alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

KPU Sidoarjo Lelang Logistik Bekas Pemilu

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan Pilkada 2020. Termasuk dalam hal logistik yang dibutuhkan saat pencoblosan.

Untuk saat ini, KPU Sidoarjo melelang sejumlah logistik yang sebelumnya pernah digunakan dalam pemilu. Seperti kotak suara kardus pemilu 2018, bilik suara, hingga surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim tahun 2018 lalu. Barang-barang itu tidak dapat dipergunakan lagi karena memang sekali pakai.

Sekretaris KPU Sidoarjo Sulaiman menguraikan, untuk kebutuhan logistik Pilkada 2020 sendiri memang masih belum dilakukan. “Logistik kan ada keterkaitannya dengan tahapan lain,” terangnya.

Sulaiman mencontohkan, salah satunya kebutuhan surat suara juga harus nunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena jumlah surat suara juga harus menyesuaikan daftar pemilih. Selain itu juga pengundian nomor urut dan jumlah paslon. Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk pencetakan surat suara. “Jadi tidak bisa berdiri sendiri tahapannya,” sambungnya.

Secara jadwal, KPU juga masih memiliki waktu untuk menuntaskan pengadaan logistik yang dibutuhkan dalam pilkada. Yakni sampai 20 November mendatang.

Saat ini, KPU masih bekerja untuk menyusun Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Hal itu setelah dituntaskannya tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) pada 13 Agustus kemarin. (son/vga)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan Pilkada 2020. Termasuk dalam hal logistik yang dibutuhkan saat pencoblosan.

Untuk saat ini, KPU Sidoarjo melelang sejumlah logistik yang sebelumnya pernah digunakan dalam pemilu. Seperti kotak suara kardus pemilu 2018, bilik suara, hingga surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim tahun 2018 lalu. Barang-barang itu tidak dapat dipergunakan lagi karena memang sekali pakai.

Sekretaris KPU Sidoarjo Sulaiman menguraikan, untuk kebutuhan logistik Pilkada 2020 sendiri memang masih belum dilakukan. “Logistik kan ada keterkaitannya dengan tahapan lain,” terangnya.

Sulaiman mencontohkan, salah satunya kebutuhan surat suara juga harus nunggu penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena jumlah surat suara juga harus menyesuaikan daftar pemilih. Selain itu juga pengundian nomor urut dan jumlah paslon. Hal itu juga menjadi pertimbangan untuk pencetakan surat suara. “Jadi tidak bisa berdiri sendiri tahapannya,” sambungnya.

Secara jadwal, KPU juga masih memiliki waktu untuk menuntaskan pengadaan logistik yang dibutuhkan dalam pilkada. Yakni sampai 20 November mendatang.

Saat ini, KPU masih bekerja untuk menyusun Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Hal itu setelah dituntaskannya tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) pada 13 Agustus kemarin. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/