alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Maju Cawabup Pilkada Sidoarjo, Begini Profil dan Misi Subandi

SIDOARJO – Politikus PKB Subandi sudah memantapkan diri untuk berjuang dalam Pilkada Sidoarjo 2020. Pria 48 tahun itu diusung sebagai calon wakil bupati (cawabup) berpasangan dengan calon bupati (cabup) Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Pria yang sebelumnya adalah ketua Komisi A DPRD Sidoarjo itu mengatakan siap bekerja keras demi mewujudkan cita-cita membangun Sidarjo lebih baik bersama Gus Muhdlor. “Kami niat tulus, ingin bersama-sama bangun Sidoarjo yang jauh lebih baik lagi. Terutama dengan pemerataan hingga ke desa-desa,” katanya, Sabtu (12/9).

KRITIS: Subandi (kiri) saat beraktivitas sebagai legislator di DPRD Sidoarjo. (IST)

Bapak dua anak ini mengaku telah menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi tahapan-tahapan Pilkada Sidoarjo 2020. Apalagi menghadapi tahapan-tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan pada masa pandemi seperti ini.

Subandi siap menjalankan protokol kesehatan ketat dalam setiap kegiatan. “Kami sudah berulang kali sampaikan ke tim pemenangan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan di tengah situasi seperti ini,” ujarnya yang beberapa hari lalu dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil tes PCR di RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Berbekal pengalaman selama dua periode menjadi kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati, tentunya menjadi modal penting bagi Subandi untuk menghadapi Pilkada kali ini. Ia paham betul, apa kebutuhan desa, apa masalahnya dan solusi yang bisa ditawarkan. Seperti masalah kesejahteraan warga desa, pelayanan publik yang lebih baik, hingga bagaimana memacu perkembangan infrastruktur desa sehingga menjadi motor penggerak ekonomi.

“Masalah klasik seperti kesejahteraan warga desa yang tidak merata, pelayanan publik hingga kurangnya infrastruktur pendukung ekonomi di wilayah desa akan menjadi fokus dalam membangun Sidoarjo di masa depan jika kami diberi amanah warga Sidoarjo,” papar suami dr. Sriatun ini.

Subandi pun punya cita-cita untuk memperkuat pembangunan perdesaan, mulai pembangunan infrastruktur fisik, sumber daya manusia, hingga pelayanan publik. ”Kami sudah siapkan skema percepatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di desa. Termasuk tentu infrastruktur teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan publik hingga ke level desa,” paparnya.

Untuk mendukung kinerja para kepala desa dan perangkat desa, Subandi juga akan mengalokasikan kenaikan penghasilan kepala desa dan perangkat desa. Saat ini, sesuai Perbup Sidoarjo No.77/2018 yang diubah melalui Perbup Sidaorjo No.18/2019 dan Perbup Sidoarjo No. 83/2019 disebutkan penghasilan tetap kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dipatok Rp 3,65 juta per bulan. Sedangkan untuk sekretaris desa sebesar Rp 2,55 juta per bulan dan perangkat desa sebesar Rp 2,19 juta per bulan.

Nantinya jika terpilih, Subandi akan mengalokasikan kenaikan pendapatan kepala desa setidaknya menjadi Rp 5 juta per bulan dan perangkat desa setidaknya setara Upah Mimimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo yang tahun 2020 ini mencapai Rp 4,19 juta per bulan. “Kenaikan penghasilan bagi kepala desa dan perangkat desa ini penting untuk mendukung kinerja pelayanan publik di tingkat desa,” pungkasnya. (son/opi)

SIDOARJO – Politikus PKB Subandi sudah memantapkan diri untuk berjuang dalam Pilkada Sidoarjo 2020. Pria 48 tahun itu diusung sebagai calon wakil bupati (cawabup) berpasangan dengan calon bupati (cabup) Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor).

Pria yang sebelumnya adalah ketua Komisi A DPRD Sidoarjo itu mengatakan siap bekerja keras demi mewujudkan cita-cita membangun Sidarjo lebih baik bersama Gus Muhdlor. “Kami niat tulus, ingin bersama-sama bangun Sidoarjo yang jauh lebih baik lagi. Terutama dengan pemerataan hingga ke desa-desa,” katanya, Sabtu (12/9).

KRITIS: Subandi (kiri) saat beraktivitas sebagai legislator di DPRD Sidoarjo. (IST)

Bapak dua anak ini mengaku telah menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi tahapan-tahapan Pilkada Sidoarjo 2020. Apalagi menghadapi tahapan-tahapan Pilkada yang akan dilaksanakan pada masa pandemi seperti ini.

Subandi siap menjalankan protokol kesehatan ketat dalam setiap kegiatan. “Kami sudah berulang kali sampaikan ke tim pemenangan bahwa protokol kesehatan harus diterapkan di tengah situasi seperti ini,” ujarnya yang beberapa hari lalu dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil tes PCR di RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Berbekal pengalaman selama dua periode menjadi kepala Desa Pabean, Kecamatan Sedati, tentunya menjadi modal penting bagi Subandi untuk menghadapi Pilkada kali ini. Ia paham betul, apa kebutuhan desa, apa masalahnya dan solusi yang bisa ditawarkan. Seperti masalah kesejahteraan warga desa, pelayanan publik yang lebih baik, hingga bagaimana memacu perkembangan infrastruktur desa sehingga menjadi motor penggerak ekonomi.

“Masalah klasik seperti kesejahteraan warga desa yang tidak merata, pelayanan publik hingga kurangnya infrastruktur pendukung ekonomi di wilayah desa akan menjadi fokus dalam membangun Sidoarjo di masa depan jika kami diberi amanah warga Sidoarjo,” papar suami dr. Sriatun ini.

Subandi pun punya cita-cita untuk memperkuat pembangunan perdesaan, mulai pembangunan infrastruktur fisik, sumber daya manusia, hingga pelayanan publik. ”Kami sudah siapkan skema percepatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di desa. Termasuk tentu infrastruktur teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan publik hingga ke level desa,” paparnya.

Untuk mendukung kinerja para kepala desa dan perangkat desa, Subandi juga akan mengalokasikan kenaikan penghasilan kepala desa dan perangkat desa. Saat ini, sesuai Perbup Sidoarjo No.77/2018 yang diubah melalui Perbup Sidaorjo No.18/2019 dan Perbup Sidoarjo No. 83/2019 disebutkan penghasilan tetap kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo dipatok Rp 3,65 juta per bulan. Sedangkan untuk sekretaris desa sebesar Rp 2,55 juta per bulan dan perangkat desa sebesar Rp 2,19 juta per bulan.

Nantinya jika terpilih, Subandi akan mengalokasikan kenaikan pendapatan kepala desa setidaknya menjadi Rp 5 juta per bulan dan perangkat desa setidaknya setara Upah Mimimum Kabupaten (UMK) Sidoarjo yang tahun 2020 ini mencapai Rp 4,19 juta per bulan. “Kenaikan penghasilan bagi kepala desa dan perangkat desa ini penting untuk mendukung kinerja pelayanan publik di tingkat desa,” pungkasnya. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/