alexametrics
27 C
Sidoarjo
Saturday, 21 May 2022

Dianggap Kurang Efektif, Bansos Tahap III Dihentikan

SIDOARJO – Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo merencanakan pembagian bantuan sosial (bansos) tahap tiga kembali ke skema awal, yakni berupa sembako. Namun, rencana itu urung dilakukan.

Berdasarkan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sidoarjo, Selasa (21/7), Pemkab Sidoarjo memutuskan untuk tidak melanjutkan program bansos bagi 135.572 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu.

Sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), bahwa dua kali pendistribusian itu telah dirancang dalam bentuk sembako. Namun di tahap dua, diubah menjadi penyaluran bansos uang tunai yang diambilkan dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Sehingga ajuan bansos tahap dua berbentuk sembako belum termanfaatkan. “Hasil rapat instruksinya agar di-Silpa-kan (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, Red). Sesuai dengan program, sudah tuntas. Memberikan bansos dua kali,” kata Kepala Dinsos Sidoarjo Tirto Adi.

Ketua Panja DPRD Sidoarjo Choirul Hidayat mengungkapkan, bansos tahap ketiga itu tidak perlu dilanjutkan lagi karena dinilai kurang efektif. “Dianggarkan dua kali, ngapain dilanjut tiga kali. Banyak carut marutnya. Lebih baik buat progam yang lebih efektif menekan penyebaran Covid-19,” terang politisi PDIP itu.

Anggota Panja DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menambahkan, panja sudah memberikan rekomendasi soal bansos tahap dua dibagikan secara tunai. Dikarenakan, bansos tahap satu yang dibagikan dalam bentuk sembako, dinilai kurang efektif. “Tahap dua sudah berjalan, dampaknya juga bisa mendukung perputaran ekonomi di desa serta lingkungan. Karena tunai bisa langsung dibelanjakan sesuai kebutuhan,” terangnya. (son/rpp/vga)

 

SIDOARJO – Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo merencanakan pembagian bantuan sosial (bansos) tahap tiga kembali ke skema awal, yakni berupa sembako. Namun, rencana itu urung dilakukan.

Berdasarkan rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sidoarjo, Selasa (21/7), Pemkab Sidoarjo memutuskan untuk tidak melanjutkan program bansos bagi 135.572 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu.

Sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), bahwa dua kali pendistribusian itu telah dirancang dalam bentuk sembako. Namun di tahap dua, diubah menjadi penyaluran bansos uang tunai yang diambilkan dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Sehingga ajuan bansos tahap dua berbentuk sembako belum termanfaatkan. “Hasil rapat instruksinya agar di-Silpa-kan (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan, Red). Sesuai dengan program, sudah tuntas. Memberikan bansos dua kali,” kata Kepala Dinsos Sidoarjo Tirto Adi.

Ketua Panja DPRD Sidoarjo Choirul Hidayat mengungkapkan, bansos tahap ketiga itu tidak perlu dilanjutkan lagi karena dinilai kurang efektif. “Dianggarkan dua kali, ngapain dilanjut tiga kali. Banyak carut marutnya. Lebih baik buat progam yang lebih efektif menekan penyebaran Covid-19,” terang politisi PDIP itu.

Anggota Panja DPRD Sidoarjo Bangun Winarso menambahkan, panja sudah memberikan rekomendasi soal bansos tahap dua dibagikan secara tunai. Dikarenakan, bansos tahap satu yang dibagikan dalam bentuk sembako, dinilai kurang efektif. “Tahap dua sudah berjalan, dampaknya juga bisa mendukung perputaran ekonomi di desa serta lingkungan. Karena tunai bisa langsung dibelanjakan sesuai kebutuhan,” terangnya. (son/rpp/vga)

 

Most Read

Berita Terbaru


/