alexametrics
29 C
Sidoarjo
Friday, 20 May 2022

Silpa Kabupaten Sidoarjo Turun Rp 200 Miliar

SIDOARJO – Silpa atau sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2020 Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 1,106 triliun. Turun Rp 200 miliar dari total nilai Silpa tahun 2019 sebesar Rp 1,3 triliun. Pemkab selalu mendorong OPD mengoptimalkan penyerapan dalam waktu sebulan.

Seperti Dinas Perikanan, yang awal Oktober penyerapan sekitar 30 persen bisa maksimal menyerap anggaran sampai 96 persen pada akhir tahun. Padahal tahun lalu, penyerapan dinas perikanan hanya 86 persen.

Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono mengaku tidak mudah menekan angka Silpa di saat pandemi Covid-19. Energi semua fokus pada penanganan Covid-19. Namun dirinya optimistis, berbekal kerja keras dan membuat kebijakan skala prioritas serta aktif turun langsung sidak ke kantor-kantor dinas akhirnya Silpa berhasil diturunkan dalam waktu satu bulan.

Anggaran PAK yang digedok minggu pertama bulan November 2020 dan penyerapan dibatasi sampai Minggu keempat bulan desember. Praktis Hudiyono lari kencang, mengajak seluruh OPD menerapkan skala prioritas penyerapan anggaran.

“Kami berupaya maksimal, tahun ini Silpa turun Rp 200 miliar. Artinya kita bisa mengoptimalkan dengan menyerap anggaran Rp 200 miliar dalam satu bulan untuk pembangunan Sidoarjo”, tutur Hudiyono.

Ia mengapresiasi kinerja dinas, seperti Dinas Perikanan yang sudah maksimal merealisasikan program kerja dengan serapan 96 persen. Selain itu, administrasi pertanggungjawaban kinerja sudah terpenuhi.

Kepala Dinas Perikanan Bachruni Ariawan mengaku dalam sebulan diminta Pj Bupati Hudiyono lari kencang. Menyerap anggaran dalam waktu sebulan. “Hampir tiap hari dimonitor Pak Pj Bupati, menanyakan penyerapan anggaran. Dan sampai akhir tahun serapan dinas perikanan mencapai 96 persen. Naik dibanding tahun lalu hanya 86 persen. Kita juga sudah memenuhi laporan pertanggungjawaban sesui aturan,” ujar Bahruni. (rpp/opi)

SIDOARJO – Silpa atau sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2020 Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 1,106 triliun. Turun Rp 200 miliar dari total nilai Silpa tahun 2019 sebesar Rp 1,3 triliun. Pemkab selalu mendorong OPD mengoptimalkan penyerapan dalam waktu sebulan.

Seperti Dinas Perikanan, yang awal Oktober penyerapan sekitar 30 persen bisa maksimal menyerap anggaran sampai 96 persen pada akhir tahun. Padahal tahun lalu, penyerapan dinas perikanan hanya 86 persen.

Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Hudiyono mengaku tidak mudah menekan angka Silpa di saat pandemi Covid-19. Energi semua fokus pada penanganan Covid-19. Namun dirinya optimistis, berbekal kerja keras dan membuat kebijakan skala prioritas serta aktif turun langsung sidak ke kantor-kantor dinas akhirnya Silpa berhasil diturunkan dalam waktu satu bulan.

Anggaran PAK yang digedok minggu pertama bulan November 2020 dan penyerapan dibatasi sampai Minggu keempat bulan desember. Praktis Hudiyono lari kencang, mengajak seluruh OPD menerapkan skala prioritas penyerapan anggaran.

“Kami berupaya maksimal, tahun ini Silpa turun Rp 200 miliar. Artinya kita bisa mengoptimalkan dengan menyerap anggaran Rp 200 miliar dalam satu bulan untuk pembangunan Sidoarjo”, tutur Hudiyono.

Ia mengapresiasi kinerja dinas, seperti Dinas Perikanan yang sudah maksimal merealisasikan program kerja dengan serapan 96 persen. Selain itu, administrasi pertanggungjawaban kinerja sudah terpenuhi.

Kepala Dinas Perikanan Bachruni Ariawan mengaku dalam sebulan diminta Pj Bupati Hudiyono lari kencang. Menyerap anggaran dalam waktu sebulan. “Hampir tiap hari dimonitor Pak Pj Bupati, menanyakan penyerapan anggaran. Dan sampai akhir tahun serapan dinas perikanan mencapai 96 persen. Naik dibanding tahun lalu hanya 86 persen. Kita juga sudah memenuhi laporan pertanggungjawaban sesui aturan,” ujar Bahruni. (rpp/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/