alexametrics
31 C
Sidoarjo
Tuesday, 24 May 2022

Jalan KH Ali Masud Masih Milik Pengembang

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) telah menindaklanjuti keluhan jalan rusak di Jl KH Ali Masud. Ternyata, dinas belum bisa turun tangan karena terganjal penyerahan aset.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUBMSDA Sigit Setyawan menceritakan, dari hasil peninjauan yang dilakukan, ternyata jalan di kawasan pusat perbelanjaan menuju Museum Mpu Tantular itu statusnya masih belum milik pemerintah daerah. Artinya jalan itu masih milik pengembang perumahan. “Baru yang di depan pusat perbelanjaan yang diserahkan ke Pemkab. Sementara dari batas perumahan sampai ke Mpu Tantular masih milik pengembang,” katanya belum lama ini.

Mekanisme penyerahan aset haruslah dilalui dulu, sehingga pemkab dalam hal ini Dinas PUBMSDA bisa terjun untuk perbaikan. Jika tidak, dinas justru menyalahi ketentuan.

Pria yang juga mengomandoi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menambahkan, perbaikan jalan di sana menurutnya tidak cukup hanya sekadar tambal sulam saja. Dia menyebut, jalan tersebut sudah semestinya dilakukan peningkatan jalan agar lebih layak dan tidak cepat rusak lagi.

Belum lagi, drainase jalan di lokasi itu juga belum sempurna, bahkan belum ada. Sehingga wajar jika jalan itu kerap rusak meski juga telah sering di tambal sulam.

Sigit juga menyarankan, sebagai langkah perbaikan, para pengembang yang memiliki tanggung jawab di lokasi itu juga perlu digandeng. Mereka juga harus memperbaiki jalan agar tidak membahayakan masyarakat.

Saat ini juga tidak lagi musim hujan. Sehingga cukup bagus untuk perbaikan jalan. Kualitas jalan bisa awet karena tidak langsung terendam air hujan setelah diperbaiki. (son/opi)

SIDOARJO – Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) telah menindaklanjuti keluhan jalan rusak di Jl KH Ali Masud. Ternyata, dinas belum bisa turun tangan karena terganjal penyerahan aset.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUBMSDA Sigit Setyawan menceritakan, dari hasil peninjauan yang dilakukan, ternyata jalan di kawasan pusat perbelanjaan menuju Museum Mpu Tantular itu statusnya masih belum milik pemerintah daerah. Artinya jalan itu masih milik pengembang perumahan. “Baru yang di depan pusat perbelanjaan yang diserahkan ke Pemkab. Sementara dari batas perumahan sampai ke Mpu Tantular masih milik pengembang,” katanya belum lama ini.

Mekanisme penyerahan aset haruslah dilalui dulu, sehingga pemkab dalam hal ini Dinas PUBMSDA bisa terjun untuk perbaikan. Jika tidak, dinas justru menyalahi ketentuan.

Pria yang juga mengomandoi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menambahkan, perbaikan jalan di sana menurutnya tidak cukup hanya sekadar tambal sulam saja. Dia menyebut, jalan tersebut sudah semestinya dilakukan peningkatan jalan agar lebih layak dan tidak cepat rusak lagi.

Belum lagi, drainase jalan di lokasi itu juga belum sempurna, bahkan belum ada. Sehingga wajar jika jalan itu kerap rusak meski juga telah sering di tambal sulam.

Sigit juga menyarankan, sebagai langkah perbaikan, para pengembang yang memiliki tanggung jawab di lokasi itu juga perlu digandeng. Mereka juga harus memperbaiki jalan agar tidak membahayakan masyarakat.

Saat ini juga tidak lagi musim hujan. Sehingga cukup bagus untuk perbaikan jalan. Kualitas jalan bisa awet karena tidak langsung terendam air hujan setelah diperbaiki. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/