alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Petani Tambak Sidoarjo Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

SIDOARJO – Bandeng dan udang sudah lama dikenal sebagai komoditas unggulan sektor perikanan Sidoarjo. Tidak heran, dua komoditas itu dijadikan lambang Kota Delta.

Dari budidaya tambak di wilayah Sidoarjo, produksi kedua komoditas mencapai 85 persen. Dan 70 persen di antaranya merupakan produksi bandeng. Bandeng Sidoarjo memang dikenal khas karena tidak berbau lumpur dan rasanya gurih.

Potensi lokal inilah yang akan dikembangkan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, sebagai konsep Sidoarjo ke depan. “Langkah pertama, petani tambak harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri”, tegas Kelana seperti disampaikan saat Debat Publik Pilkada Sidoarjo, Selasa (17/11).

Jumlah petani tambak bandeng di Sidoarjo sekitar 3.500 orang dan ribuan orang yang membantu kegiatan tambak. Sedangkan lahan tambak bandeng di Sidoarjo mencapai 15.530 hektare, tersebar di sejumlah desa. Di antaranya Desa Banjar Kemuning, Desa Kalanganyar, Desa Segoro Tambak dan Desa Gesik Semangi.

Sampai saat ini sebagian besar budidaya bandeng masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah. “Karena itu, upaya yang akan dilakukan antara lain dengan pengembangan sistem budidaya tambak yang modern dan terpadu,” jelas Kelana.

Para petambak juga akan mendapatkan bantuan pelatihan, bantuan peralatan bahkan bantuan modal. Menurut Kelana, para petambak juga akan dibantu mengembangkan produk olahan bandeng agar lebih variatif sehingga disukai lebih banyak orang. “Kita akan bantu membuka akses pasar seluas-luasnya. Tidak hanya di Indonesia, bahkan internasional,” imbuh Kelana yang dicalonkan PDIP dan PAN itu.

Dia menambahkan, Dinas Kelautan dan Perikanan akan dillibatkan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan. Sehingga bisa memaksimalkan potensi unggulan daerah Sidoarjo secara konsisten dan berkelanjutan. (far/vga)

SIDOARJO – Bandeng dan udang sudah lama dikenal sebagai komoditas unggulan sektor perikanan Sidoarjo. Tidak heran, dua komoditas itu dijadikan lambang Kota Delta.

Dari budidaya tambak di wilayah Sidoarjo, produksi kedua komoditas mencapai 85 persen. Dan 70 persen di antaranya merupakan produksi bandeng. Bandeng Sidoarjo memang dikenal khas karena tidak berbau lumpur dan rasanya gurih.

Potensi lokal inilah yang akan dikembangkan oleh pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, sebagai konsep Sidoarjo ke depan. “Langkah pertama, petani tambak harus menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri”, tegas Kelana seperti disampaikan saat Debat Publik Pilkada Sidoarjo, Selasa (17/11).

Jumlah petani tambak bandeng di Sidoarjo sekitar 3.500 orang dan ribuan orang yang membantu kegiatan tambak. Sedangkan lahan tambak bandeng di Sidoarjo mencapai 15.530 hektare, tersebar di sejumlah desa. Di antaranya Desa Banjar Kemuning, Desa Kalanganyar, Desa Segoro Tambak dan Desa Gesik Semangi.

Sampai saat ini sebagian besar budidaya bandeng masih dikelola dengan teknologi yang relatif sederhana dengan tingkat produktivitas yang relatif rendah. “Karena itu, upaya yang akan dilakukan antara lain dengan pengembangan sistem budidaya tambak yang modern dan terpadu,” jelas Kelana.

Para petambak juga akan mendapatkan bantuan pelatihan, bantuan peralatan bahkan bantuan modal. Menurut Kelana, para petambak juga akan dibantu mengembangkan produk olahan bandeng agar lebih variatif sehingga disukai lebih banyak orang. “Kita akan bantu membuka akses pasar seluas-luasnya. Tidak hanya di Indonesia, bahkan internasional,” imbuh Kelana yang dicalonkan PDIP dan PAN itu.

Dia menambahkan, Dinas Kelautan dan Perikanan akan dillibatkan untuk melakukan pembinaan dan pendampingan. Sehingga bisa memaksimalkan potensi unggulan daerah Sidoarjo secara konsisten dan berkelanjutan. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/