alexametrics
29 C
Sidoarjo
Wednesday, 25 May 2022

Komisi C Desak Blacklist Kontraktor Nakal

SIDOARJO – Komisi C DPRD menaruh perhatian terkait carut marutnya pelaksanaan lelang dan pengerjaan proyek di Sidoarjo. Pihaknya mengusulkan ada tim khusus untuk mengawasi pemenang lelang sejumlah proyek di Sidoarjo.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko menjabarkan, tim yang dimaksud terdiri dari bagian pengadaan baran/jasa, inspektorat dan dinas terkait. Agar pengawasan terhadap proyek bisa lebih menyeluruh.

Tim bentukan itu diharapkan mampu mengevaluasi kewajaran harga satuan, harga bahan hingga upah pekerja. “Sehingga detail,” imbuhnya.

Politikus Gerindra itu menambahkan, Komisi C juga mendorong Pemkab bisa mengambil sikap tegas kepada para kontraktor yang secara kinerja kurang maksimal. Misalnya terkait mutu pekerjaan dan waktu yang molor. “Kalau perlu di-blacklist kontraktor semacam itu,” sambungnya.

Sehingga dengan demikian proyek – proyek yang direncanakan eksekutif bisa tuntas sesuai waktu yang dijadwalkan. Termasuk kualitas pekerjaan sejumlah proyek itu.

Diketahui, di Sidoarjo memang masih banyak proyek strategis yang mangkrak. Sebut saja pembangunan RSUD Sidoarjo barat, frontage road, ataupun wisma atlet di Jalan Pahlawan.

Proyek proyek itu juga menghadapi beragam masalah. Mulai dari anggaran yang di refokusing, hingga masalah pembebasan lahan yang tak kunjung tuntas. (son/opi)

SIDOARJO – Komisi C DPRD menaruh perhatian terkait carut marutnya pelaksanaan lelang dan pengerjaan proyek di Sidoarjo. Pihaknya mengusulkan ada tim khusus untuk mengawasi pemenang lelang sejumlah proyek di Sidoarjo.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko menjabarkan, tim yang dimaksud terdiri dari bagian pengadaan baran/jasa, inspektorat dan dinas terkait. Agar pengawasan terhadap proyek bisa lebih menyeluruh.

Tim bentukan itu diharapkan mampu mengevaluasi kewajaran harga satuan, harga bahan hingga upah pekerja. “Sehingga detail,” imbuhnya.

Politikus Gerindra itu menambahkan, Komisi C juga mendorong Pemkab bisa mengambil sikap tegas kepada para kontraktor yang secara kinerja kurang maksimal. Misalnya terkait mutu pekerjaan dan waktu yang molor. “Kalau perlu di-blacklist kontraktor semacam itu,” sambungnya.

Sehingga dengan demikian proyek – proyek yang direncanakan eksekutif bisa tuntas sesuai waktu yang dijadwalkan. Termasuk kualitas pekerjaan sejumlah proyek itu.

Diketahui, di Sidoarjo memang masih banyak proyek strategis yang mangkrak. Sebut saja pembangunan RSUD Sidoarjo barat, frontage road, ataupun wisma atlet di Jalan Pahlawan.

Proyek proyek itu juga menghadapi beragam masalah. Mulai dari anggaran yang di refokusing, hingga masalah pembebasan lahan yang tak kunjung tuntas. (son/opi)

Most Read

Berita Terbaru


/