alexametrics
25 C
Sidoarjo
Saturday, 28 May 2022

Pemkab Sidoarjo Fasilitasi Tes Kesehatan KPPS

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo saat ini membuka pendaftaran petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mulai Rabu (7/10) hingga Rabu (13/10). Untuk keperluan persyaratan kesehatan, KPU berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo M Iskak menjelaskan, untuk pemeriksaan kesehatan perlu pembaharuan MoU antara KPU dan Pemkab Sidoarjo. Sebab kerjasama tersebut telah berakhir pada September lalu. Sebelum tahapan pelaksanaan pilkada ditunda, pemeriksaan tahap awal KPPS secara gratis sudah tertuang didalam MoU. “Karena perjanjian sudah berakhir. Kita komunikasikan lagi. Memperbarui MoU,” ungkapnya.

Pada pilkada 9 Desember nanti Sidoarjo akan memiliki 3.528 TPS. Satu TPS membutuhkan tujuh orang KPPS dan dua orang tim keamanan. Setidaknya KPU Sidoarjo butuh 24.696 KPPS dan 7.056 petugas keamanan. “Total seluruhnya 31.752 petugas,” lanjut Iskak.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya diawal pendaftaran. Selesai itu, KPPS akan menjalani rapid test untuk mendeteksi Covid-19. “Karena jumlahnya banyak, maka kami ingin tidak hanya di puskesmas, tapi juga di 11 RS rujukan,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menyatakan sarana prasarana kesehatan di Sidoarjo siap menjembatani pemeriksaan kesehatan. “Terkait dengan tenaga kesehatannya. Kita persiapkan dengan baik,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menambahkan, pihaknya akan memperhitungkan kembali, kemampuan dokter untuk memeriksa. Ia menyatakan total dokter yang terdapat di 26 puskesmas ada 100 orang. Sehingga satu puskesmas paling tidak butuh waktu 10 hari menyelesaikan pemeriksaan ini. (rpp/nis)

SIDOARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo saat ini membuka pendaftaran petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mulai Rabu (7/10) hingga Rabu (13/10). Untuk keperluan persyaratan kesehatan, KPU berkoordinasi dengan Pemkab Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo M Iskak menjelaskan, untuk pemeriksaan kesehatan perlu pembaharuan MoU antara KPU dan Pemkab Sidoarjo. Sebab kerjasama tersebut telah berakhir pada September lalu. Sebelum tahapan pelaksanaan pilkada ditunda, pemeriksaan tahap awal KPPS secara gratis sudah tertuang didalam MoU. “Karena perjanjian sudah berakhir. Kita komunikasikan lagi. Memperbarui MoU,” ungkapnya.

Pada pilkada 9 Desember nanti Sidoarjo akan memiliki 3.528 TPS. Satu TPS membutuhkan tujuh orang KPPS dan dua orang tim keamanan. Setidaknya KPU Sidoarjo butuh 24.696 KPPS dan 7.056 petugas keamanan. “Total seluruhnya 31.752 petugas,” lanjut Iskak.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya diawal pendaftaran. Selesai itu, KPPS akan menjalani rapid test untuk mendeteksi Covid-19. “Karena jumlahnya banyak, maka kami ingin tidak hanya di puskesmas, tapi juga di 11 RS rujukan,” tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono menyatakan sarana prasarana kesehatan di Sidoarjo siap menjembatani pemeriksaan kesehatan. “Terkait dengan tenaga kesehatannya. Kita persiapkan dengan baik,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo Syaf Satriawarman menambahkan, pihaknya akan memperhitungkan kembali, kemampuan dokter untuk memeriksa. Ia menyatakan total dokter yang terdapat di 26 puskesmas ada 100 orang. Sehingga satu puskesmas paling tidak butuh waktu 10 hari menyelesaikan pemeriksaan ini. (rpp/nis)

Most Read

Berita Terbaru


/