alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Kelana-Astutik Bekerja Sama dengan Perusahaan Kurangi Pengangguran

SIDOARJO – Sebagai kota industri, Sidoarjo ternyata masih belum mampu mengatasi persoalan pengangguran. Padahal, terdapat ratusan pabrik yang tersebar di 18 kecamatan. Hal itu sebenarnya bisa menjadi potensi besar untuk menanggulangi pengangguran di Sidoarjo.

Keberadaan industri seharusnya bukan hanya menjadi sumber pemasukan bagi daerah. Namun juga bermanfaat menurunkan tingkat pengangguran. Kondisi inilah yang menjadi kepedulian calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik.

“Sungguh ironis, Sidoarjo yang banyak terdapat pabrik dan perusahaan besar, justru memiliki angka tingkat pengangguran yang masih tinggi,” kata Kelana, Rabu (25/11).

Tingkat pengangguran di Sidoarjo hingga akhir 2019, sekitar 4,72 persen. Jumlah ini semakin bertambah akibat banyak pekerja yang terkena PHK saat pandemi Covid-19 saat ini. Sampai September 2020, jumlah keseluruhan pengangguran di Sidoarjo menembus angka 50 ribuan.

Menurut paslon nomor urut tiga ini, mereka akan memperbanyak kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan skill warga usia kerja. Khususnya para lulusan SMA sederajat, yang setiap tahun mencapai 21.800 orang.

“Kami juga akan bekerja sama dengan perusahaan membuka sistem magang. Kemudian perusahaan bisa memilih karyawan yang tepat sesuai kebutuhan, setelah mereka melihat langsung kemampuan calon karyawan,” ungkap Kelana dengan yakin.

Untuk calon pekerja lain, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, pasangan Kelana- Astutik akan mengarahkannya untuk menjadi entrepreneur UMKM. Mereka akan diberikan pelatihan mendesain dan memproduksi produk serta memasarkannya.

Pasangan Kelana-Astutik akan mensinkronkan program ini dengan kegiatan pendampingan dan penyederhanaan aturan, yang selama ini menghambat ruang gerak UMKM.

“Jadi, kami tidak hanya membuka peluang pencari kerja untuk terjun ke UMKM. Tetapi juga membantu pengembangan UMKM yang sudah ada,” tegas Kelana. (far/vga)

SIDOARJO – Sebagai kota industri, Sidoarjo ternyata masih belum mampu mengatasi persoalan pengangguran. Padahal, terdapat ratusan pabrik yang tersebar di 18 kecamatan. Hal itu sebenarnya bisa menjadi potensi besar untuk menanggulangi pengangguran di Sidoarjo.

Keberadaan industri seharusnya bukan hanya menjadi sumber pemasukan bagi daerah. Namun juga bermanfaat menurunkan tingkat pengangguran. Kondisi inilah yang menjadi kepedulian calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik.

“Sungguh ironis, Sidoarjo yang banyak terdapat pabrik dan perusahaan besar, justru memiliki angka tingkat pengangguran yang masih tinggi,” kata Kelana, Rabu (25/11).

Tingkat pengangguran di Sidoarjo hingga akhir 2019, sekitar 4,72 persen. Jumlah ini semakin bertambah akibat banyak pekerja yang terkena PHK saat pandemi Covid-19 saat ini. Sampai September 2020, jumlah keseluruhan pengangguran di Sidoarjo menembus angka 50 ribuan.

Menurut paslon nomor urut tiga ini, mereka akan memperbanyak kegiatan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan skill warga usia kerja. Khususnya para lulusan SMA sederajat, yang setiap tahun mencapai 21.800 orang.

“Kami juga akan bekerja sama dengan perusahaan membuka sistem magang. Kemudian perusahaan bisa memilih karyawan yang tepat sesuai kebutuhan, setelah mereka melihat langsung kemampuan calon karyawan,” ungkap Kelana dengan yakin.

Untuk calon pekerja lain, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19, pasangan Kelana- Astutik akan mengarahkannya untuk menjadi entrepreneur UMKM. Mereka akan diberikan pelatihan mendesain dan memproduksi produk serta memasarkannya.

Pasangan Kelana-Astutik akan mensinkronkan program ini dengan kegiatan pendampingan dan penyederhanaan aturan, yang selama ini menghambat ruang gerak UMKM.

“Jadi, kami tidak hanya membuka peluang pencari kerja untuk terjun ke UMKM. Tetapi juga membantu pengembangan UMKM yang sudah ada,” tegas Kelana. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/