alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Status Kinerja Sangat Tinggi, Raih Penghargaan LPPD Tahun 2018

SIDOARJO – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) untuk kesekian kalinya memberikan penghargaan atas kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2018 dengan skor 3,4866 Status Kinerja Sangat Tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Jumat (16/10), penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sidoarjo menduduki peringkat kedua tertinggi se-Jawa Timur, setelah Kabupaten Banyuwangi. Disusul Kabupaten Pasuruan, Trenggalek, Jombang, Kabupaten Malang, Sumenep, Lamongan, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Madiun, Surabaya, Kota Malang, Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Blitar, Tuban, Kabupaten Madiun, Sampang, Lumajang, Pacitan, Batu, Magetan, Tulungagung, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Nganjuk, Pamekasan, Bojonegoro, Ponorogo, Situbondo, Jember, Kota Pasuruan, Kabupaten Blitar, Bangkalan, dan Kabupaten Kediri.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyampaikan penghargaan ini adalah LPPD Tahun 2018 yang dievaluasi pada 2019. Melalui evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2019 disampaikanlah pada evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah pada 7 Oktober 2020.

Jawa Timur mencapai kinerja tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia. Seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur, juga mendapatkan capaian sangat tinggi. “Oleh karena itu, (penghargaan, Red) ini akan menjadi modal untuk bisa menyeiringkan antara seluruh visi misi di tingkat pusat nyambung di tingkat provinsi, nyambung di tingkat kabupaten-kota. Itu semua in line,” kata Gubernur Khofifah.

Sehingga ada evaluasi RKPD terkait dengan reformasi sistem sosial nasional, antara lain adalah reformasi sistem kesehatan nasional sudah terkait dengan reformasi sistem penanganan bencana di masing-masing daerah.

Maka ini akan menjadi catatan bersama bahwa konsistensi terhadap kebersihan iringan visi misi itu penting. Supaya breakdown RKPD-nya juga konsisten, yang berarti bidang perencanaan program di dalam budgetingnya nanti RAPBD-nya juga konsisten. “Ini Menjadi catatan bagi seluruh bupati- wali kota atau yang mewakili yang hadir sore hari ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono usai menerima penghargaan menyampaikan, capaian kinerja LPPD Sidoarjo Tahun 2018 sangat baik. Peringkat dua se-Jawa Timur. “Kinerja yang sudah baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sidoarjo ini sudah bagus, tinggal yang kurang sedikit saja. Konsisten menjaga kebersihan dan penghijauan. Dan yang paling penting, kita punya target menurunkan penyebaran Covid-19. Dalam dua minggu kedepan, Sidoarjo semoga berubah zona kuning,” kata Hudiyono. (rpp/opi)

SIDOARJO – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) untuk kesekian kalinya memberikan penghargaan atas kinerja Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2018 dengan skor 3,4866 Status Kinerja Sangat Tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Jumat (16/10), penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Sidoarjo menduduki peringkat kedua tertinggi se-Jawa Timur, setelah Kabupaten Banyuwangi. Disusul Kabupaten Pasuruan, Trenggalek, Jombang, Kabupaten Malang, Sumenep, Lamongan, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Madiun, Surabaya, Kota Malang, Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Blitar, Tuban, Kabupaten Madiun, Sampang, Lumajang, Pacitan, Batu, Magetan, Tulungagung, Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Nganjuk, Pamekasan, Bojonegoro, Ponorogo, Situbondo, Jember, Kota Pasuruan, Kabupaten Blitar, Bangkalan, dan Kabupaten Kediri.

Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyampaikan penghargaan ini adalah LPPD Tahun 2018 yang dievaluasi pada 2019. Melalui evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2019 disampaikanlah pada evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah pada 7 Oktober 2020.

Jawa Timur mencapai kinerja tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia. Seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur, juga mendapatkan capaian sangat tinggi. “Oleh karena itu, (penghargaan, Red) ini akan menjadi modal untuk bisa menyeiringkan antara seluruh visi misi di tingkat pusat nyambung di tingkat provinsi, nyambung di tingkat kabupaten-kota. Itu semua in line,” kata Gubernur Khofifah.

Sehingga ada evaluasi RKPD terkait dengan reformasi sistem sosial nasional, antara lain adalah reformasi sistem kesehatan nasional sudah terkait dengan reformasi sistem penanganan bencana di masing-masing daerah.

Maka ini akan menjadi catatan bersama bahwa konsistensi terhadap kebersihan iringan visi misi itu penting. Supaya breakdown RKPD-nya juga konsisten, yang berarti bidang perencanaan program di dalam budgetingnya nanti RAPBD-nya juga konsisten. “Ini Menjadi catatan bagi seluruh bupati- wali kota atau yang mewakili yang hadir sore hari ini (kemarin, Red),” imbuhnya.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono usai menerima penghargaan menyampaikan, capaian kinerja LPPD Sidoarjo Tahun 2018 sangat baik. Peringkat dua se-Jawa Timur. “Kinerja yang sudah baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sidoarjo ini sudah bagus, tinggal yang kurang sedikit saja. Konsisten menjaga kebersihan dan penghijauan. Dan yang paling penting, kita punya target menurunkan penyebaran Covid-19. Dalam dua minggu kedepan, Sidoarjo semoga berubah zona kuning,” kata Hudiyono. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/