alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

BHS: Daun Kelor Untuk Komoditas Ekspor dan Kesehatan Rakyat

SIDOARJO – Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendukung budidaya tanaman kelor untuk dikembangkan di Sidoarjo. Selain untuk kesehatan masyarakat, pengembangan budidaya tanaman kelor juga untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau (RTH) privat.

Hal itu disampaikan BHS saat mengunjungi rumah warga perumahan Surya Asri, Buduran yang aktif budidaya tanaman kelor, Jumat (16/10). Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014- 2019 itu menguraikan, tanaman kelor memiliki cukup banyak manfaat.

Hal itu terlihat dari kandungan gizi yang ada. Dimana vitamin C-nya 7 kali lebih banyak dari jeruk, 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali protein pada susu, hingga 3 kali potasium pada pisang. “Saya akan mendorong masyarakat untuk membeli dan menanam bibit kelor,” katanya.

Jika progam itu digalakkan, lanjut BHS, maka kesehatan masyarakat akan terbantu. Masyarakat bisa mengkonsumsi tanam kelor sehingga semakin sehat.

Di samping itu, progam penanaman bibit kelor juga akan membantu upaya pemerintah dalam memenuhi luasan RTH privat. “RTH publik memang juga belum maksimal, tetapi RTH privat juga perlu dikejar,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu juga, BHS juga berkeinginan menjadikan tanaman kelor sebagai salah satu komoditas ekspor. “Produksinya bisa diperbanyak, daun kelor dibutuhkan masyarakat luar negeri seperti Korea ataupun China,” katanya.

Di lain pihak, Viki Dwi Saputro, warga yang membudi daya tanaman kelor itu mengaku cukup senang dengan gagasan cabub yang diusung lima partai politik itu. Dirinya sudah menekuni budidaya tanaman kelor sejak tahun 2017 silam. “Biasanya saya pasarkan melalui online,” katanya.

Sekali pembibitan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk bisa jual. Pembibitan dari biji bisa laku Rp 10 ribu, sedangkan pembibitan dari batang bisa laku Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. “Bahkan saya banyak menolak permintaan karena tidak mampu memproduksi banyak,” terang Viki.

Seperti yang diketahui, BHS maju dalam Pilkada Sidoarjo 2020 bersama wakilnya M.Taufiqulbar. Mendapat nomor urut 01, mereka maju dalam pilkada diusung oleh lima partai politik. Yakni Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP. (son/opi)

SIDOARJO – Calon Bupati (Cabup) Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendukung budidaya tanaman kelor untuk dikembangkan di Sidoarjo. Selain untuk kesehatan masyarakat, pengembangan budidaya tanaman kelor juga untuk meningkatkan luasan ruang terbuka hijau (RTH) privat.

Hal itu disampaikan BHS saat mengunjungi rumah warga perumahan Surya Asri, Buduran yang aktif budidaya tanaman kelor, Jumat (16/10). Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014- 2019 itu menguraikan, tanaman kelor memiliki cukup banyak manfaat.

Hal itu terlihat dari kandungan gizi yang ada. Dimana vitamin C-nya 7 kali lebih banyak dari jeruk, 4 kali vitamin A pada wortel, 2 kali protein pada susu, hingga 3 kali potasium pada pisang. “Saya akan mendorong masyarakat untuk membeli dan menanam bibit kelor,” katanya.

Jika progam itu digalakkan, lanjut BHS, maka kesehatan masyarakat akan terbantu. Masyarakat bisa mengkonsumsi tanam kelor sehingga semakin sehat.

Di samping itu, progam penanaman bibit kelor juga akan membantu upaya pemerintah dalam memenuhi luasan RTH privat. “RTH publik memang juga belum maksimal, tetapi RTH privat juga perlu dikejar,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu juga, BHS juga berkeinginan menjadikan tanaman kelor sebagai salah satu komoditas ekspor. “Produksinya bisa diperbanyak, daun kelor dibutuhkan masyarakat luar negeri seperti Korea ataupun China,” katanya.

Di lain pihak, Viki Dwi Saputro, warga yang membudi daya tanaman kelor itu mengaku cukup senang dengan gagasan cabub yang diusung lima partai politik itu. Dirinya sudah menekuni budidaya tanaman kelor sejak tahun 2017 silam. “Biasanya saya pasarkan melalui online,” katanya.

Sekali pembibitan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk bisa jual. Pembibitan dari biji bisa laku Rp 10 ribu, sedangkan pembibitan dari batang bisa laku Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. “Bahkan saya banyak menolak permintaan karena tidak mampu memproduksi banyak,” terang Viki.

Seperti yang diketahui, BHS maju dalam Pilkada Sidoarjo 2020 bersama wakilnya M.Taufiqulbar. Mendapat nomor urut 01, mereka maju dalam pilkada diusung oleh lima partai politik. Yakni Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/