alexametrics
26 C
Sidoarjo
Wednesday, 18 May 2022

TPS Aman, Ganti Pakai Tinta Tetes

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah berhasil merekrut 24 ribu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kini para penyelenggara pemilu itu tengah bersiap untuk rapid test.

Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas Fauzan Adim menguraikan jika rekrutmen KPPS tidak semudah pada pemilu sebelumnya. Salah satu tantangannya adalah kekhawatiran masyarakat akan persyaratan rapid test. “Banyak yang mundur karena harus ikut rapid test,” katanya.

Karena itu lah, selama rekrutmen, KPU juga sempat memperpanjang masa pendaftaran karena masih sepi peminat. “Ada tiga kecamatan yang diperpanjang. Yakni Sidoarjo, Taman dan Waru,” lanjutnya.

Fauzan menambahkan, ketentuan rapid test itu juga untuk mencegah penularan Covid – 19. Di samping rapid test bagi KPPS, KPU juga telah mengatur skema saat pemungutan suara di TPS pada 9 Desember nanti. Sedikitnya ada 12 hal baru saat pencoblosan 9 Desember mendatang.

Pertama, terkait jumlah pemilih yang ada di tempat pemungutan suara (TPS) dibatasi maksimal hanya 500 orang. Kemudian pemilih juga bakal disediakan sarung tangan plastik, sebelum masuk dites suhu badan. “Ketika suhu di atas 37,3 derajat maka harus masuk bilik sendiri,” kata Nurul Amaliyah, Divisi Data dan Informasi KPU Jatim, Jumat (23/10).

Semua yang datang juga wajib bermasker. TPS juga akan menyediakan masker jika ada pemilih yang lupa. Sebelum digunakan, bilik di TPS disemprot disinfektan dulu.

Nantinya, lanjut Nurul, mekanisme tinta pemilih juga tidak dicelupkan. Tetapi bakal diganti dengan tinta tetes. “Jadi aman untuk meminimalisir penularan Covid -19,” pungkasnya. (son/nis)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo telah berhasil merekrut 24 ribu Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Kini para penyelenggara pemilu itu tengah bersiap untuk rapid test.

Komisioner KPU Sidoarjo Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas Fauzan Adim menguraikan jika rekrutmen KPPS tidak semudah pada pemilu sebelumnya. Salah satu tantangannya adalah kekhawatiran masyarakat akan persyaratan rapid test. “Banyak yang mundur karena harus ikut rapid test,” katanya.

Karena itu lah, selama rekrutmen, KPU juga sempat memperpanjang masa pendaftaran karena masih sepi peminat. “Ada tiga kecamatan yang diperpanjang. Yakni Sidoarjo, Taman dan Waru,” lanjutnya.

Fauzan menambahkan, ketentuan rapid test itu juga untuk mencegah penularan Covid – 19. Di samping rapid test bagi KPPS, KPU juga telah mengatur skema saat pemungutan suara di TPS pada 9 Desember nanti. Sedikitnya ada 12 hal baru saat pencoblosan 9 Desember mendatang.

Pertama, terkait jumlah pemilih yang ada di tempat pemungutan suara (TPS) dibatasi maksimal hanya 500 orang. Kemudian pemilih juga bakal disediakan sarung tangan plastik, sebelum masuk dites suhu badan. “Ketika suhu di atas 37,3 derajat maka harus masuk bilik sendiri,” kata Nurul Amaliyah, Divisi Data dan Informasi KPU Jatim, Jumat (23/10).

Semua yang datang juga wajib bermasker. TPS juga akan menyediakan masker jika ada pemilih yang lupa. Sebelum digunakan, bilik di TPS disemprot disinfektan dulu.

Nantinya, lanjut Nurul, mekanisme tinta pemilih juga tidak dicelupkan. Tetapi bakal diganti dengan tinta tetes. “Jadi aman untuk meminimalisir penularan Covid -19,” pungkasnya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/