhdlor juga pernah menjadi bakal calon legislatif DPRD Sidoarjo 2019 di dapil Sukodono-Taman. Namun, mengundurkan diri.

Sedangkan pasangannya, Subandi, saat ini menjadi anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo. Mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati itu kini menjadi Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo. Dia juga menjadi pengembang perumahan dan pergudangan serta menjadi kontraktor dan penyewaan alat berat.

Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, DPC PKB Sidoarjo masih menunggu rekom pasangan cabup dan cawabup dari DPP PKB. Jika rekom turun, pihaknya akan patuh dan siap merapatkan barisan dari ranting hingga DPC untuk menjalankan kebijakan DPP PKB. “Kita masih menunggu rekom hingga saat ini,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo itu berharap, kader yang nantinya mendapat rekom segera melakukan komunikasi dengan partai. Selanjutnya melakukan kerja-kerja politik untuk pemenangan paslon PKB. “Kader terbaik lah yang akan ditunjuk untuk maju menjadi cabup dan cawabup PKB,” tegasnya. (son/vga/opi)

SIDOARJO – Rekomendasi calon bupati (cabup) dan wakil bupati (cawabup) dari PKB untuk Pilkada Sidoarjo 2020, kini, tinggal menunggu waktu. Dua pasangan cabup dan cawabup, yakni Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah dan Ahmad Muhdlor Ali-Subandi, menjadi dua kandidat yang akan dipilih oleh DPP PKB untuk bertarung pada pilkada 9 Desember.

Sejak Pilkada 2000, PKB selalu berjaya. Saat itu Win Hendrarso yang menjabat sebagai Sekda Sidoarjo maju digandengkan dengan Saiful Ilah, seorang pengusaha tambak dan pabrik. Abah Ipul panggilan akrabnya saat itu menjabat sebagai bendahara DPC PKB Sidoarjo.

Lima tahun berselang duet pasangan bupati dan wakil bupati tersebut diusung lagi oleh PKB dan kembali menang di pilkada. Abah Ipul juga sudah menjadi Ketua DPC PKB Sidoarjo.

Di Pilkada 2010, berbekal pengalaman dua periode menjadi wabup, Abah Ipul percaya diri untuk maju menjadi cabup. Dia kemudian dipasangkan dengan MG Hadi Sujipto (Pak Cip) untuk ikut dalam pertarungan pesta demokrasi di Kota Delta. Rekam jejak Pak Cip di birokrat kala itu sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo.

Saat Pilkada 2015, setelah Pak Cip memutuskan maju cabup, Abah Ipul dipasangkan dengan kader mudanya, Nur Ahmad Syaifuddin (Cak Nur) yang saat itu menjadi Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo. Sebelumnya, Cak Nur terpilih sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo selama tiga periode.

Pasangan Abah Ipul-Cak Nur akhirnya menang telak. Nah, tongkat estafet kepemimpinan dari PKB, kini, banyak ditunggu. Siapa yang layak memegang rekom untuk maju melalui tiket partai pimpinan Abdul Muhaimin Iskandar itu.

Pasangan Achmad Amir Aslichin-Ainun Jariyah (Mas Iin-Bunda Ainun) sudah berpengalaman bekerja sama selama lima tahun. Keduanya menjabat sebagai pimpinan Fraksi PKB DPRD Sidoarjo periode 2014-2019. Mas Iin sebagai ketua dan Bunda Ainun jadi bendahara .

Di usia 43 tahun, Mas Iin juga sudah kenyang pengalaman. Dia pernah menempuh studi Ilmu Hukum di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Studi Planning and Design dan Property and Construction di Universitas Melbourne, Australia. Mas Iin juga bekerja sebagai direktur di beberapa perusahaan.

Politisi PKB ini memulai karir di pemerintahan sebagai caleg DPRD Sidoarjo. Dia kemudian terpilih dua kali meski bukan di daerah pemilihan (dapil) tempat domisilinya dan menjadi ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo selama dua periode tersebut. Sekarang Mas Iin menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur itu juga aktif di sejumlah organisasi kemasyarakatan. Di antaranya menjadi Ketua Majelis Pemuda Indonesia KNPI Sidoarjo, Wakil Ketua Kwarcab Pramuka, Wakil Ketua Askab PSSI Sidoarjo, dan Ketua Dewan Pembina BPC Hipmi Sidoarjo.

Sebagai bentuk pengabdian ke masyarakat, Mas Iin menginisiasi SidoarjoBisa.id dan Pesona-Desa. Sidoarjo Bisa untuk media promosi UMKM dan ekonomi kreatif, sedangkan Pesona Desa sebagai media promosi sekaligus etalase potensi semua desa di Sidoarjo. Program Pesona Desa juga mendapat apresiasi dari Menteri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Sedangkan Bunda Ainun, juga sudah berpengalaman di dunia pendidikan. Dia menjadi pendidik/guru dan setelah menjadi ketua PC Muslimat NU Sidoarjo, dia turut mengelola sekolah MI, MTs, dan MA NU Pucang Sidoarjo. Selain itu, Bunda Ainun juga menjadi pengelola Rumah Sakit (RS) Islam Siti Hajar Sidoarjo. Menjadi pegiat UKM kerajinan tas Tanggulangin, juga sudah lama digelutinya.

Bunda Ainun menjadi anggota DPRD Sidoarjo selama dua periode. Dia pernah duduk di Komisi A (bidang pemerintahan dan hukum), dan Komisi D (bidang kesra). Perempuan murah senyum itu juga pernah menjadi Ketua Badan Kehormatan dan bendahara Fraksi PKB DPRD Sidoarjo.

SERASI: Ahmad Muhdlor Ali-Subandi. (ISTIMEWA)

Sementara itu, Ahmad Muhdlor Ali yang lahir pada 11 Februari 1991, kini, menjadi Direktur Pendidikan Yayasan Bumi Shalawat Progresif di Sidoarjo. Gus Muhdlor, sapaannya, merupakan alumni SMAN 4 Sidoarjo dan FISIP Unair. Dia juga menjabat sebagai wakil sekretaris GP Ansor Sidoarjo sejak tahun 2015. Gus Muhdlor juga pernah menjadi bakal calon legislatif DPRD Sidoarjo 2019 di dapil Sukodono-Taman. Namun, mengundurkan diri.

Sedangkan pasangannya, Subandi, saat ini menjadi anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo. Mantan Kades Pabean, Kecamatan Sedati itu kini menjadi Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo. Dia juga menjadi pengembang perumahan dan pergudangan serta menjadi kontraktor dan penyewaan alat berat.

Sekretaris DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, DPC PKB Sidoarjo masih menunggu rekom pasangan cabup dan cawabup dari DPP PKB. Jika rekom turun, pihaknya akan patuh dan siap merapatkan barisan dari ranting hingga DPC untuk menjalankan kebijakan DPP PKB. “Kita masih menunggu rekom hingga saat ini,” ujarnya.

Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo itu berharap, kader yang nantinya mendapat rekom segera melakukan komunikasi dengan partai. Selanjutnya melakukan kerja-kerja politik untuk pemenangan paslon PKB. “Kader terbaik lah yang akan ditunjuk untuk maju menjadi cabup dan cawabup PKB,” tegasnya. (son/vga/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/