alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Dilarang Kampanye Rapat Umum hingga Konser Musik

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin memperketat aturan kampanye di Pilkada 2020. Hal itu untuk meminimalisir potensi Pilkada menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di antaranya tentang rapat umum hingga konser musik yang kini dilarang.

Komisioner KPU Sidoarjo Divis Sosdiklih, SDM dan Parmas, Fauzan Adim menyebutkan, ketentuan larangan itu tertuang dalam peraturan terbaru. Yakni Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020. “Sudah pasti diatur di PKPU,” terangnya.

Dalam PKPU yang ditandatangani Arief Budiman itu juga dijabarkan bentuk kegiatan kampanye lain yang dilarang. Di antaranya kegiatan budaya atau pentas seni, panen raya, kegiatan olah raga seperti gerak jalan, perlombaan, bazar, donor darah, hingga ulang tahun partai politik. “Memang lebih ketat,” sambung Fauzan.

Di PKPU itu pula, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga berwenang untuk mengambil tindakan. Jika pihaknya menemukan indikasi pelanggaran. Tindakan itu bisa berupa teguran tertulis hingga pembubaran kegiatan.

Kemarin (25/9), Bawaslu Sidoarjo juga sudah mengambil langkah preventif. Mereka telah mengumpulkan tiga kandidat Pilkada Sidoarjo dalam rapat pertemuan. Salah satu poinnya dalam pertemuan pagi hari itu Bawaslu juga mengingatkan soal pembatasan dalam kampanye. “Ini bagian ikhtiar kami, karena selain pengawasan juga perlu langkah pencegahan,” kata Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid.

Selain pengetatan kampanye, Bawaslu juga mewanti-wanti tentang praktik politik uang dan kampanye hitam. Sebab dari indeks kerawanan politik uang, Sidoarjo juga termasuk yang cukup rawan.

Hari ini (26/9), tahapan kampanye sudah dimulai. Bawaslu berharap ketiga kandidat juga taat dan tertib mengikuti ketentuan yang ada. Hal itu untuk menciptakan Pilkada Sidoarjo yang damai. (son/nis)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) semakin memperketat aturan kampanye di Pilkada 2020. Hal itu untuk meminimalisir potensi Pilkada menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di antaranya tentang rapat umum hingga konser musik yang kini dilarang.

Komisioner KPU Sidoarjo Divis Sosdiklih, SDM dan Parmas, Fauzan Adim menyebutkan, ketentuan larangan itu tertuang dalam peraturan terbaru. Yakni Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020. “Sudah pasti diatur di PKPU,” terangnya.

Dalam PKPU yang ditandatangani Arief Budiman itu juga dijabarkan bentuk kegiatan kampanye lain yang dilarang. Di antaranya kegiatan budaya atau pentas seni, panen raya, kegiatan olah raga seperti gerak jalan, perlombaan, bazar, donor darah, hingga ulang tahun partai politik. “Memang lebih ketat,” sambung Fauzan.

Di PKPU itu pula, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga berwenang untuk mengambil tindakan. Jika pihaknya menemukan indikasi pelanggaran. Tindakan itu bisa berupa teguran tertulis hingga pembubaran kegiatan.

Kemarin (25/9), Bawaslu Sidoarjo juga sudah mengambil langkah preventif. Mereka telah mengumpulkan tiga kandidat Pilkada Sidoarjo dalam rapat pertemuan. Salah satu poinnya dalam pertemuan pagi hari itu Bawaslu juga mengingatkan soal pembatasan dalam kampanye. “Ini bagian ikhtiar kami, karena selain pengawasan juga perlu langkah pencegahan,” kata Ketua Bawaslu Sidoarjo Haidar Munjid.

Selain pengetatan kampanye, Bawaslu juga mewanti-wanti tentang praktik politik uang dan kampanye hitam. Sebab dari indeks kerawanan politik uang, Sidoarjo juga termasuk yang cukup rawan.

Hari ini (26/9), tahapan kampanye sudah dimulai. Bawaslu berharap ketiga kandidat juga taat dan tertib mengikuti ketentuan yang ada. Hal itu untuk menciptakan Pilkada Sidoarjo yang damai. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/