alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Sidak Lahan Hijau, Warga Keluhkan Air

SIDOARJO – Pansus Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Sidoarjo terus memelototi sejumlah daerah yang bakal mengalami perubahan peruntukan. Kali ini giliran Desa Kedungboto dan Desa Pamotan Kecamatan Porong yang ditinjau.

Ketua Pansus RTRW Tarkit Erdianto mengungkapkan, salah satu permasalahan yang ditampung di kedua desa itu menginginkan hampir seluruhnya perubahan lahan hijau. “Minta dinolkan. Alasanya karena kesulitan akses air irigasi,” katanya.

Politisi PDIP itu menegaskan, jika belum sepenuhnya menerima usulan itu. Makna nol lahan hijau bukan berarti bakal dialihkan sepenuhnya untuk zona kuning. Melainkan bisa menjadi kawasan perdagangan dan jasa, ataupun kawasan pemukiman. “Tetap akan kami kaji terlebih dahulu,” terangnya.

Di Desa Pamotan, ada sekitar 81 hektare lahan hijau. Sementara di Desa Kedungboto ada 98 hektare. Khusus soal keluhan sulitnya air, Tarkit melihat langsung dalam sidak itu. Tetapi DPRD masih melihat sejumlah lahan yang masih memungkinkan untuk tetap dipertahankan lahan pertaniannya. “Sekitar 6-8 hektare masih layak untuk dipertahankan,” sambungnya.

Pansus juga tetap berkomitmen untuk menuntaskan raperda itu. Sampai saat ini masih sekitar 30 persen sidak wilayah yang dituntaskan. Kendala utamanya memang cukup lama tertahan pandemi Covid-19. Pansus sulit bergerak karena harus mengikuti sejumlah pembatasan yang ada.

Beberapa wilayah yang telah dituntaskan adalah Kecamatan Krembung, Tulangan dan kini masih fokus di Kecamatan Porong. “Sisa dua desa lagi di Porong,” pungkasnya. (son/vga)

SIDOARJO – Pansus Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD Sidoarjo terus memelototi sejumlah daerah yang bakal mengalami perubahan peruntukan. Kali ini giliran Desa Kedungboto dan Desa Pamotan Kecamatan Porong yang ditinjau.

Ketua Pansus RTRW Tarkit Erdianto mengungkapkan, salah satu permasalahan yang ditampung di kedua desa itu menginginkan hampir seluruhnya perubahan lahan hijau. “Minta dinolkan. Alasanya karena kesulitan akses air irigasi,” katanya.

Politisi PDIP itu menegaskan, jika belum sepenuhnya menerima usulan itu. Makna nol lahan hijau bukan berarti bakal dialihkan sepenuhnya untuk zona kuning. Melainkan bisa menjadi kawasan perdagangan dan jasa, ataupun kawasan pemukiman. “Tetap akan kami kaji terlebih dahulu,” terangnya.

Di Desa Pamotan, ada sekitar 81 hektare lahan hijau. Sementara di Desa Kedungboto ada 98 hektare. Khusus soal keluhan sulitnya air, Tarkit melihat langsung dalam sidak itu. Tetapi DPRD masih melihat sejumlah lahan yang masih memungkinkan untuk tetap dipertahankan lahan pertaniannya. “Sekitar 6-8 hektare masih layak untuk dipertahankan,” sambungnya.

Pansus juga tetap berkomitmen untuk menuntaskan raperda itu. Sampai saat ini masih sekitar 30 persen sidak wilayah yang dituntaskan. Kendala utamanya memang cukup lama tertahan pandemi Covid-19. Pansus sulit bergerak karena harus mengikuti sejumlah pembatasan yang ada.

Beberapa wilayah yang telah dituntaskan adalah Kecamatan Krembung, Tulangan dan kini masih fokus di Kecamatan Porong. “Sisa dua desa lagi di Porong,” pungkasnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/