alexametrics
27 C
Sidoarjo
Wednesday, 17 August 2022

Sah, Hasil Pilkades Serentak Tidak Ada Gugatan

SIDOARJO – Pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala desa (pilkades) di Sidoarjo selesai digelar. Hingga hari terakhir, tidak ada pengajuan gugatan terkait hasil pemungutan suara pesta demokrasi di tingkat desa itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo Mulyawan mengungkapkan, secara jadwal Rabu (22/6) merupakan batas waktu terakhir pengajuan gugatan terkait dari hasil penghitungan suara. Hasilnya tidak ada gugatan yang masuk. “Tidak ada gugatan hasil pilkades,” katanya, Rabu (22/6).

Dengan demikian maka tahapan pilkades tinggal menyisakan beberapa tahapan akhir. Puncaknya adalah pelantikan calon kepala desa terpilih yang dijadwalkan pada 26 Juli mendatang.

Dalam pemungutan dan penghitungan suara yang telah digelar juga telah muncul nama-nama calon kepala desa pemenang. Data PMD mengungkap rekap hasil penghitungan suara. Ada kandidat yang menang mutlak tapi juga ada yang menang dengan selisih cukup tipis.

Misalnya kejadian di Desa Krembangan, Kecamatan Taman. Cakades Sutrisno menang dengan 842 suara. Angka itu selisih tipis dengan salah satu lawannya yakni Damri yang mendapat 839 suara.

Sementara kemenangan mutlak seperti yang diraih cakades Sumput, Kausar. Ia mendapatkan 2.736 suara, sementara lawannya Bambang Mugijono hanya mendapat 440 suara.

Demikian halnya yang terjadi di Desa Gelam. Cakades Mochamad Muslich mendapat suara 2.495. Sementara lawanya Sri Astuti Ningsih hanya mendapat 725 suara.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor juga mengapresiasi pelaksanaan pilkades. Di antaranya terkait sistem pecah TPS untuk menghindari kerumunan juga mempercepat proses pemungutan suara. Tim gabungan pengamanan yang melibatkan Pemkab, TNI-Polri juga berjalan sewajarnya. Tidak berlebihan dalam melakukan pengamanan di desa.

“Pilkades serentak berjalan lancar. Suasana kondusif ini harus dijaga bersama. Kemajuan sebuah kota syarat utamanya haruslah kondusif. Ini penting,” pesan Muhdlor.

Menurutnya, warga Sidoarjo sudah dewasa dalam berpolitik. Meski berbeda pilihan lebih mengutamakan demokrasi. Perkembangan melek politik dan sadar demokrasi ini harus dipupuk terus agar ke depannya pesta demokrasi di skala yang lebih besar semakin baik.

Dia berharap, kesadaran dalam berdemokrasi akan memunculkan pemimpin-pemimpin yang kompeten. Dengan konstituen yang sadar politik harapan besar bagi Kota Delta menjadi daerah yang maju. “Karena modal penting yakni wargnya yang sudah melek politik menjadi aset berharga bagi kota ini,” jelasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Pemungutan dan penghitungan suara pemilihan kepala desa (pilkades) di Sidoarjo selesai digelar. Hingga hari terakhir, tidak ada pengajuan gugatan terkait hasil pemungutan suara pesta demokrasi di tingkat desa itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo Mulyawan mengungkapkan, secara jadwal Rabu (22/6) merupakan batas waktu terakhir pengajuan gugatan terkait dari hasil penghitungan suara. Hasilnya tidak ada gugatan yang masuk. “Tidak ada gugatan hasil pilkades,” katanya, Rabu (22/6).

Dengan demikian maka tahapan pilkades tinggal menyisakan beberapa tahapan akhir. Puncaknya adalah pelantikan calon kepala desa terpilih yang dijadwalkan pada 26 Juli mendatang.

Dalam pemungutan dan penghitungan suara yang telah digelar juga telah muncul nama-nama calon kepala desa pemenang. Data PMD mengungkap rekap hasil penghitungan suara. Ada kandidat yang menang mutlak tapi juga ada yang menang dengan selisih cukup tipis.

Misalnya kejadian di Desa Krembangan, Kecamatan Taman. Cakades Sutrisno menang dengan 842 suara. Angka itu selisih tipis dengan salah satu lawannya yakni Damri yang mendapat 839 suara.

Sementara kemenangan mutlak seperti yang diraih cakades Sumput, Kausar. Ia mendapatkan 2.736 suara, sementara lawannya Bambang Mugijono hanya mendapat 440 suara.

Demikian halnya yang terjadi di Desa Gelam. Cakades Mochamad Muslich mendapat suara 2.495. Sementara lawanya Sri Astuti Ningsih hanya mendapat 725 suara.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor juga mengapresiasi pelaksanaan pilkades. Di antaranya terkait sistem pecah TPS untuk menghindari kerumunan juga mempercepat proses pemungutan suara. Tim gabungan pengamanan yang melibatkan Pemkab, TNI-Polri juga berjalan sewajarnya. Tidak berlebihan dalam melakukan pengamanan di desa.

“Pilkades serentak berjalan lancar. Suasana kondusif ini harus dijaga bersama. Kemajuan sebuah kota syarat utamanya haruslah kondusif. Ini penting,” pesan Muhdlor.

Menurutnya, warga Sidoarjo sudah dewasa dalam berpolitik. Meski berbeda pilihan lebih mengutamakan demokrasi. Perkembangan melek politik dan sadar demokrasi ini harus dipupuk terus agar ke depannya pesta demokrasi di skala yang lebih besar semakin baik.

Dia berharap, kesadaran dalam berdemokrasi akan memunculkan pemimpin-pemimpin yang kompeten. Dengan konstituen yang sadar politik harapan besar bagi Kota Delta menjadi daerah yang maju. “Karena modal penting yakni wargnya yang sudah melek politik menjadi aset berharga bagi kota ini,” jelasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/