alexametrics
25 C
Sidoarjo
Friday, 27 May 2022

Dampak Lumpur, Warga Desa Besuki Ingin Gabung ke Dukuhsari

SIDOARJO – Rencana merger atau penggabungan wilayah desa terdampak lumpur di Sidoarjo terus berlanjut. Tim penataan wilayah pada desa terdampak lumpur, Rabu (13/1) mensosialisasikan penggabungan Desa Besuki dengan Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon.

Penataan wilayah antara Desa Besuki dan Desa Keboguyang dilakukan sesuai petujuk Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya pada 14 Desember 2020 lalu dihasilkan berita acara kesepakatan bersama antara Kepada Desa dan BPD Besuki dengan Kepada Desa dan BPD Keboguyang, Kecamatan Jabon.

Namun, dalam sosialisasi yang dilakukan kemarin ternyata masyarakat Desa Besuki yang saat ini banyak menetap di Desa Dukuhsari merasa keberatan. Mereka lebih menghendaki untuk penggabungan dengan Desa Dukuhsari. Alasannya, karena merasa sudah ada kesamaan sosial.

“Kondisi eksisting, dua desa itu (Besuki dan Dukuhsari) dibatasi sungai. Tidak berbatasan langsung. Memang lebih dekat Desa Besuki dan Desa Keboguyang,” jelas Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Ainur Rahman.

Selain karena lokasi berdekatan, penataan wilayah ini juga sebelumnya telah melalui kajian akademis dan teknis oleh Tim Akademisi. Yaitu, Universitas Brawijaya.

“Hal demikian menjadi catatan Tim Penataan Wilayah Kabupaten Sidoarjo, dimana usulan dan masukan dari warga Desa Besuki tersebut menjadi catatan yang akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Kemendagri,” jabarnya.

Sebab wilayah kedua desa yang diusulkan harus melewati Desa Kedungcangkring. Dimana jika memang disetujui secara teknis oleh Kemendagri, harus dikomunikasikan secara aktif dengan Desa Kedungcangkring karena akan ada wilayah Desa Kedungcangkring yang harus terkikis sebagian sebagai media akses batas langsung Desa Besuki dan Desa Kedungcangkring.

“Jika disepakati tapi usulan tersebut tidak disetujui oleh Kemendagri, dan Desa Kedungcangking keberatan untuk mengkikis sebagian wilayahnya, maka usulan yang akan dimasukkan dalam perda penataan desa tetap Desa Besuki-Desa Keboguyang,” pungkasnya. (rpp/nis)

 

SIDOARJO – Rencana merger atau penggabungan wilayah desa terdampak lumpur di Sidoarjo terus berlanjut. Tim penataan wilayah pada desa terdampak lumpur, Rabu (13/1) mensosialisasikan penggabungan Desa Besuki dengan Desa Keboguyang, Kecamatan Jabon.

Penataan wilayah antara Desa Besuki dan Desa Keboguyang dilakukan sesuai petujuk Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya pada 14 Desember 2020 lalu dihasilkan berita acara kesepakatan bersama antara Kepada Desa dan BPD Besuki dengan Kepada Desa dan BPD Keboguyang, Kecamatan Jabon.

Namun, dalam sosialisasi yang dilakukan kemarin ternyata masyarakat Desa Besuki yang saat ini banyak menetap di Desa Dukuhsari merasa keberatan. Mereka lebih menghendaki untuk penggabungan dengan Desa Dukuhsari. Alasannya, karena merasa sudah ada kesamaan sosial.

“Kondisi eksisting, dua desa itu (Besuki dan Dukuhsari) dibatasi sungai. Tidak berbatasan langsung. Memang lebih dekat Desa Besuki dan Desa Keboguyang,” jelas Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mohammad Ainur Rahman.

Selain karena lokasi berdekatan, penataan wilayah ini juga sebelumnya telah melalui kajian akademis dan teknis oleh Tim Akademisi. Yaitu, Universitas Brawijaya.

“Hal demikian menjadi catatan Tim Penataan Wilayah Kabupaten Sidoarjo, dimana usulan dan masukan dari warga Desa Besuki tersebut menjadi catatan yang akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke Kemendagri,” jabarnya.

Sebab wilayah kedua desa yang diusulkan harus melewati Desa Kedungcangkring. Dimana jika memang disetujui secara teknis oleh Kemendagri, harus dikomunikasikan secara aktif dengan Desa Kedungcangkring karena akan ada wilayah Desa Kedungcangkring yang harus terkikis sebagian sebagai media akses batas langsung Desa Besuki dan Desa Kedungcangkring.

“Jika disepakati tapi usulan tersebut tidak disetujui oleh Kemendagri, dan Desa Kedungcangking keberatan untuk mengkikis sebagian wilayahnya, maka usulan yang akan dimasukkan dalam perda penataan desa tetap Desa Besuki-Desa Keboguyang,” pungkasnya. (rpp/nis)

 

Most Read

Berita Terbaru


/