alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Bawaslu Kaji Opsi Penundaan Penetapan Bapaslon

SIDOARJO – Salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) dalam Pilkada Sidoarjo masih terkendala hasil uji swab lantaran positif Covid-19. Hal itu berdampak pada dimungkinkanya penetapan bapaslon dua kali.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Sidoarjo Mohammad Rasul mengatakan, terkait syarat pencalonan sebenarnya hanya harus memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani. Namun, permasalahannya di sini ialah kondisi nasional sedang berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Sehingga apabila ditemukan salah satu bapaslon yang pada saat hari penetepan belum bisa menyertakan surat keterangan sehat jasmani dan rohani karena positif Covid-19, maka ada beberapa alternatif yang telah disiapkan.

Pertama, bagi calon yang terkena Covid-19 diteruskan pengecekan kesehatan jasmani dan rohani dengan alasan, penyakit itu tidak mempengaruhi terhadap hasil kesehatan jasmani dan rohani. “Jika selesai inkubasi, selanjutnya yang bersangkutan dianggap tidak lagi berisiko tinggi baik bagi dirinya atau orang lain,” terangnya.

Kedua, bisa juga bapaslon yang saat ini sedang dalam masa penyembuhan tersebut untuk tahapan penetapannya ditinggal. Untuk yang negatif jika telah melakukan cek kesehatan dan berkasnya benar, bisa dilanjutkan untuk penetapan. “Kedua opsi ini, masih dalam proses pengkajian oleh Bawaslu kabupaten Sidoarjo. Nanti hasil pembahasan akan kami jadikan sebagai bahan rekomendasi kepada KPU Sidoarjo,”sambungnya.

Agung Nugraha, Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sidoarjo menambahkan, landasan dalam persoalan itu adalah Surat Keputusan KPU RI. Tentunya perlu beberapa data untuk mengambil sikap yang tepat. Dalam waktu dekat, rekomendasi itu juga bakal disampaikan. (son/nis)

SIDOARJO – Salah satu bakal pasangan calon (bapaslon) dalam Pilkada Sidoarjo masih terkendala hasil uji swab lantaran positif Covid-19. Hal itu berdampak pada dimungkinkanya penetapan bapaslon dua kali.

Kordiv Pengawasan Bawaslu Sidoarjo Mohammad Rasul mengatakan, terkait syarat pencalonan sebenarnya hanya harus memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani. Namun, permasalahannya di sini ialah kondisi nasional sedang berada dalam situasi pandemi Covid-19.

Sehingga apabila ditemukan salah satu bapaslon yang pada saat hari penetepan belum bisa menyertakan surat keterangan sehat jasmani dan rohani karena positif Covid-19, maka ada beberapa alternatif yang telah disiapkan.

Pertama, bagi calon yang terkena Covid-19 diteruskan pengecekan kesehatan jasmani dan rohani dengan alasan, penyakit itu tidak mempengaruhi terhadap hasil kesehatan jasmani dan rohani. “Jika selesai inkubasi, selanjutnya yang bersangkutan dianggap tidak lagi berisiko tinggi baik bagi dirinya atau orang lain,” terangnya.

Kedua, bisa juga bapaslon yang saat ini sedang dalam masa penyembuhan tersebut untuk tahapan penetapannya ditinggal. Untuk yang negatif jika telah melakukan cek kesehatan dan berkasnya benar, bisa dilanjutkan untuk penetapan. “Kedua opsi ini, masih dalam proses pengkajian oleh Bawaslu kabupaten Sidoarjo. Nanti hasil pembahasan akan kami jadikan sebagai bahan rekomendasi kepada KPU Sidoarjo,”sambungnya.

Agung Nugraha, Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Sidoarjo menambahkan, landasan dalam persoalan itu adalah Surat Keputusan KPU RI. Tentunya perlu beberapa data untuk mengambil sikap yang tepat. Dalam waktu dekat, rekomendasi itu juga bakal disampaikan. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/