alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

E-Voting Pilkades Berjalan Tanpa Hambatan

SIDOARJO – Pesta demokrasi tingkat desa di Sidoarjo yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) akhirnya berlangsung Minggu (20/12). Diikuti 174 desa, 14 desa di antaranya menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting. Dari pantauan kemarin e-voting Pilkades berjalan lancar mulai dibukanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) pukul 07.00 hingga berakhir pukul 12.00.

Salah satu titik pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting di Desa Sruni Kecamatan Gedangan. Desa dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 4.700 orang itu terdapat 10 TPS. Masing-masing TPS ada satu alat e-voting.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, pemilih antre dengan tertib saat akan masuk TPS. Dengan diukur suhu tubuh, mencuci tangan lalu petugas memberikan sarung tangan plastik kepada pemilih. Setelah tiba giliran, pemilih menuju bilik suara untuk menyalurkan hak pilihnya.

Pasca memberikan pilihannya, secara otomatis akan tercetak struk ber-barcode. Lalu struk tersebut dimasukkan dalam kotak. Nantinya akan dicocokkan dengan suara yang masuk ke sistem e-voting dengan jumlah kehadiran pemilih.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 03 Desa Sruni Kecamatan Gedangan Budi Dharma menjelaskan di Desa Sruni, Pilkades diikuti tiga pasangan calon kepala desa (Cakades). Di tahun pertama pelaksanaan Pilkades dengan e-voting di desa ini, terpantau masyarakat bisa dengan lancar menyalurkan hak pilihnya.

“Panitia bagian IT sudah memberikan simulasi. Untuk warga kami kirim video tutorial,” katanya.

Budi menguraikan, bahwa Pilkades kemarin berjalan tepat waktu. Warga yang datang lebih dari pukul 12.00 secara otomatis tidak bisa memilih. “Tidak kami layani,” tegasnya.

Selain Desa Sruni, desa lain dengan sistem e-voting, di antaranya juga dilaksanakan di Desa Lambangan Kecamatan Wonoayu, Desa Dukuhtengah Kecamatan Buduran dan Desa Kebonagung Kecamatan Porong.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo Fredik Suharto menyatakan pelantikan kades terpilih nanti akan berlangsung sekitar bulan Februari 2021. “Setelah pelantikan bupati,” ungkapnya.

Namun, jika seluruh proses Pilkades telah tuntas namun proses Pilbup belum tuntas, pihaknya akan mengajukan penangguhan pelantikan kades untuk didahulukan. (rpp/vga)

SIDOARJO – Pesta demokrasi tingkat desa di Sidoarjo yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) akhirnya berlangsung Minggu (20/12). Diikuti 174 desa, 14 desa di antaranya menggunakan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting. Dari pantauan kemarin e-voting Pilkades berjalan lancar mulai dibukanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) pukul 07.00 hingga berakhir pukul 12.00.

Salah satu titik pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting di Desa Sruni Kecamatan Gedangan. Desa dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 4.700 orang itu terdapat 10 TPS. Masing-masing TPS ada satu alat e-voting.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, pemilih antre dengan tertib saat akan masuk TPS. Dengan diukur suhu tubuh, mencuci tangan lalu petugas memberikan sarung tangan plastik kepada pemilih. Setelah tiba giliran, pemilih menuju bilik suara untuk menyalurkan hak pilihnya.

Pasca memberikan pilihannya, secara otomatis akan tercetak struk ber-barcode. Lalu struk tersebut dimasukkan dalam kotak. Nantinya akan dicocokkan dengan suara yang masuk ke sistem e-voting dengan jumlah kehadiran pemilih.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 03 Desa Sruni Kecamatan Gedangan Budi Dharma menjelaskan di Desa Sruni, Pilkades diikuti tiga pasangan calon kepala desa (Cakades). Di tahun pertama pelaksanaan Pilkades dengan e-voting di desa ini, terpantau masyarakat bisa dengan lancar menyalurkan hak pilihnya.

“Panitia bagian IT sudah memberikan simulasi. Untuk warga kami kirim video tutorial,” katanya.

Budi menguraikan, bahwa Pilkades kemarin berjalan tepat waktu. Warga yang datang lebih dari pukul 12.00 secara otomatis tidak bisa memilih. “Tidak kami layani,” tegasnya.

Selain Desa Sruni, desa lain dengan sistem e-voting, di antaranya juga dilaksanakan di Desa Lambangan Kecamatan Wonoayu, Desa Dukuhtengah Kecamatan Buduran dan Desa Kebonagung Kecamatan Porong.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sidoarjo Fredik Suharto menyatakan pelantikan kades terpilih nanti akan berlangsung sekitar bulan Februari 2021. “Setelah pelantikan bupati,” ungkapnya.

Namun, jika seluruh proses Pilkades telah tuntas namun proses Pilbup belum tuntas, pihaknya akan mengajukan penangguhan pelantikan kades untuk didahulukan. (rpp/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/