alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Enam Upaya Pemkab Sidoarjo untuk Tekan Silpa APBD 2022

SIDOARJO – Penurunan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada APBD 2021 mendapatkan apresiasi dari kalangan legislatif. Sebelumnya pada APBD 2020 angka Silpa mencapai Rp 1 triliun. Namun, pada 2021 turun menjadi Rp 840 miliar.

Dalam penyampaian pandangan umum fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban APBD 2021 beberapa waktu lalu, ada beberapa fraksi yang meminta pemkab bisa mempertahankan prestasi tersebut. Tahun ini diharapkan Silpa turun lagi. Artinya  pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan upaya yang dilakukan pemkab untuk menekan Silpa. Dia menjelaskan, ada enam langkah yang akan diterapkan dalam memaksimalkan penggunaan anggaran.

Pertama, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang tepat waktu. Hal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya gagal lelang. ”Sehingga paket pekerjaan tetap bisa dilaksanakan di tahun ini,” katanya.

Kedua, penyusunan standar yang berkualitas. Hal tersebut karena sebagai dasar penyusunan HPS pada proses pengadaan barang dan jasa. ”Ini penting untuk menekan sisa lelang yang besar,” imbuhnya.

Upaya ketiga adalah dengan melakukan pengurangan belanja yang tidak prioritas. Selanjutnya, pemkab juga menerapkan manajemen pengelolaan keuangan daerah. Selain itu dengan manajemen pengelolaan kas. Dengan tujuan menjamin ketersediaan kas untuk pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Upaya yang ke enam yakni dengan evaluasi dan monitoring realisasi APBD. Hal tersebut dilakukan setiap bulan untuk melihat sejauh mana penyerapan APBD berjalan. ”Sehingga ketika ada kendala, bisa segera dicarikan solusinya bersama,” pungkasnya. (nis/vga)

SIDOARJO – Penurunan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada APBD 2021 mendapatkan apresiasi dari kalangan legislatif. Sebelumnya pada APBD 2020 angka Silpa mencapai Rp 1 triliun. Namun, pada 2021 turun menjadi Rp 840 miliar.

Dalam penyampaian pandangan umum fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban APBD 2021 beberapa waktu lalu, ada beberapa fraksi yang meminta pemkab bisa mempertahankan prestasi tersebut. Tahun ini diharapkan Silpa turun lagi. Artinya  pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan upaya yang dilakukan pemkab untuk menekan Silpa. Dia menjelaskan, ada enam langkah yang akan diterapkan dalam memaksimalkan penggunaan anggaran.

Pertama, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang tepat waktu. Hal itu juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya gagal lelang. ”Sehingga paket pekerjaan tetap bisa dilaksanakan di tahun ini,” katanya.

Kedua, penyusunan standar yang berkualitas. Hal tersebut karena sebagai dasar penyusunan HPS pada proses pengadaan barang dan jasa. ”Ini penting untuk menekan sisa lelang yang besar,” imbuhnya.

Upaya ketiga adalah dengan melakukan pengurangan belanja yang tidak prioritas. Selanjutnya, pemkab juga menerapkan manajemen pengelolaan keuangan daerah. Selain itu dengan manajemen pengelolaan kas. Dengan tujuan menjamin ketersediaan kas untuk pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Upaya yang ke enam yakni dengan evaluasi dan monitoring realisasi APBD. Hal tersebut dilakukan setiap bulan untuk melihat sejauh mana penyerapan APBD berjalan. ”Sehingga ketika ada kendala, bisa segera dicarikan solusinya bersama,” pungkasnya. (nis/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/