alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Belanja Daerah Pemkab Sidoarjo Turun Rp 19 Miliar

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali telah menjabarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2021, kemarin (12/9). Dalam rapat paripurna itu, Bupati mengusulkan penurunan belanja daerah dari rancangan sebelumnya. Yakni yang telah disusun  dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2021.

Pria yang akrab disapa Gus Muhdlor itu menjabarkan, Belanja Daerah dalam Raperda P-APBD 2021 disusun sebesar Rp 5,353 triliun. Angka tersebut turun Rp 19 miliar dari rancangan dalam KUPA yang sebesar Rp 5,372 triliun.

Belanja itu terdiri dari belanja operasional Rp 3,558 triliun yang berkurang Rp 70 miliar dari rancangan di KUPA. Kemudian belanja modal Rp 1,053 triliun, belanja transfer Rp 612 miliar. “Untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dianggarkan Rp 75 miliar,” kata Gus Muhdlor.

Sementara untuk pendapatan daerah juga terkoreksi. Dalam Raperda P-APBD 2021 disusun sebesar Rp 4,247 triliun. Jumlah itu berkurang Rp 21 miliar dari rancangan dalam KUPA. Yakni sebesar Rp 4,268 triliun.

Gus Muhdlor menguraikan, pendapatan daerah sebesar Rp 4,247 triliun itu juga terdiri dari sejumlah pendapatan yang bisa masuk ke kas daerah. Yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,715 triliun, transfer Rp 2,347 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 185 miliar.

Dalam kesempatan itu pula, Gus Muhdlor mengharapkan agar pembahasan tentang Raperda P-APBD bisa cepat dilakukan. Tujuannya agar kinerja pemerintahan bisa optimal. Diakui masing-masih pihak juga memiliki beragam kepentingan. Namun harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ketua DPRD Sidoarjo, Usman menambahkan, selepas paripurna itu para wakil rakyat juga akan ngebut pembahasan. “Akan dibahas oleh Badan Anggaran ataupun komisi-komisi sesuai tupoksinya,” katanya. (son/nis)

SIDOARJO – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali telah menjabarkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2021, kemarin (12/9). Dalam rapat paripurna itu, Bupati mengusulkan penurunan belanja daerah dari rancangan sebelumnya. Yakni yang telah disusun  dalam Rancangan Kebijakan Umum Perubahan (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2021.

Pria yang akrab disapa Gus Muhdlor itu menjabarkan, Belanja Daerah dalam Raperda P-APBD 2021 disusun sebesar Rp 5,353 triliun. Angka tersebut turun Rp 19 miliar dari rancangan dalam KUPA yang sebesar Rp 5,372 triliun.

Belanja itu terdiri dari belanja operasional Rp 3,558 triliun yang berkurang Rp 70 miliar dari rancangan di KUPA. Kemudian belanja modal Rp 1,053 triliun, belanja transfer Rp 612 miliar. “Untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dianggarkan Rp 75 miliar,” kata Gus Muhdlor.

Sementara untuk pendapatan daerah juga terkoreksi. Dalam Raperda P-APBD 2021 disusun sebesar Rp 4,247 triliun. Jumlah itu berkurang Rp 21 miliar dari rancangan dalam KUPA. Yakni sebesar Rp 4,268 triliun.

Gus Muhdlor menguraikan, pendapatan daerah sebesar Rp 4,247 triliun itu juga terdiri dari sejumlah pendapatan yang bisa masuk ke kas daerah. Yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,715 triliun, transfer Rp 2,347 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 185 miliar.

Dalam kesempatan itu pula, Gus Muhdlor mengharapkan agar pembahasan tentang Raperda P-APBD bisa cepat dilakukan. Tujuannya agar kinerja pemerintahan bisa optimal. Diakui masing-masih pihak juga memiliki beragam kepentingan. Namun harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ketua DPRD Sidoarjo, Usman menambahkan, selepas paripurna itu para wakil rakyat juga akan ngebut pembahasan. “Akan dibahas oleh Badan Anggaran ataupun komisi-komisi sesuai tupoksinya,” katanya. (son/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/