alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Penyelesaian Sampah dan Sungai Harus Masuk Prioritas

SIDOARJO – Masalah sampah dan pendangkalan sungai benar-benar diharapkan tuntas dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 – 2026. Hal itu menjadi salah satu fokus perhatian Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo terkait pembahasan raperda itu.

Karena saat ini memang masalah sampah dan sungai kotor atau dangkal juga masih kerap dikeluhkan warga. Beberapa hari lalu misalnya, tumpukan sampah sampai membusuk di pinggiran Jalan Kemangsen, Balongbendo juga menjadi sorotan warga. Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga telah terjun membersihkan sampah itu.

Demikian halnya soal sungai, Rabu (21/4) lalu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi juga sampai ikut memantau jalannya pembersihan sungai yang penuh sampah di Desa Ketajen Kecamatan Gedangan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo, Warih Andono menguraikan, penanganan sampah di Sidoarjo harus direncanakan dengan matang. Hal itu perlu disusun sempurna dalam RPJMD 2021 – 2026. Sehingga nanti masalah sampah tidak terus dikeluhkan warga. “Termasuk normalisasi sungai dan saluran air harus bisa tertata dengan baik,” imbuhnya.

Masalah pendangkalan sungai jika tidak dituntaskan juga bisa memberikan efek jangka panjang. Misalnya banjir di pemukiman warga karena sungai tak mampu menampung air hujan. Termasuk jalan – jalan aspal yang cepat rusak lantaran terendam air.

Penyusunan RPJMD menjadi kesempatan utuk memantabkan perencanaan pembangunan secara jangka panjang. Harapannya tentu memyesuaikan dengan masalah terkini yang terjadi di Sidoarjo. “Namun eksekusinya juga harus bagus,” pungkas Warih.

Di lain pihak, Wabub Subandi juga merencanakan tiap kecamatan memiliki satu mobil pengeruk tanah untuk menormalisasi sungai. Pihak kecamatan dapat langsung menggunakan alat tersebut untuk mengatasi permasalahan sungai. Sehingga tidak perlu lagi menunggu dinas terkait. Dengan cara seperti ini diharapkan penanganan permasalahan sungai dapat segera teratasi. (son/opi)

SIDOARJO – Masalah sampah dan pendangkalan sungai benar-benar diharapkan tuntas dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 – 2026. Hal itu menjadi salah satu fokus perhatian Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo terkait pembahasan raperda itu.

Karena saat ini memang masalah sampah dan sungai kotor atau dangkal juga masih kerap dikeluhkan warga. Beberapa hari lalu misalnya, tumpukan sampah sampai membusuk di pinggiran Jalan Kemangsen, Balongbendo juga menjadi sorotan warga. Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga telah terjun membersihkan sampah itu.

Demikian halnya soal sungai, Rabu (21/4) lalu, Wakil Bupati Sidoarjo Subandi juga sampai ikut memantau jalannya pembersihan sungai yang penuh sampah di Desa Ketajen Kecamatan Gedangan.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo, Warih Andono menguraikan, penanganan sampah di Sidoarjo harus direncanakan dengan matang. Hal itu perlu disusun sempurna dalam RPJMD 2021 – 2026. Sehingga nanti masalah sampah tidak terus dikeluhkan warga. “Termasuk normalisasi sungai dan saluran air harus bisa tertata dengan baik,” imbuhnya.

Masalah pendangkalan sungai jika tidak dituntaskan juga bisa memberikan efek jangka panjang. Misalnya banjir di pemukiman warga karena sungai tak mampu menampung air hujan. Termasuk jalan – jalan aspal yang cepat rusak lantaran terendam air.

Penyusunan RPJMD menjadi kesempatan utuk memantabkan perencanaan pembangunan secara jangka panjang. Harapannya tentu memyesuaikan dengan masalah terkini yang terjadi di Sidoarjo. “Namun eksekusinya juga harus bagus,” pungkas Warih.

Di lain pihak, Wabub Subandi juga merencanakan tiap kecamatan memiliki satu mobil pengeruk tanah untuk menormalisasi sungai. Pihak kecamatan dapat langsung menggunakan alat tersebut untuk mengatasi permasalahan sungai. Sehingga tidak perlu lagi menunggu dinas terkait. Dengan cara seperti ini diharapkan penanganan permasalahan sungai dapat segera teratasi. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/