alexametrics
26 C
Sidoarjo
Tuesday, 17 May 2022

Pengamat: Kekuatan Tiga Bapaslon Seimbang

SIDOARJO – Tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo. Pengamat politik pun mulai menerka potensi kemenangan para kandidat dalam Pilkada 2020 itu.

Pengamat politik Accurate Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siraj menguraikan jika kekuatan politik ketiga calon cenderung berimbang. Salah satu pertimbangannya adalah jumlah kursi dari partai pengusung yang cenderung memiliki kekuatan tidak jauh berbeda.

Pasangan Bambang Haryo Soekartono (BHS)- M.Taufiqulbar diusung koalisi partai Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat dan PPP dengan total 18 kursi. Pasangan Kelana Aprilianto – Dwi Astutik diusung partai PDIP, PAN dengan jumlah kursi 14. Dan pasangan Ahmad Muhdlor Ali – Subandi yang diusung PKB dengan 16 kursi dan Nasdem memiliki 2 kursi sebagai partai pendukung. “Dengan catatan, mesin partainya berjalan maksimal. Tidak hanya sekedar dijadikan kendaraan untuk pendaftaran ke KPU,” sambungnya.

Bila melihat dinamikanya, lanjut Baihaki, rekom PKB yang turun pada pasangan Gus Muhdlor- Subandi dan membuat Achmad Amir Aslichin (Iin) -Ainun Jariyah terpental dari pertarungan Pilkada di Sidoarjo. Kondisi itu sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh dua Paslon lainnya, baik BHS-Taufik maupun Kelana-Dwi. “Dwi misalnya bisa memaksimalkan dukungan di kalangan perempuan, terutama Muslimat NU, sebab Ainun sudah tidak maju,” bebernya.

BHS- Taufik juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menggaet dukungan dari loyalis Iin. ” Misal dengan mengakomodir apa yang menjadi visi-misi Iin yang merupakan keinginan dari para pendukungnya,” terangnya. (son/vga)

SIDOARJO – Tiga bakal pasangan calon (Bapaslon) telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo. Pengamat politik pun mulai menerka potensi kemenangan para kandidat dalam Pilkada 2020 itu.

Pengamat politik Accurate Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siraj menguraikan jika kekuatan politik ketiga calon cenderung berimbang. Salah satu pertimbangannya adalah jumlah kursi dari partai pengusung yang cenderung memiliki kekuatan tidak jauh berbeda.

Pasangan Bambang Haryo Soekartono (BHS)- M.Taufiqulbar diusung koalisi partai Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat dan PPP dengan total 18 kursi. Pasangan Kelana Aprilianto – Dwi Astutik diusung partai PDIP, PAN dengan jumlah kursi 14. Dan pasangan Ahmad Muhdlor Ali – Subandi yang diusung PKB dengan 16 kursi dan Nasdem memiliki 2 kursi sebagai partai pendukung. “Dengan catatan, mesin partainya berjalan maksimal. Tidak hanya sekedar dijadikan kendaraan untuk pendaftaran ke KPU,” sambungnya.

Bila melihat dinamikanya, lanjut Baihaki, rekom PKB yang turun pada pasangan Gus Muhdlor- Subandi dan membuat Achmad Amir Aslichin (Iin) -Ainun Jariyah terpental dari pertarungan Pilkada di Sidoarjo. Kondisi itu sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh dua Paslon lainnya, baik BHS-Taufik maupun Kelana-Dwi. “Dwi misalnya bisa memaksimalkan dukungan di kalangan perempuan, terutama Muslimat NU, sebab Ainun sudah tidak maju,” bebernya.

BHS- Taufik juga memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menggaet dukungan dari loyalis Iin. ” Misal dengan mengakomodir apa yang menjadi visi-misi Iin yang merupakan keinginan dari para pendukungnya,” terangnya. (son/vga)

Most Read

Berita Terbaru


/