alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Kelana-Astutik akan Kembangkan Wilayah Sidoarjo Lebih Merata

SIDOARJO – Sebagai kota penyangga Surabaya, Sidoarjo dinilai butuh pengembangan yang signifikan. Agar tidak ada perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan Kota Metropolis.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, menawarkan pengembangan wilayah sebagai upaya mengejar ketertinggalan tersebut. Hal itu disampaikan pasangan nomor urut tiga itu dalam debat pilkada oleh KPU, Selasa (17/11) malam.

Menurut Kelana-Astutik, mereka akan mendorong penyebaran pusat kegiatan yang lebih merata, sehingga tidak terpusat di Kota Sidoarjo saja. Setidaknya ada tiga tempat yang bisa dijadikan pusat kegiatan baru atau semacam kota satelit di Sidoarjo. Yakni, Waru, Krian dan Porong.

Ketiga kawasan itu dikembangkan menjadi wilayah perkotaan baru sesuai dengan karakteristik wilayah yang dimilikinya. Krian, misalnya. Bisa dikembangkan menjadi kota industri dan perdagangan. Waru menjadi kota bandara dengan segala aktivitas penunjangnya, karena Bandara Juanda berlokasi di sana.

“Kami akan berusaha mewujudkan itu, sebagaimana yang diharapkan masyarakat Sidoarjo. Sehingga Sidoarjo tidak tertinggal dibandingkan Surabaya,” tegas Kelana.

Sebagai perbandingan, Kabupaten Sidoarjo memiliki luas wilayah 634,38 hektare dengan jumlah penduduk 2,26 juta lebih. Sementara luas Kota Surabaya 350,54 hektare dengan penduduk sekitar 3,15 juta. Dari sisi kemampuan keuangan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sidoarjo Rp 5,3 triliun dan APBD Surabaya Rp 8,88 triliun. (far/vga)

SIDOARJO – Sebagai kota penyangga Surabaya, Sidoarjo dinilai butuh pengembangan yang signifikan. Agar tidak ada perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan Kota Metropolis.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik, menawarkan pengembangan wilayah sebagai upaya mengejar ketertinggalan tersebut. Hal itu disampaikan pasangan nomor urut tiga itu dalam debat pilkada oleh KPU, Selasa (17/11) malam.

Menurut Kelana-Astutik, mereka akan mendorong penyebaran pusat kegiatan yang lebih merata, sehingga tidak terpusat di Kota Sidoarjo saja. Setidaknya ada tiga tempat yang bisa dijadikan pusat kegiatan baru atau semacam kota satelit di Sidoarjo. Yakni, Waru, Krian dan Porong.

Ketiga kawasan itu dikembangkan menjadi wilayah perkotaan baru sesuai dengan karakteristik wilayah yang dimilikinya. Krian, misalnya. Bisa dikembangkan menjadi kota industri dan perdagangan. Waru menjadi kota bandara dengan segala aktivitas penunjangnya, karena Bandara Juanda berlokasi di sana.

“Kami akan berusaha mewujudkan itu, sebagaimana yang diharapkan masyarakat Sidoarjo. Sehingga Sidoarjo tidak tertinggal dibandingkan Surabaya,” tegas Kelana.

Sebagai perbandingan, Kabupaten Sidoarjo memiliki luas wilayah 634,38 hektare dengan jumlah penduduk 2,26 juta lebih. Sementara luas Kota Surabaya 350,54 hektare dengan penduduk sekitar 3,15 juta. Dari sisi kemampuan keuangan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sidoarjo Rp 5,3 triliun dan APBD Surabaya Rp 8,88 triliun. (far/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/