alexametrics
26 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Bahas APBD 2022, Belanja Modal Berkurang, Paling Banyak untuk Jalan

SIDOARJO – Pembahasan APBD 2022 sedang dilakukan oleh DPRD Sidoarjo. Ada beberapa perubahan di dalamnya. Seperti nilai belanja modal yang turun.

Anggota Badan Anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, persentase belanja modal tahun depan akan berbeda. Jika sebelumnya minimal 26 persen, tahun depan hanya 17,3 persen.

Namun, penurunan itu bukan karena adanya pengurangan program pembangunan. Ada perubahan nomenklatur tentang belanja. Sesuai dengan Permendagri nomor 90.

“Awalnya belanja barang sekarang menjadi belanja operasional,” katanya.

Tahun depan angka belanja modal mencapai Rp 823 miliar. Porsi paling besar ada di pos jalan, jaringan dan irigasi. Dengan persentase 46,6 persen atau Rp 383 miliar.

Yang termasuk dalam belanja modal lainnya adalah belanja tanah Rp 120 miliar, peralatan dan mesin Rp 186 miliar, gedung dan bangunan Rp 130 miliar serta aset tetap lainnya Rp 1,9 miliar.

Pembahasan mengenai belanja dalam APBD 2022 itu masih akan dilakukan hingga pekan depan. Termasuk di dalamnya juga akan membahas belanja prioritas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sigit Setyawan mengatakan, tahun depan ada dua proyek besar dalam pembangunan infrsatruktur. Yakni pembangunan jalan beton dan Frontage Road (FR).

Beberapa pembangunan jalan beton ada di ruas Kebonagung-Kemasan dan kelanjutan Kepadangan-Bulang. “Juga di Gedangan untuk pembangunan fisik FR,” imbuhnya.

Namun keputusan besaran belanja modal tersebut belum final. Sebab masih dalam tahap pembahasan. Angka tersebut masih bisa berubah. (nis/vga)

 

SIDOARJO – Pembahasan APBD 2022 sedang dilakukan oleh DPRD Sidoarjo. Ada beberapa perubahan di dalamnya. Seperti nilai belanja modal yang turun.

Anggota Badan Anggaran (banggar) DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, persentase belanja modal tahun depan akan berbeda. Jika sebelumnya minimal 26 persen, tahun depan hanya 17,3 persen.

Namun, penurunan itu bukan karena adanya pengurangan program pembangunan. Ada perubahan nomenklatur tentang belanja. Sesuai dengan Permendagri nomor 90.

“Awalnya belanja barang sekarang menjadi belanja operasional,” katanya.

Tahun depan angka belanja modal mencapai Rp 823 miliar. Porsi paling besar ada di pos jalan, jaringan dan irigasi. Dengan persentase 46,6 persen atau Rp 383 miliar.

Yang termasuk dalam belanja modal lainnya adalah belanja tanah Rp 120 miliar, peralatan dan mesin Rp 186 miliar, gedung dan bangunan Rp 130 miliar serta aset tetap lainnya Rp 1,9 miliar.

Pembahasan mengenai belanja dalam APBD 2022 itu masih akan dilakukan hingga pekan depan. Termasuk di dalamnya juga akan membahas belanja prioritas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sigit Setyawan mengatakan, tahun depan ada dua proyek besar dalam pembangunan infrsatruktur. Yakni pembangunan jalan beton dan Frontage Road (FR).

Beberapa pembangunan jalan beton ada di ruas Kebonagung-Kemasan dan kelanjutan Kepadangan-Bulang. “Juga di Gedangan untuk pembangunan fisik FR,” imbuhnya.

Namun keputusan besaran belanja modal tersebut belum final. Sebab masih dalam tahap pembahasan. Angka tersebut masih bisa berubah. (nis/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/