alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

Kepala Desa Diajari Cara Kelola Keuangan

SIDOARJO – Pengelolaan keuangan desa diminta harus transparan, akuntabel, dan partisipatif. Selain itu harus dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Maka dari itu Pemkab Sidoarjo kepala desa se-Kabupaten Sidoarjo diberikan bimbingan pengelolaan keuangan desa.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan anggaran desa dari tahun ketahun terus meningkat. Dirinya berharap besarnya dana desa yang dikelola tidak menjadi bencana bagi aparatur pemerintah desa. Oleh karenanya pengelolaan keuangan desa harus betul-betul dipahami oleh aparatur pemerintah desa.

“Dengan dengan kegiatan workshop seperti ini, mudah-mudahan terkait pengelolaan keuangan tidak menjadi masalah bagi aparatur desa,” ucapnya.

Subandi juga meminta ada harmonisasi diseluruh unsur aparatur pemerintah desa. Antara kades dengan perangkatnya serta dengan BPD harus saling bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Menurut Wabup hal tersebut adalah kunci keberhasilan desa menjalankan pembangunan diwilayahnya.

“Harus bisa menjalankan harmonisasi antara kepala desa, perangkat dan BPD, ini adalah kunci suatu keberhasilan ditingkat desa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto mengatakan workshop diikuti seluruh kepala desa beserta bendahara desa di 322 desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pemahaman pengelolaan keuangan desa. Seperti meliputi perencanaan, pelaksanaan penatausahaan serta pelaporan dan pertanggungjawabannya.

Melalui workshop seperti ini lanjut Fredik diharapkan mampu mengoptimalkan pemahaman peran kepala desa dan perangkat desa dalam tata kelola keuangan desa berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas dan parfisipatif.

“Dalam tata kelola keuangan desa diharuskan juga dapat dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” ucapnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Pengelolaan keuangan desa diminta harus transparan, akuntabel, dan partisipatif. Selain itu harus dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Maka dari itu Pemkab Sidoarjo kepala desa se-Kabupaten Sidoarjo diberikan bimbingan pengelolaan keuangan desa.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan anggaran desa dari tahun ketahun terus meningkat. Dirinya berharap besarnya dana desa yang dikelola tidak menjadi bencana bagi aparatur pemerintah desa. Oleh karenanya pengelolaan keuangan desa harus betul-betul dipahami oleh aparatur pemerintah desa.

“Dengan dengan kegiatan workshop seperti ini, mudah-mudahan terkait pengelolaan keuangan tidak menjadi masalah bagi aparatur desa,” ucapnya.

Subandi juga meminta ada harmonisasi diseluruh unsur aparatur pemerintah desa. Antara kades dengan perangkatnya serta dengan BPD harus saling bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Menurut Wabup hal tersebut adalah kunci keberhasilan desa menjalankan pembangunan diwilayahnya.

“Harus bisa menjalankan harmonisasi antara kepala desa, perangkat dan BPD, ini adalah kunci suatu keberhasilan ditingkat desa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto mengatakan workshop diikuti seluruh kepala desa beserta bendahara desa di 322 desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pemahaman pengelolaan keuangan desa. Seperti meliputi perencanaan, pelaksanaan penatausahaan serta pelaporan dan pertanggungjawabannya.

Melalui workshop seperti ini lanjut Fredik diharapkan mampu mengoptimalkan pemahaman peran kepala desa dan perangkat desa dalam tata kelola keuangan desa berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas dan parfisipatif.

“Dalam tata kelola keuangan desa diharuskan juga dapat dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” ucapnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/