alexametrics
24 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Penetapan Pemenang Pilkada Tunggu Pemberitahuan MK

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo belum bisa melakukan penetapan pemenang dalam Pilkada Sidoarjo. Saat ini, KPU masih menunggu pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Ketua KPU Sidoarjo M Iskak kemarin (20/12). Menurutnya, pemberitahuan dari MK itu sebagai dasar tindak lanjut penetapan pemenang. “Saat ini kami masih menunggu,” katanya.

Iskak menambahkan, KPU baru akan melakukan penetapan paslon terpilih ketika proses gugatan di MK telah selesai. Dalam artian telah ada hasil keputusan tetap dari MK perihal gugatan tersebut.

Meski tidak ada gugatan, KPU tetap menunggu surat dari MK perihal pilkada sebelum melakukan penetapan paslon terpilih. Namun surat yang dimaksud tersebut sifatnya hanya sebagai surat pemberitahuan bahwa dalam Pilkada Sidoarjo 2020 tidak ditemukan surat permohonan gugatan. “Kalau ini batas maksimal penetapan paslon terpilih ialah lima hari pasca terbitnya surat pemberitahuan itu,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPU Sidoarjo telah menuntaskan rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Hasilnya, paslon 01 Bambang Haryo Soekartono (BHS) – M.Taufiqulbar memperoleh 373.516 suara, paslon 02 Ahmad Muhdlor Ali memperoleh 387.766 suara, dan paslon 03 Kelana Aprilianto – Dwi Astutik memperoleh 212.594 suara.

Sementara itu, angka partisipasi memilih di Pilkada kali ini juga dinilai baik. M.Iskak menyebutkan partisipasi memilih memcapai 71 persen. Angka itu tentu partisipasi memilih yang cukup tinggi dibanding dengan Pilkada sebelum sebelumnya. (son/nis)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo belum bisa melakukan penetapan pemenang dalam Pilkada Sidoarjo. Saat ini, KPU masih menunggu pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal itu disampaikan Ketua KPU Sidoarjo M Iskak kemarin (20/12). Menurutnya, pemberitahuan dari MK itu sebagai dasar tindak lanjut penetapan pemenang. “Saat ini kami masih menunggu,” katanya.

Iskak menambahkan, KPU baru akan melakukan penetapan paslon terpilih ketika proses gugatan di MK telah selesai. Dalam artian telah ada hasil keputusan tetap dari MK perihal gugatan tersebut.

Meski tidak ada gugatan, KPU tetap menunggu surat dari MK perihal pilkada sebelum melakukan penetapan paslon terpilih. Namun surat yang dimaksud tersebut sifatnya hanya sebagai surat pemberitahuan bahwa dalam Pilkada Sidoarjo 2020 tidak ditemukan surat permohonan gugatan. “Kalau ini batas maksimal penetapan paslon terpilih ialah lima hari pasca terbitnya surat pemberitahuan itu,” imbuhnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, KPU Sidoarjo telah menuntaskan rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Hasilnya, paslon 01 Bambang Haryo Soekartono (BHS) – M.Taufiqulbar memperoleh 373.516 suara, paslon 02 Ahmad Muhdlor Ali memperoleh 387.766 suara, dan paslon 03 Kelana Aprilianto – Dwi Astutik memperoleh 212.594 suara.

Sementara itu, angka partisipasi memilih di Pilkada kali ini juga dinilai baik. M.Iskak menyebutkan partisipasi memilih memcapai 71 persen. Angka itu tentu partisipasi memilih yang cukup tinggi dibanding dengan Pilkada sebelum sebelumnya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/