alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Kelana-Dwi Astutik Dapat Dapat Dukungan dari “Tim Bintang Sembilan”

SIDOARJO – Dukungan untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), mengalir deras. Setelah Barikade Gus Dur, kini giliran “Tim Bintang Sembilan Berkelas” yang di dalamnya terdiri dari kiai, ibu nyai, serta tokoh masyarakat yang tersebar di 18 kecamatan se-Sidoarjo.

Dukungan disampaikan lewat deklarasi di salah satu rumah makan di Jabon, Senin petang (19/10). Turut hadir sejumlah tokoh NU di antaranya KH Nadhir Syafi’i, KH Mohammad Kirom, dan H Ahmad Khoiri. Sedangkan Kelana datang didampingi Ketua Tim Pemenangan, H Masnuh.

Pengarah Tim Bintang Sembilan, H Ahmad Khoiri menuturkan, deklarasi ini untuk menyamakan persepsi, pikiran, dan gerak langkah warga NU dalam memenangkan Kelana-Dwi Astutik. “Insyaallah jadi bupati,” katanya.

Terkait alasan mendukung pasangan calon nomor urut tiga ini, salah satunya karena Kelana dikenal sebagai pribadi yang dermawan. “Insyaallah Pak Kelana ini wong loman (dermawan, Red),” katanya, sembari mencontohkan sejumlah kedermawanan Kelana, termasuk untuk kepentingan NU.

“Artinya, nanti kalau sudah jadi (bupati), NU tinggal membuktikan Pak Kelana ini asli sakho’ atau tidak. Sebab ada yang sudah dibantu NU tapi setelah jadi, lupa. Insyaallah Pak Kelana tidak,” tandas Khoiri.

Selain dermawan, Kelana juga entrepreneur alias pengusaha yang sudah mapan dengan dirinya sendiri. “Tidak perlu saat nyalon terus minta bapaknya, bikin repot bapak-ibunya,” katanya.

Selanjutnya, kata Khoiri, Kelana asli wong NU. “Ini (pasangan) NU asli. Cabupnya NU, Cawabupnya Muslimat NU. Ada yang katanya Cabup NU, tapi lihat dulu Cawabupnya. Kalau ini (Kelana-Astutik) Cabup-Cawabupnya asli NU,” sambung Khoiri.

Mendapat dukungan dari kalangan NU, Kelana menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Selebihnya, dia lebih banyak mendengar masukan dan nasihat dari para kiai yang hadir. “Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sangat luar biasa ini. Semoga ke depan hubungan ini terjalin lebih intens lagi,” katanya.

Sementara itu, H Masnuh menuturkan, setelah timnya melakukan penyapaan dan mendapat dukungan dari berbagai elemen, maka dukungan dari para kiai, ibu nyai, dan warga NU ini disebutnya sebagai “gong dukungan”. “Ini termasuk gongnya dukungan. Sebab, tanpa dukungan dari warga NU ya agak miris, maka saya bilang ini adalah gongnya dukungan untuk memenangkan paslon nomor tiga,” katanya.

Di sisi lain, Tim pemenangan paslonKelana-Dwi Astutik juga menerima dukungan dari para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), se-Kecamatan Waru, Senin (19/10).

H Aunnur Rofik salah satu guru menyatakan, dirinya mantap mendukung Kelana -Dwi Astutik, karena diyakini mampu membawa perbaikan nasib para guru. “Semoga pasangan Kelana-Dwi Astutik bisa menang dan dilantik sebagai pemimpin Sidoarjo,” ucapnya. (far/vga)

SIDOARJO – Dukungan untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik dari kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU), mengalir deras. Setelah Barikade Gus Dur, kini giliran “Tim Bintang Sembilan Berkelas” yang di dalamnya terdiri dari kiai, ibu nyai, serta tokoh masyarakat yang tersebar di 18 kecamatan se-Sidoarjo.

Dukungan disampaikan lewat deklarasi di salah satu rumah makan di Jabon, Senin petang (19/10). Turut hadir sejumlah tokoh NU di antaranya KH Nadhir Syafi’i, KH Mohammad Kirom, dan H Ahmad Khoiri. Sedangkan Kelana datang didampingi Ketua Tim Pemenangan, H Masnuh.

Pengarah Tim Bintang Sembilan, H Ahmad Khoiri menuturkan, deklarasi ini untuk menyamakan persepsi, pikiran, dan gerak langkah warga NU dalam memenangkan Kelana-Dwi Astutik. “Insyaallah jadi bupati,” katanya.

Terkait alasan mendukung pasangan calon nomor urut tiga ini, salah satunya karena Kelana dikenal sebagai pribadi yang dermawan. “Insyaallah Pak Kelana ini wong loman (dermawan, Red),” katanya, sembari mencontohkan sejumlah kedermawanan Kelana, termasuk untuk kepentingan NU.

“Artinya, nanti kalau sudah jadi (bupati), NU tinggal membuktikan Pak Kelana ini asli sakho’ atau tidak. Sebab ada yang sudah dibantu NU tapi setelah jadi, lupa. Insyaallah Pak Kelana tidak,” tandas Khoiri.

Selain dermawan, Kelana juga entrepreneur alias pengusaha yang sudah mapan dengan dirinya sendiri. “Tidak perlu saat nyalon terus minta bapaknya, bikin repot bapak-ibunya,” katanya.

Selanjutnya, kata Khoiri, Kelana asli wong NU. “Ini (pasangan) NU asli. Cabupnya NU, Cawabupnya Muslimat NU. Ada yang katanya Cabup NU, tapi lihat dulu Cawabupnya. Kalau ini (Kelana-Astutik) Cabup-Cawabupnya asli NU,” sambung Khoiri.

Mendapat dukungan dari kalangan NU, Kelana menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Selebihnya, dia lebih banyak mendengar masukan dan nasihat dari para kiai yang hadir. “Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang sangat luar biasa ini. Semoga ke depan hubungan ini terjalin lebih intens lagi,” katanya.

Sementara itu, H Masnuh menuturkan, setelah timnya melakukan penyapaan dan mendapat dukungan dari berbagai elemen, maka dukungan dari para kiai, ibu nyai, dan warga NU ini disebutnya sebagai “gong dukungan”. “Ini termasuk gongnya dukungan. Sebab, tanpa dukungan dari warga NU ya agak miris, maka saya bilang ini adalah gongnya dukungan untuk memenangkan paslon nomor tiga,” katanya.

Di sisi lain, Tim pemenangan paslonKelana-Dwi Astutik juga menerima dukungan dari para guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), se-Kecamatan Waru, Senin (19/10).

H Aunnur Rofik salah satu guru menyatakan, dirinya mantap mendukung Kelana -Dwi Astutik, karena diyakini mampu membawa perbaikan nasib para guru. “Semoga pasangan Kelana-Dwi Astutik bisa menang dan dilantik sebagai pemimpin Sidoarjo,” ucapnya. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/