alexametrics
26.7 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Terinspirasi KLG, BHS Bakal Gelar Lomba Permainan Tradisional

SIDOARJO – Bakal calon bupati (bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi Kampung Lali Gadget (KLG) di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Jumat (21/8). BHS melihat anak-anak bermain permainan tradisional gobak sodor, egrang, dan layang-layang.

Anggota DPR RI Teraspiratif 2019 itu memuji aktivitas yang dilakukan warga desa memberikan edukasi pada anak melalui permainan tradisional agar tidak kecanduan gadget. “Desa ini sudah bisa medorong masyarakatnya untuk bisa mengenal budaya, olahraga bermain tradisional. Dimana ini sudah banyak ditinggalkan orang-orang di kota. Atau juga orang di desa lain,” katanya.

BHS juga sempat berbincang dengan sejumlah anak di kampung tersebut. BHS mengaku salut. Itu disebutnya bukti bahwa permainan tradisional memberikan dampak positif pada intelegensi anak-anak, menguatkan kesehatan, jasmani, dan rohani. “Saya lihat cara berpikir mereka lebih cerdas. Karena permainan ini tidak hanya melatih fisik yang kuat secara jasmani, tapi juga intelegensinya,” imbuhnya.

Dengan hanya mempunyai modal dan infrastukrur yang sangat sederhana, mereka bisa meyiapkan tempat bermain bagi anak. Sehingga anak-anak menjadi kelihatan lebih sehat dan lincah. Secara jasmani dan rohani.

Tak sekadar bermain, melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anak-anak juga bisa mengenal budaya. Utamanya budaya Jawa yang beragam, termasuk budaya bermain anak-anak. Terinspirasi dari permainan tradisional di KLG, serta untuk mendukung program prositif itu, BHS bakal menggelar lomba permainan tradisional antar desa dan kelurahan di Kota Delta.

Beberapa permainan tradisional yang akan dilombakan antara lain, patil lele, kasti, egrang, dan gobak sodor. “Silakan disiapkan desanya masing-masing. Kita akan menggelar lomba permainan tradisional antardesa se-Sidoarjo untuk melestarikan budaya permainan ke seluruh wilayah Sidoarjo,” ujar bacabup yang mengantongi rekomendasi resmi Partai Gerindra ini.

KLG berdiri sejak April 2018 lalu. Memakai lahan warga dan gotong royong warga sekitar untuk memfasilitasi anak-anak bermain di sana. Sementara itu inisiator KLG Achmad Irfandi mengakui setiap kampung idealnya memiliki tempat bermain khusus anak-anak. Akan tetapi, kenyataannya, tempat bermain ini masih disepelekan semua pihak. Padahal arena bermain anak-anak ini sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. “Setiap hari anak-anak bermain di sini. Free, karena berbagai fasilitas permainan tradisional sudah ada. Lahannya ini milik warga yang dipinjamkan untuk kepentingan anak-anak,” kata pria 27 tahun itu.

Tempat bermain itu sengaja dibuka untuk mencegah ketergantungan anak kepada gadget. Mereka diajak memainkan permainan tradisional, agar tidak melulu bermain game online atau bermain gadget. “Memang tidak semua pengaruh gadget itu negatif. Tapi jika kecanduan atau terlalu lama bermain gadget juga tidak bagus. Sehingga anak-anak kita ajak bermain dengan permainan-permainan tradisional di sini,” terangnya. (rpp/opi)

SIDOARJO – Bakal calon bupati (bacabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi Kampung Lali Gadget (KLG) di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Jumat (21/8). BHS melihat anak-anak bermain permainan tradisional gobak sodor, egrang, dan layang-layang.

Anggota DPR RI Teraspiratif 2019 itu memuji aktivitas yang dilakukan warga desa memberikan edukasi pada anak melalui permainan tradisional agar tidak kecanduan gadget. “Desa ini sudah bisa medorong masyarakatnya untuk bisa mengenal budaya, olahraga bermain tradisional. Dimana ini sudah banyak ditinggalkan orang-orang di kota. Atau juga orang di desa lain,” katanya.

BHS juga sempat berbincang dengan sejumlah anak di kampung tersebut. BHS mengaku salut. Itu disebutnya bukti bahwa permainan tradisional memberikan dampak positif pada intelegensi anak-anak, menguatkan kesehatan, jasmani, dan rohani. “Saya lihat cara berpikir mereka lebih cerdas. Karena permainan ini tidak hanya melatih fisik yang kuat secara jasmani, tapi juga intelegensinya,” imbuhnya.

Dengan hanya mempunyai modal dan infrastukrur yang sangat sederhana, mereka bisa meyiapkan tempat bermain bagi anak. Sehingga anak-anak menjadi kelihatan lebih sehat dan lincah. Secara jasmani dan rohani.

Tak sekadar bermain, melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anak-anak juga bisa mengenal budaya. Utamanya budaya Jawa yang beragam, termasuk budaya bermain anak-anak. Terinspirasi dari permainan tradisional di KLG, serta untuk mendukung program prositif itu, BHS bakal menggelar lomba permainan tradisional antar desa dan kelurahan di Kota Delta.

Beberapa permainan tradisional yang akan dilombakan antara lain, patil lele, kasti, egrang, dan gobak sodor. “Silakan disiapkan desanya masing-masing. Kita akan menggelar lomba permainan tradisional antardesa se-Sidoarjo untuk melestarikan budaya permainan ke seluruh wilayah Sidoarjo,” ujar bacabup yang mengantongi rekomendasi resmi Partai Gerindra ini.

KLG berdiri sejak April 2018 lalu. Memakai lahan warga dan gotong royong warga sekitar untuk memfasilitasi anak-anak bermain di sana. Sementara itu inisiator KLG Achmad Irfandi mengakui setiap kampung idealnya memiliki tempat bermain khusus anak-anak. Akan tetapi, kenyataannya, tempat bermain ini masih disepelekan semua pihak. Padahal arena bermain anak-anak ini sangat penting bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak. “Setiap hari anak-anak bermain di sini. Free, karena berbagai fasilitas permainan tradisional sudah ada. Lahannya ini milik warga yang dipinjamkan untuk kepentingan anak-anak,” kata pria 27 tahun itu.

Tempat bermain itu sengaja dibuka untuk mencegah ketergantungan anak kepada gadget. Mereka diajak memainkan permainan tradisional, agar tidak melulu bermain game online atau bermain gadget. “Memang tidak semua pengaruh gadget itu negatif. Tapi jika kecanduan atau terlalu lama bermain gadget juga tidak bagus. Sehingga anak-anak kita ajak bermain dengan permainan-permainan tradisional di sini,” terangnya. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/